BANTENRAYA.CO.ID – Satuan Tugas (Satgas) penanganan radioaktif Cessium-137 (Cs-137) terus melakukan dekontaminasi radioaktif Cs-137 di Kawasan Industri Modern Cikande dan ditargetkan selesai pada akhir Bulan November.
Dari 13 warga Cikande yang terpapar radiaktif Cs-137, sembilan di antaranya sudah kembali pulang setelah diberikan obat prussian blueyang yang dinilai langka dan mahal.
Pranata Humas Ahli Madya Bapaten Abdul Qohhar menuturkan, zat radioaktif Cs-137 bisa dikeluarkan lebih cepat dengan cara mengonsumsi obat prussian blue yang nantinya bisa mengikat Cs-137 yang ada di dalam tubuh.
“Secara kimiawi obat itu nanti akan mengikat partikel Cs-137, terus lebih gampang untuk dikeluarkan. Obatnya enggak ada di toko biasa, di Bapeten juga enggak ada,” jelasnya.
BACA JUGA : Ratusan Pejabat Pemkot Serang Dilantik di Pasar Kepandean Agar Pintar Mencari Duit
Ia mengungkapkan, obat prussian blue yang bisa mempercepat mengeluarkan zat radioaktif Cs-137 dari dalam tubuh manuasia sangat langka dan di dapat dari luar negeri.
“Di BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) juga enggak ada, Kemenkes (kementerian Kesehatan) juga nginpor.
Untuk harga dan bentuknya kaya gimana saya belum lihat dan lebih lenkapnya harus ditanyakan ke pihak terkait,” paparnya.
Qohhar mengatakan, biasanya tim medis membutuhkan waktu selama 70 hari untuk memastikan zat radioaktif Cs-137 bisa keluar dari dalam tubuh warga yang terpapar.
BACA JUGA : Walikota Serang Budi Rustandi Lantik Ratusan Pejabat di Pasar Kepandean
“Sebenarnya secara alami zat radioaktif masuk ke tubuh akan keluar sendiri melalui feses, urin dan keringat. Zat radioaktif Cs-137 itu bisa keluar sendiri dalam waktu 70 hari,” ujarnya.
Ia menjelaskan, secara medis radiasi Cs-137 yang masuk dalam tubuh manusia bisa mengakibatkan kerusakan sel jika dosis yang diterimanya cukup besar.
“Ketika harus nunggu 70 hari, mau enggak mau dia harus menerima radiasi nuklir terus, padahal itu tidak perlu. Oleh karena itu, kita harus segera mungkin mengeluarkan sehingga paparan radiasi yang diterima oleh tubuh semakin kecil,” katanya.
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendali Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, upaya dekontaminasi masih dilakukan di lima titik lokasi.
BACA JUGA : Pemkot Serang Masuk 10 Besar Serapan Anggaran Tertinggi Kota Se-Indonsesia
“Lima titik sudah didekontaminasi, kemudian lima lokasi lagi diasesmen. Sehingga masih tinggal 2 titik, tinggal kita sedang menunggu arahan dari Bapeten (Badan Pengawas Tenaga Nuklir),” ujarnya, Jumat (31 Oktober 2025).
Ia menjelaskan, proses dekontaminasi ditargetkan selesai pada akhir November 2025, sehingga Satgas penanganan Cs-137 bisa mengembalikan warga yang saat ini masih direlokasi.
“Kita minta batas waktu paling tidak sampai akhir November ini selesai. Sehingga sudah tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan masyarakat,” katanya.
Bareskrim Polri juga tengah berupaya keras untuk melakukan penyelidikan terhadap sumber yang mencemari Kawasan Industri Modern Cikande dari radioaktif Cs-137.
BACA JUGA : Pemkot Serang Masuk 10 Besar Serapan Anggaran Tertinggi Kota Se-Indonsesia
“Sumbernya diproyeksikan masih dari 2, yaitu importasi scrap, dan satunya dari lokal atau domestik. Jadi dua sisi sedang ditangani,” jelasnya
Ia mengungkapkan, 9 warga yang sempat dibawa ke Pusat Riset BRIN, kini sudah kembali pulang setelah mendapatkan penanganan kesehatan oleh tim medis.
“Yang sembilan sudah kembali dan telah mendapat intervensi kesehatan dari teman-teman Kemenkes (Kementerian Kesehatan),” paparnya.
Walaupun sudah pulih, namun sembilan warga tersebut tidak diperbolehkan terkena paparan radiaoaktif Cs-137 karena kondisi tubuh sudah tidak memungkinkan untuk menerima radiasi kembali.
BACA JUGA : Walikota Serang Budi Rustandi Lantik Ratusan Pejabat di Pasar Kepandean
“Intinya Pak, tidak boleh kepapar lagi. Jadi yang ada dipulihkan dengan beberapa suplemen yang memang dipersyaratkan untuk itu. Suplemennya langka dan mahal, namun untuk harganya saya kurang tahu,” tuturnya.
Hanif menuturkan, anggaran yang disediakan untuk melakukan penanganan radioaktif Cs-137 bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).
“Yang kami alokasikan sudah cukup. Kemudian untuk relokasi dan cek kesehatan ditangani oleh Pemda Serang, karena tidak boleh satu kegiatan ada dua sumber pendanaan,” jelasnya. (andika)





