Trending

Ricuh, Belasan Mahasiswa Diamankan

SERANG, BANTEN RAYA- Aksi mahasiswa pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 Provinsi Banten di depan KP3B, Kota Serang diwarnai kericuhan, Senin (4/10). Akibat kejadian tersebut, belasan mahasiswa diamankan.

Pantauan Banten Raya, aksi mahasiswa sudah dimulai dengan pagi hari dari Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) Pengurus Wilayah (PW) Serang. Awalnya, aksi berjalan dengan kondusif, namun situasi berubah saat mahasiswa membakar ban bekas. Melihat itu, aparat kepolisian mencoba memadamkan api yang berakhir pada kericuhan.

“Ada 13 orang yang diamankan,” ujar Ketua Kumala Komisariat UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten Ade Firman.

Dalam aksinya sendiri, Kumala menyampaikan, sejumlah kritikan dan menilai jika Banten belum menjadi provinsi sebagaimana yang diharapkan.

Ketua Kumala Komisariat UIN SMH Banten Ade Firman mengatakan, peralihan Banten menjadi provinsi tentunya mempunyai cita-cita besar untuk bisa mewujudkan good government dan menciptakan masyarakat yang sejahtera. “Namun kita ketahui situasi kondisi Banten saat ini sangat jauh dari ekspektasi berpisahnya Banten dari Provinsi Jawa Barat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, reformasi birokrasi yang hari ini disuguhkan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Banten kepada rakyat, ternyata hanya jadi perisai untuk naik ke bangku kekuasaan. Kumala menilai pada realitanya reformasi birokrasi di Banten tidak melahirkan good government di ranah pemerintahan.

“Ini terbukti ketika terkuaknya kasus-kasus korupsi dari beberapa sektor baik di ranah pendidikan, kesehatan. Maupun pengadaan lahan Samsat serta dana hibah pondok pesantren,” katanya.

Baca artikel Bantenraya.co.id lainnya di Google News
 
1 2 3Laman berikutnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button