Investasi Banten Semester I Tembus Rp66,3 Triliun

Investasi Banten Semester I Tembus Rp66,3 Triliun
PEMAPARAN: Dinas PMPTSP Provinsi Banten saat menggelar agenda rilis realisasi investasi semester I Provinsi Banten, Selasa (28 Juli 2026).

BANTENRAYA.CO.ID – Provinsi Banten kembali mempertahankan posisinya sebagai salah satu daerah dengan realisasi investasi terbesar di Indonesia.

Sepanjang semester I 2026, nilai investasi yang masuk ke Banten mencapai Rp66,3 triliun atau 46,63 persen dari target investasi tahun ini sebesar Rp142,19 triliun.

Capaian tersebut juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 9,23 persen secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp60,7 triliun.

Berkat capaian tersebut juga, Banten berhasil menempati peringkat kelima nasional untuk realisasi investasi gabungan Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), dengan kontribusi sebesar 6,6 persen terhadap total investasi nasional.

BACA JUGA : SDN Purwaraja 1 Banyak Prestasi

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten, Virgojanti, mengatakan capaian tersebut menunjukkan iklim investasi di Banten masih mampu tumbuh positif di tengah berbagai tantangan ekonomi.

“Untuk realisasi semester I ini, Provinsi Banten berada di posisi lima terbesar secara nasional,” kata Virgojanti saat merilis capaian investasi semester I 2026 di Kantor DPMPTSP Provinsi Banten, KP3B, Kota Serang, Selasa (28 Juli 2026).

Ia menjelaskan, posisi Banten berada di bawah DKI Jakarta dengan realisasi investasi Rp173,6 triliun, Jawa Barat Rp138,1 triliun, Jawa Timur Rp72,7 triliun, dan Sulawesi Tengah Rp68,7 triliun.

Menurut Virgojanti, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih menjadi motor utama pertumbuhan investasi di Banten.

BACA JUGA : bank bjb Hadirkan Promo Merbabu Trail Run, Raih Tiket Lari Cukup dengan Menabung

Sepanjang semester I 2026, PMDN mencapai Rp42,21 triliun atau sekitar 64 persen dari total realisasi investasi, meningkat 19,55 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang Rp24,05 triliun atau sekitar 36 persen.

Dari sisi sebaran wilayah, Kabupaten Tangerang masih menjadi penyumbang investasi terbesar dengan nilai Rp29,04 triliun atau 43,80 persen dari total investasi Banten.

Posisi berikutnya ditempati Kota Tangerang sebesar Rp11,73 triliun, Kota Cilegon Rp8,01 triliun, Kota Tangerang Selatan Rp7,87 triliun, Kabupaten Serang Rp7,17 triliun, Kabupaten Lebak Rp1,19 triliun, Kota Serang Rp840 miliar, dan Kabupaten Pandeglang Rp410 miliar.

BACA JUGA : Tujuh Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis

Virgojanti menyampaikan, meski nilai investasinya belum sebesar daerah lain, akan tetapi Kota Serang justru mencatatkan realisasi tertinggi dibanding target investasi yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

“Kabupaten Tangerang memang luar biasa untuk investasinya. Apalagi Kota Serang, meskipun nilainya kecil, tapi kalau secara target ini sudah melebihi target yaitu mencapai 129,23 persen,” ungkapnya.

Virgojanti mengatakan, sektor industri kimia dan farmasi menjadi bidang usaha yang paling diminati investor asing dengan nilai investasi mencapai Rp5,44 triliun.

Disusul sektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran sebesar Rp4,39 triliun, serta sektor perdagangan dan reparasi Rp3,31 triliun.

BACA JUGA : Kampung Tenggelam Kembali Muncul

Sementara pada investasi domestik, sektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran mendominasi dengan nilai Rp14,53 triliun.

Selanjutnya sektor industri kimia dan farmasi sebesar Rp4,60 triliun, serta transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi sebesar Rp3,68 triliun.

“Adapun negara asal investasi terbesar itu ada lima negara yang nilai investasinya terbesar di Banten.

Pertama adalah Republik Rakyat Tiongkok sebesar Rp6,03 triliun, Singapura Rp4,72 triliun, Jepang Rp4,49 triliun, Hong Kong Rp1,38 triliun, dan Malaysia Rp1,11 triliun,” ujar Virgojanti.

BACA JUGA : 24 Siswa SDN Ciwedus Belajar di Bekas Gudang

Lebih lanjut, Virgojanti menuturkan kebijakan hilirisasi turut memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan investasi di Banten.

Pada semester I 2026, sektor hilirisasi menyumbang investasi sebesar Rp13,53 triliun atau sekitar 20,41 persen dari total realisasi investasi provinsi.

Oleh karena itu, Pemprov Banten akan terus mendorong penguatan investasi dalam negeri sekaligus mempercepat pengembangan industri hilirisasi berbasis potensi lokal, mulai dari sektor pengolahan migas, tekstil, pertanian hingga perikanan.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap rantai pasok global sekaligus memperkuat daya saing industri daerah.

BACA JUGA : Pertamina Foundation Bersama Linknet dan Pemkot Serang Tanam 5.000 Mangrove di Pesisir Kota Serang

“Kalau sampai ekonomi dalam negeri saja melemah, investor asing juga turun, apa yang akan terjadi? Nah, ini yang sangat mengkhawatirkan,” ujarnya.

Dalam paparannya, Virgojanti menjelaskan, selain memperkuat hilirisasi, pihaknya juga mulai mengarahkan pengembangan kawasan industri ke wilayah Banten Selatan.

Sebab, kata dia, keberadaan Proyek Strategis Nasional (PSN) Tol Serang-Panimbang dinilai menjadi momentum untuk menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus mengurangi kejenuhan kawasan industri di Banten Utara.

“Harapan kita aktivitas ekonomi juga bisa berlangsung di Banten bagian selatan.

BACA JUGA : Siswa MAN 1 Serang Sabet Juara 1 Pencak Silat

Dan alhamdulillah dengan adanya Jalan Tol Serang-Panimbang ini, ada beberapa kawasan pusat pertumbuhan baru yang kita siapkan, kawasan industri dan sebagainya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten, Sofwan Kurnia, memastikan BI akan terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta menjamin ketersediaan valuta asing guna memberikan kepastian bagi investor dan pelaku usaha.

Menurutnya, dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional yang tetap positif, kinerja ekonomi Provinsi Banten berpeluang tumbuh lebih tinggi dibanding rata-rata nasional apabila tren investasi terus terjaga.

“Mari kita syukuri ini, bagaimana mobilisasi dana bisa masuk ke Provinsi Banten, baik dari investor asing maupun dari dalam negeri,” kata Sofwan. (raffi)

Pos terkait