Pernah Tersendat, PGRI Berharap Pemkot Cilegon Komitmen Pencairan Honor Daerah Bisa Tepat Waktu

WhatsApp Image 2025 09 01 at 17.30.39
Sejumlah pengurus dan anggota PGRI Kota Cilegon foto bersama, belum lama ini.

BANTENRAYA.CO.ID – Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia atau PGRI Kota Cilegon Bahrudin berharap honor daerah atau Honda bagi para guru honorer bisa dibayarkan tepat waktu setiap triwulan.

Hal itu agar, para guru honorer bisa memenuhi kebutuhan kehidupan sehari-hari.

Disisi lain, honor daerah yang diberikan juga diharapkan bisa meningkat lagi pada tahun depan dibawah Kepemimpinan Walikota Robinsar.

Bacaan Lainnya

Bahrudin menyampaikan, semoga apa yang direncanakan tidak ada keterlambatan itu menjadi komitmen.

BACA JUGA: Terungkap dalam Persidangan, Ini Bentuk Undangan Ketua Kadin Kota Cilegon ke Pengurus Sebelum ke PT CAA

Sebab, honor daerah tersebut menjadi hal yang sangat penting bagi para guru honorer.

“Ya mudah-mudahan tidak terulang seperti yang sudah-sudah. Kita ucapkan terima kasih itu sudah berkomitmen mudah-mudahan komitmen itu betul bisa dipegang dan bisa ditunggu untuk tidak terlambat lagi,” ujarnya, , Senin 1 September 2025.

Bahrudin berharap juga pemberian Honda tersebut bisa semakin meningkat nantinya, terlebih lagi, jika nilainya bisa sampai dengan sesuai kebutuhan para guru.

“Ya kepantasan lah gitu, karena kan sekarang kan serba mahal tuh. Ya kalau misalnya angka segitu ya mudah-mudahan, mudah-mudahan di kepemimpinan Pak Robin bisa dipikirkan ulang gitu untuk ditambahi. Syukur-syukur berharap ya UMR kan gitu,” tegasnya.

BACA JUGA: FKSS Kabupaten Serang Batalkan Demo, Pilih Audiensi Tuntut Insentif Guru Swasta

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon memastikan pembayaran honor daerah bagi para guru di Kota Cilegon dilakukan secara teratur setiap tiga bulan sekali atau triwulan.

Mekanisme tersebut telah ditetapkan sesuai dengan Peraturan Walikota (Perwal) Nomor 6 Tahun 2018 yang menjadi dasar hukum penyaluran dana tersebut.

Diketahui, honor yang diberikan bervariasi tergantung masa pengabdian. Guru dengan masa kerja lebih dari 10 tahun menerima Rp1 juta per bulan, sementara mereka yang kurang dari 10 tahun mendapatkan Rp675 ribu per bulan.

Secara keseluruhan, total anggaran yang dikucurkan mencapai Rp5 miliar, dengan ribuan guru sebagai penerima manfaat. Adapun rincian penerima honor mencakup guru PAUD swasta 994 guru, TK swasta 558 guru, TK negeri 18 guru, TK negeri (keamanan) 15 orang, Tutor Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) 151 orang, Pengurus PKBM 48 orang, Pengurus Taman Bacaan Masyarakat (TBM) 80 orang, Honorer PAUD 1.585 orang  dan Guru Kesetaraan 279 orang. (uri)***

Pos terkait