Tiga Perusahaan di Modern Cikande Tercemar Radioaktif Cs-137

Pemerintah Akui Kecolongan
TERCEMAR RADIOAKTIF: Menteri LH/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq memantau kawasan Industri Modern Cikande, karena danya temuan radioaktif Cs-137, Selasa (7 Oktober 2025).

BANTENRAYA.CO.ID – Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) terus melakukan penelusuran adanya temuan radioaktif cessium-137 (C-137) di kawasan Industri Modern Cikande.

Dari awal penelusuran pada tanggal 21 Agustus sampai 1 September 2025 Bappeten menemukan tujuh lokasi yang berpotensi tercemar radioaktif Cs-137 di antaranya beberapa perusahaan.

Pranata Humas Ahli Madya Bapeten Abdul Qohhar mengatakan, dari tujuh titik tersebut ada tiga radioaktif yang terdeteksi di sebuah perusahaan sekitar kawasan Industri Modern Cikande.

Bacaan Lainnya

“Selain dari perusahaan pengolahan udang beku di PT BMS (Bahari Makmur Sejati) ada juga di PT Vita Steel tapi infornya sudah ditutup dari tahun 2022. kemudian di belakang PT Kanemory sebuah perusahaan makanan,” ujarnya, Senin (1 September 2025).

Waspada Politik Adu Domba, Bepro Banten Minta Masyarakat Menahan Diri

Ia menjelaskan, selain di tiga perusahaan itu Bapeten juga telah menemukan titik radioaktif Cs-137 di beberapa tempat lainnya seperti di area terbuka dan di lapak pengumpulan besi.

“Seperti yang saya sampaikan kemarin, memang penelusuran sudah selesai hingga radius 5 kilometer. Kemudian berdasar hasil analisis, total ditemukan hingga saat ini ada tujuh lokasi, bertambah empat dari data yang susdah kami rilis,” katanya.

Qohhar menuturkan, tindakan sementara yang sudah dilakukan adalah pengamanan bersama POLRI dan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dengan memberikan tanda.

“Kalo masalah pembersihan, teknis maupun timingnya seperti yang aku sampain, masih dibahas di tingkat pimpinan Kementerian dan lembaga.

Buka Dari Pagi, Ini 5 Rekomendasi Cafe Kalcer Cocok Buat WFC di Kota Serang

Untuk tujuh lokasi, ada yang area terbuka, ada yang perusahaan, kios barang bekas,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, beberapa warga yang berpotensi terdampak juga tengan dilakukan pemeriksaan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui uji laboratorium.

“Kemarin sudah dilakukan pemeriksaan terhadap masyarakat yang tinggal di salah satu lokasi, namun hingga hari ini belum diperoleh hasilnya.

Tidak terlihat ada dampak ke masyarakat. Cuman tetap harus dipastikan yah, jadi harus lewat pemeriksaan laboratorium,” paparnya.

Siapakah Icha Atazen? Selebgram yang Dituding Sebagai Buzzer Pemerintah

Pihaknya juga belum bisa memasuki PT Kanemory sebuah perusahaan pengolah makanan siap saji yang diekspor ke Jepang yang berpotensi ada radioaktif Cs-137. “Kita juga blm masuk

, enggak mungkin Bapeten ujug-ujug masuk terus survei.

Makanya aku bilang tadi, untuk penanganan lagi dibicarakan di level pimpinan, karena memang lintas kementrian dan lembaga yang bakal terlibat,” tuturnya.

Jawaban Gus Yaqut Usai Diperiksa 7 Jam di KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

TAK DILIBATKAN
Temuan material radioaktif jenis Cesium-137 (Cs-137) di kawasan industri Modern Cikande, Kabupaten Serang, memicu perhatian publik.

Namun, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten menyatakan tidak dilibatkan dalam proses penanganan dan pengawasan langsung terhadap temuan tersebut.

Menurut Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3, dan Pengendalian Pencemaran pada DLHK Banten Ruli Riatno,

instansinya memang memiliki wewenang terhadap limbah B3, namun bahan radioaktif masuk dalam kategori yang lebih spesifik, yang pengelolaannya diatur dan ditangani oleh lembaga khusus.

Hypermart Akan Rebranding Logo Baru di Semua Gerai 

“Kalau limbah B3 itu ada klasifikasinya, seperti mudah korosif, mudah meledak, mudah menyala, beracun, dan lainnya. Tapi kalau radioaktif, meski sifatnya mirip dengan B3, penanganannya sangat spesifik.

Itu sudah diatur dalam Undang-undang nomor 10 tahun 1997 tentang Ketenaganukliran,” jelas Ruli, Senin (1 September 2025).

Ia menegaskan bahwa DLHK Banten tidak memiliki kapasitas, keahlian, maupun kewenangan dalam menangani zat radioaktif. Sebab penanganan radioaktif ditangani langsung oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN).

“Kami tidak punya kapasitas dan keahlian di sana. Tidak diberi kewenangan untuk itu.

Buka Dari Pagi, Ini 5 Rekomendasi Cafe Kalcer Cocok Buat WFC di Kota Serang

Penanganannya harus oleh tenaga profesional yang dilengkapi peralatan sangat aman dan canggih, karena radioaktif ini bahan yang sangat berbahaya dan tak kasat mata,” tambahnya.

DLHK Banten, kata Ruli, baru mengetahui temuan ini dari pemberitaan media dan belum ada koordinasi resmi yang melibatkan pihaknya.

“Sejauh ini kami tidak dilibatkan secara resmi dalam penanganan di lapangan. Mungkin karena sudah ditangani langsung oleh BAPETEN dan lembaga terkait lainnya,” ujarnya.

Berdasarkan penelusuran Banten Raya, material radioaktif jenis Cesium-137 terdeteksi oleh BAPETEN di sebuah lapak pengumpulan besi bekas di Cikande.

Waspada Politik Adu Domba, Bepro Banten Minta Masyarakat Menahan Diri

Diduga kuat, kontaminasi ini terkait dengan kasus ekspor udang beku asal Banten yang dicekal oleh Bea Cukai Amerika Serikat karena terdeteksi radioaktif.

BAPETEN telah memasang garis polisi di enam titik lokasi terpapar Cs-137 dan tengah melakukan penyelidikan untuk menelusuri asal usul kontaminasi.

Sementara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga telah membentuk tim investigasi gabungan.

Ruli menjelaskan bahwa meski sama-sama berbahaya, radioaktif jauh lebih kompleks dibanding limbah B3 biasa.

Buka Dari Pagi, Ini 5 Rekomendasi Cafe Kalcer Cocok Buat WFC di Kota Serang

Radioaktif bisa mengionisasi sel tubuh manusia, sangat berbahaya. Dalam jangka panjang bisa menyebabkan kanker. Bahkan meskipun tidak terlihat, zat ini bisa menempel dan memapar siapa pun tanpa disadari.

Ia menambahkan bahwa zat radioaktif memang dapat meluruh atau hilang dengan sendirinya, namun prosesnya bisa berlangsung hingga puluhan tahun, tergantung jenis radionuklida. (andika/tohir)

Pos terkait