BANTENRAYA.CO.ID – Kasus pembunuhan dengan terduga pelaku Slamet Tohari sang dukun pengganda uang di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah terungkap.
Kasus yang melibatkan dukun pengganda uang ini membuat heboh lantaran korban pembunuhan mencapai 10 orang.
Korban pembunuhan sang dukun pengganda uang ini pun dikubur di pekarangan rumah pelaku hingga akhirnya terbongkar berkat pesan terakhir salah seorang korban.
BACA JUGA: Sudah Tunangan, Pria Ini Malah Pergoki Pasangan Selingkuh: Berduaan Malam-malam di Dalam Kontrakan
Kapolres Banjarnegara AKBP Hendri Yulianto mengatakan, kasus pembunuhan tersebut bermula dari PO yang merupakan warga Sukabumi, Jawa Barat berkunjung ke rumah pelaku.
Kunjungan pertama terjadi pada Juli 2022 lalu yang saat itu korban ditemani oleh anaknya berinisial GE.
Saat tiba di lokasi, hanya PO yang masuk ke rumah Slamet Tohari sementara GE hanya menunggu di luar.
BACA JUGA: 8 Hotel Pilihan di Anyer Untuk Healing Lebaran, Nomor 5 Benar Benar Indah
“Mereka datang bersama dengan menaiki bus. Yang masuk ruangan hanya korban dan pelaku,” ujarnya saat menggelar ekspose, Senin 3 April 2023.
Selang beberapa bulan kemudian tepatnya pada 20 Maret 2023, korban kembali mendatangi Slamet Tohari namun kali ini Ia datang seorang diri.
“Korban kembali mendatangi pelaku di Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara,” tuturnya.
BACA JUGA: 25 Link Twibbon Ramadhan 1444 H 2023 Desain Terbaru yang Membuat Foto Profil Medsos Instagenic
Henri mengungkapkan, setelah beberapa hari kemudian PO sempat mengabari keluarga di Sukabumi jika dirinya masih berada di rumah Slamet Tohari.
Saat itu, PO meminta agar anaknya datang bersama aparat jika dirinya sulit untuk dihubungi.
Komunikasi itu ternyata menjadi pesan terakhir yang dijalin oleh PO dan keesokan harinya Ia sudah tak bisa dihubungi.
BACA JUGA: Sinopsis Preman Pensiun 8 Episode 13: Emak Minta Safira Datangi Orang Tua Roy, Agar Dilamar!
“23 Maret korban sempat komunikasi dengan anaknya dan esok harinya korban sudah tidak bisa dihubungi,” katanya.

Dari pesan yang terakhir itulah anak korban akhirnya membuat laporan ke Polres Banjarnegara hingga dilakukan pendalaman.
Hasilnya, ditemukan jika PO sudah tewas dan jasadnya dikubur di pekarangan rumah pelaku pada 27 Maret 2023. ***






