Sekda Nanang Saefudin Haramkan ASN Dindikbud Kota Serang Hidup Hedon

Nanang Saefudin
Sekda Kota Serang Nanang Saefudin (tengah) menghadiri serah terima jabatan Kepala Dindikbud Kota Serang di kantor dinasnya di Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Kamis 4 September 2025. (Harir Baldan/Bantenraya.com)

BANTENRAYA.CO.ID – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang Nanang Saefudin minta para aparatur sipil negara (ASN) yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang untuk menjauhi gaya hidup hedonis (bermewah-mewahan).

Pesan ini disampaikan Nanang Saefudin usai serah terima jabatan Kepala Dindikbud Kota Serang Tubagus M. Suherman kepada Ahmad Nuri.

Sertijab dilaksanakan di halaman Kantor Dindikbud Kota Serang, Jalan Ki Ajurum, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Kamis 4 September 2025.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Pilar Saga Kunjungi Korban Kebakaran Asrama Polisi Serpong, Pastikan Bantuan Optimal

Nanang mengatakan, Sertijab rotasi mutasi dan promosi adalah hal yang lumrah dalam sebuah organisasi pemerintahan.

“Sertijab rotasi, mutasi dan promosi itu hal biasa, karena kebutuhan sebuah organisasi,” ujarnya, kepada Bantenraya.co.id.

Ia menjelaskan, keberhasilan suatu daerah ditinjau dari indikator makro yaitu indeks pembangunan manusia (IPM). IPM Kota Serang dari tahun ke tahun mengalami peningkatan.

Sebagian kontribusi IPM ada di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, karena IPM itu ada tiga, pendidikan, kesehatan, ekonomi dan kesejahteraan sosial.

BACA JUGA: Tak Ada Sanksi Meski Melanggar, ASN di Lebak Dilarang Beli Gas Melon

“Tentu ini Dindikbud ini satu armada besar. Kalau ingin melakukan pembinaan di Dindikbud itu setengah lebih ASN dan PPPK nya ada di Dindikbud,” ucap dia.

Nanang Saefudin juga menyampaikan instruksi pimpinannya dan pemerintah pusat agar para pejabat di lingkungan Pemkot Serang menjaga lisannya, perilakunya, etikanya, tidak bersifat hedonisme dan jangan berlebihan.

“Seperti saya contohkan juga bahwa insya Allah saya juga akan mengawinkan anak pertama saya. Saya sudah menyewa gedung dan lain sebagainya saya batalkan semuanya,” tuturnya.

“Akhirnya anak-anak sekarang lebih mengenal namanya dengan istilah inti mate wedding. Jumlah 100-200 orang kumpul sudah. Itu bentuk keteladanan bagi seorang pemimpin untuk anak buahnya,” terangnya.

Nanang juga meminta para pejabat di lingkungan Pemkot Serang untuk tidak melakukan flexing.

“Jangan berlebihan,” pesannya.

Jika ASN Pemkot Serang melakukan flexing, pihaknya akan memberikan sanksi sesuai perbuatannya.

“Pertama teguran dulu secara lisan oleh pimpinannya. Saya percaya kepada anak buah saya pimpinan OPD tegur dulu coba. Jangan mengulangi seperti itu,” ucap dia.

Nanang Saefudin Tak Larang ASn Main TikTok, tapi

Nanang tidak melarang ASN Pemkot Serang melakukan flexing, hanya saja jangan menggunakan seragam ASN Pemkot Serang.

“Contoh memakai atribut seragam Pemkot. Bukan tidak boleh karaoke ya silakan saja, tapi jangan pakai atribut Pemkotlah,” katanya.

Ia juga tidak melarang ASN Pemkot Serang bermedia sosial (medsos), hanya saja manfaatkan medsos untuk mensosialisasikan program-program Pemkot Serang, sehingga memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Kalaupun mau berTikTok ria ataupun berinstagram ria boleh silakan, tapi dalam rangka mendukung kegiatan program yang ada di Pemkot Serang. misalnya sedang proses belajar mengajar boleh dibuat semacam inovasi atau untuk memberi semangat kepada masyarakat atau mengedukasi masyarakat,” pungkas Nanang Saefudin. ***

Pos terkait