BANTENRAYA.CO.ID – Beberapa warga Kecamatan Cikande mengaku tidak tahu soal efek bahaya yang terjadi akibat paparan radioaktif cessium-137 (Cs-137).
Selain itu warga juga belum dilakukan pemeriksaan kesehatan padahal lokasi rumah cukup dengan dengan area yang terpapar radioaktif Cs-137.
Warga Desa Sukatani Sahri mengatakan, belum ada pengecekan kesehatan yang dilakukan oleh petugas padahal jarak rumahnya cukup dekat dengan area yang terpapar radiasi Cs-137.
“Belum ada cek kesahatan, walaupun saya pengen di cek kesehatan tapi enggak terlalu berharap, syukur-syukur kalau ada,” ujarnya, Selasa (7 Oktober 2025).
Ia menjelaskan, saat ini tidak bisa bekerja dan mencari nafkah setelah area paparan radiasi Cs-137 disegel karena area tersebut dilarang dilintasi oleh manusia. “Saya tukang koreh besi di sebelah tempat yang disegel itu.
Sekarang enggak boleh mulung lagi karena ada radiasi, kalau misalnya saya maksa orang juga enggak mau beli karena yang belinya juga takut kena hukuman,” katanya.
Sahri menuturkan, sampai saat ini belum ada sosialisasi oleh tim gabungan terkait dampak dan efek yang ditimbulkan oleh paparan radioaktif Cs-137.
“Sebenarnya warga di sini biasa saja. Saya juga enggak ngerasain apa-apa, enggak punya keluhan.
BACA JUGA : Minta Proyek Rp5 Triliun, Ketua Kadin Dituntut 4 Tahun Penjara
Kalau masalah radiasi tahu, cuma enggak tahu efeknya radiasi. Belum ada sosialisasi, dalam diri saya pribadi belum ada rasa apa-apa,” jelasnya.
Kedua anaknya yang merupakan karyawan PT Bahari Makmur Sejati (BMS) juga tidak bisa bekerja setelah adanya temuan radioaktif Cs-137 di pabrik pengolahan udang beku tersebut.
“Anak saya yang kerja di PT BMS ada dua, namanya Nurhayati sama Neneng Purnamasari, dan sekarang nganggur semua. Jadi saya yang menjadi tanggung jawab, mudah-mudahan ada harapan dari pemerintah,” paparnya.
Terpisah, warga Desa Bunian, Kecamatan Cikande Hayati mengatakan, belum ada pemeriksaan kesehatan dan baru diberikan imbauan untuk tidak mendekat ke area yang terpapar radioaktif Cs-137.
BACA JUGA : Hari Jadi ke-499, Sinergi dan Kolaborasi Membangun Kabupaten Serang Bahagia
“Cuma ngomongnya hati-hati saja, katanya radiokatif Cs-137 itu berbahaya, jalan sempat ditutup tapi dibuka lagi oleh masyarakat. Sampi sekarang belum ada cek kesehatan,” tuturnya.
Direktur Direktorat Inspeksi Instalasi dan Bahan Nuklir Bapeten Lukman Hakim mengatakan, dampak paparan radiasi Cs-137 bisa menyebabkan penyakit berbahaya pada manusia.
“Yang saya khawatirkan itu terhisap oleh tubuh, selama 20 tahun itu bisa menyebabkan kanker. Yang penting mereka jangan masuk area yang terpapar, kalau hanya lewat dari jalan masih aman,” ujarnya. (andika)





