Puluhan Anak Terpisah dari Orang Tua di Tempat Wisata

Puluhan Anak Terpisah dari Orang Tua di Tempat Wisata
WASPADA ANAK HILANG : Ribuan wisatawan memadati salah satu pantai umum di kawasan Pantai Anyer, Kecamatan Anyar, Kabupaten Serang, Selasa (24 Maret 2026). Dalam kondisi ramai seperti ini banyak kasus anak terpisah dari orantuanya.

BANTENRAYA.CO.ID – Lonjakan kunjungan wisatawan selama libur Lebaran 2026 di kawasan pantai di Banten diwarnai insiden puluhan anak yang terpisah dari orang tua atau rombongan mereka.

Petugas mencatat, kasus ini meningkat signifikan terutama pada puncak kunjungan wisata.

Humas Balawista Banten Lulu Jamaludin mengungkapkan, data sementara yang dihimpun ada puluhan anak yang terpisah dari orang tua mereka. Namun jumlah pastinya dia perkirakan lebih dari itu.

“Data sementara ada 25 anak yang terpisah”, kata Lulu, Selasa (24 Maret 2026).

BACA JUGA : bank bjb Catat Kinerja Solid di 2025, Aset Tembus Rp221,4 Triliun

Lulu mengungkapkan, data itu hanya didapatkan dari lokasi wisata di mana ada relawan Balawista Banten yang berjaga.

Sementara di Banten masih banyak lokasi wisata yang tidak dijaga relawan Balawista Banten sehingga jumlah anak yang terpisah dengan orang tua mereka bisa jadi lebih banyak dari itu.

“Yang paling banyak kejadian di Carita, Pandeglang,” ujarnya.

Lulu mengatakan, hingga saat ini relawan Balawista Banten masih terus mengumpulkan data tentang kasus anak yang terpisah dari orang tua mereka.

BACA JUGA : Pesan SBN Ritel SR024 Melalui bank bjb, Imbal Hasil Hingga 5,90 Persen

Meski demikian, dia memastikan bahwa anak-anak yang terpisah itu pada akhirnya ditemukan dan kembali lagi kepada orang tua mereka. “Datanya bisa bertambah kalau melihat data hari ini,” ujarnya.

Lulu bersyukur hingga saat ini tidak ada kejadian wisatawan yang meninggal dunia dan berharap kondisi ini akan sama hingga liburan Lebaran berakhir.

Kepala Balawisata Kabupaten Serang Sahrudin membenarkan informasi banyaknya anak yang terpisah tersebut.

Dia mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada H+2 Lebaran dengan jumlah yang cukup mencolok.

BACA JUGA : Ribuan Pemudik Bersiap Berangkat, Mudik Bareng Pertamina Dorong Perjalanan Aman dan Hemat BBM

“Kami juga menangani banyak kasus anak terpisah dari orang tuanya. Pada H+2 Lebaran saja, ada sekitar 25 anak yang terpisah.

Belum termasuk kejadian hari ini yang jumlahnya kemungkinan lebih banyak,” ujar Sahrudin.

Menurutnya, seluruh laporan kejadian di kawasan wisata dipantau secara intensif melalui sistem koordinasi cepat antar petugas di lapangan.

Informasi dari petugas langsung disebarkan melalui grup siaga wisata guna mempercepat proses pencarian dan reunifikasi anak dengan keluarga.

BACA JUGA : Warmindo NYC Warjok Serang Tawarkan Paket Bukber Rp25 Ribu

Dia mengungkapkan, salah satu faktor utama penyebab kejadian ini adalah kurangnya pengawasan dari orang tua di tengah padatnya aktivitas wisata.

Dia menyatakan, banyak orang tua yang lengah karena sibuk menggunakan media sosial, sehingga anak-anak mereka terlepas dari pengawasan.

Kawasan Pantai Anyer dan sekitarnya memang menjadi salah satu destinasi favorit saat libur panjang, termasuk Lebaran.

Berdasarkan data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, pergerakan wisatawan domestik selama periode libur Lebaran secara nasional dapat mencapai lebih dari 100 juta perjalanan, dengan destinasi pantai menjadi salah satu tujuan utama.

BACA JUGA : Nikmati Indahnya Sunset Anyer di Harumi Kafe and Resto

Pihak Balawisata mengimbau para orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan selama berlibur, terutama di lokasi dengan tingkat keramaian tinggi.

Orang tua juga diminta memastikan anak selalu dalam jangkauan pengawasan serta membekali identitas diri untuk memudahkan proses pencarian jika terjadi hal yang tidak diinginkan.

Dengan meningkatnya jumlah pengunjung di destinasi wisata unggulan seperti Anyer, Carita, dan sekitarnya koordinasi antara petugas dan kesadaran pengunjung menjadi kunci utama untuk mencegah kejadian serupa terulang. (tohir)

Pos terkait