BANTENRAYA.CO.ID – Sejumlah warga yang tinggal di rumah susun sewa sederhana (Rusunawa) Margaluyu mengeluhkan minimnya fasilitas di rusunawa tersebut.
Salah satu fasilitas yang belum ada yakni portal gerbang Rusunawa, sehingga membuat orang asing mudah keluar masuk ke dalam kawasan dan tower Rusunawa.
Keluhan ini terungkap saat Walikota Serang Budi Rustandi monitoring Rusunawa Margaluyu di Lingkungan Padek, Kelurahan Margaluyu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Selasa (22 Juli 25).
Budi Rustandi juga didampingi oleh Ketua Satgas Percepatan Pembangunan dan Investasi Kota Serang Wahyu Nurjamil, Asda I Kota Serang Subagyo,
Ada 6000 UMKM di Kota Serang, Mayoritasnya Pedagang Makanan
Kepala Diskominfo Kota Serang Arif Rahman Hakim, Kepala Dinsos Kota Serang Muhammad Ibra Gholibi, Camat Kasemen Kristiyanto, Plt Lurah Margaluyu Misri, dan Lurah Sawah Luhur Jadmiko.
Salah seorang warga penghuni Rusunawa Margaluyu, Nurlela mengatakan, fasilitas yang belum ada di Rusunawa Margaluyu salah satunya portal gerbang.
Belum adanya portal membuat warga luar keluar masuk ke area, bahkan ke dalam tower Rusunawa Margaluyu.
“Saya mohon, karena saya sudah lama di sini, tolong itu pintu gerbang disediain seperti di Rusunawa ASN Kementerian PUPR.
Bupati Serang Ratu Zakiyah Raih Penghargaan Pimred Award 2025
Soalnya di sini kebanyakannya orang kampung luar itu masuk, jadi orang nggak bisa seenaknya masuk,” ujar Nurlela, kepada Banten Raya.
Ia mengungkapkan, kehadiran warga luar masuk tower Rusunawa menganggu kenyamanan dan ketertiban warga Rusunawa Margaluyu.
“Jadi di atas itu kosong di lantai 5, akhirnya di jadikan tempat yang nggak terpuji seperti untuk pacaran, tembok di atas juga udah mulai ancur. Nah itu jadi biar orang-orang nggak masuk,” tutur dia.
Warga huni Rusunawa Margaluyu lainnya, Lilis pun mengeluhkan masih minimnya fasilitas di Rusunawa Margaluyu.
Pemkot Serang Pasang Plang Tanah Negara Diatas Bekas Lahan Warga Sukadana
Ia membenarkan bahwa fasilitas di Rusunawa Margaluyu masih minim, namun Lilis mengaku mengapresiasi rencana ke depan Pemkot Serang yang akan membangun sejumlah fasilitas di kawasan Rusunawa Margaluyu.
“Kalau soal fasilitas memang kurang, cuma saya berterima kasih kepada Pak Walikota mau ngadain Taman di sini kan, cuman saya minta kalau bisa taman kanak-kanak sekolah TK.
Terus kalau ada buat tempat pengajian anak-anak (TPQ) juga, karena saya punya anak-anak.
Jadi biar ada yang bimbing, jadi sekolah tuh nggak harus jauh. Kalau bisa orang di rusunawa juga yang mengajarnya biar gak keluar. Jadi jarak sekolah itu gak jauh,” terang Lilis.
Pemkot Serang Pasang Plang Tanah Negara Diatas Bekas Lahan Warga Sukadana
Samian warga yang tinggal di Rusunawa Margaluyu mengaku merasa nyaman tinggal hidup di Rusunawa Margaluyu.
“Enak sih. Nyaman. Nggak ada kendala apa-apa. Kalau kekurangan nggak ada. Biasa aja sih.
Cuma kita tidur aja. Kalau malam kerja, besok siang kerja. Tidur doang saya mah. Pokoknya nyaman bagi saya,” tutur Samian.
Walikota Serang Budi Rustandi mengatakan, pihaknya berencana menambah subsidi gratis jadi 2 tahun bagi warga Sukadana 1 yang tinggal di Rusunawa Margaluyu.
Bupati Serang Ratu Zakiyah Raih Penghargaan Pimred Award 2025
Sekadar diketahui, sebelumnya Pemkot Serang memberikan subsidi 1 tahun gratis bagi warga Lingkungan Sukadana 1 yang pindah ke Rusunawa Margaluyu.
Tak hanya sekadar monitoring, Budi Rustandi juga membagikan bantuan paket sembako kepada warga Sukadana 1.
Budi Rustandi mengatakan, sengaja menyempatkan waktu bertandang ke Rusunawa Margaluyu untuk memastikan kenyamanan warga Sukadana 1 yang direlokasi ke lokasi tersebut.
“Meninjau Rusunawa Margaluyu dalam rangka memastikan masyarakat yang ada di sini (Rusunawa) terlayani dengan baik,” ujar Budi, dalam sambutannya.
Awasi Ketat Keberadaan Orang Asing, Imigrasi Cilegon Gelar Operasi WIRAWASPADA 2025
Ia menjelaskan, tahun depan akan dibangun sarana pendukung di kawasan Rusunawa Margaluyu seperti taman bermain, mushola, sarana olahraga, Pustu plus penyediaan mobil ambulans.
“Penyediaan sarana pendukung ini dalam rangka melayani masyarakat khususnya warga Sukadana 1,” jelas dia.
Terkait usulan pembangunan Taman Kanak-kanak (TK), Budi belum bisa menyanggupi, justru ia mengarahkan warga Sukadana 1 yang punya anak usia SD dan SMP untuk ikut daftar sekolah rakyat.
“Oh nggak bisa kalau itu. Kita menawarkan kepada mereka yang punya anak SD, SMP, itu bisa masuk ke dalam sekolah rakyat seperti boarding school ditanggung oleh negara,” terangnya.
Banyak Warga Tak Tahu Sekolah Rakyat
Ia memperkirakan sejauh ini sudah lebih dari 40 KK warga Sukadana 1 yang pindah ke Rusunawa Margaluyu.
“Yang pindah ke sini sudah 44 KK, sisanya itu mereka mencari kontrakan dan lain-lain, alhamdulillah mereka di sini pada bahagia bahwa tempatnya lebih nyaman, dan lebih enak,” tandas Budi.
Menanggapi terkait aduan warga, Budi langsung memanggil salah seorang petugas keamanan Rusunawa Margaluyu dan menginstruksikan untuk menindak tegas, jika masih ada warga yang mengganggu keamanan dan ketertiban di Rusunawa Margaluyu.
“Saripudin kamu sebagai keamanan kalau ada yang pacaran, yang aneh-aneh, kamu tendang aja.
Dari Lokal ke Global: bank bjb Bekali UMKM dengan Ilmu Ekspor
Nggak boleh menganggu ketertiban di Rusunawa Margaluyu, karena ke depan banyak fasilitas yang harus dijaga ada mushola, Pustu, jogging track, tempat olahraga mobil ambulans,” tegas dia. (harir)





