Pencairan Rp42 Miliar PT ABM Disetop, Babar Minta Manajemen Introspeksi

Plt Dirut PT ABM, Babar Suharso.
Plt Dirut PT ABM, Babar Suharso.

BANTENRAYA.CO.ID – PT Agrobisnis Banten Mandiri (ABM) tengah melakukan langkah pembenahan besar-besaran setelah berbagai persoalan internal mencuat dan menjadi sorotan publik.

Sebagai bagian dari proses itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menghentikan sementara pencairan penyertaan modal senilai Rp42 miliar kepada perusahaan pelat merah tersebut.

Plt Direktur Utama PT ABM, Babar Suharso, menegaskan bahwa penghentian sementara anggaran itu tidak akan mengganggu jalannya operasional perusahaan.

Bacaan Lainnya

Pemilik Apotek Gama Didakwa Edarkan Obat Racikan Ilegal dan Tanpa Resep

Menurutnya, keputusan tersebut justru memberi ruang bagi manajemen untuk memfokuskan diri pada evaluasi dan pemeriksaan menyeluruh terhadap semua bentuk kerja sama yang pernah dijalankan.

“Enggak, gak mengganggu operasional. Kan yang di-hold itu rencana tambahan. Penyertaan modal di-hold, karena kita sedang mengevaluasi semua kerja sama yang sudah dilakukan dan sedang berjalan,” kata Babar, Selasa (2/9/2025).

Ia menambahkan, evaluasi ini dilakukan untuk memitigasi risiko kerugian sekaligus memastikan seluruh program berjalan sesuai dengan target. Jika ada kerja sama yang dinilai bermasalah atau berpotensi merugikan, maka dipastikan akan dihentikan.

Robinsar Ajak Langsung Investor Tinjau Gedung Eks Matahari Lama

“Harus disudahi, distop dan itu perintahnya. Kita sedang evaluasi, mitigasi lalu tindakan penyelamatan,” ujarnya.

Babar mengungkapkan, salah satu persoalan yang kini tengah diaudit oleh Inspektorat adalah kontrak yang realisasinya tidak sesuai dengan kesepakatan awal.

Selain itu, ia juga tidak menampik adanya dugaan pengadaan minyak fiktif senilai puluhan miliar rupiah yang kini sedang menjadi perhatian utama.

“Ya itu (salah satu,-red) yang kita sedang dalami, mitigasi dan kita evaluasi realisasinya,” jelasnya.

Wagub Banten Inisiasi Operasi Mata Katarak untuk Masyarakat Pandeglang

Di luar persoalan yang ada, Babar menilai bahwa arah bisnis PT ABM harus kembali difokuskan pada profitabilitas dan kesehatan perusahaan. Ia menegaskan, arus kas perusahaan harus dijaga tetap positif agar ABM dapat memberikan dividen dan mendukung penugasan dari Pemprov Banten.

“Sebetulnya lebih kepada orientasi bisnis yang harus difokuskan pada profit perusahaan, kesehatan perusahaan. Jadi cash flow kita harus positif targetnya itu,” ucapnya.

Dengan perusahaan yang sehat, lanjut Babar, PT ABM berpeluang ikut berkontribusi dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di Banten.

“Kalau sudah positif, kita punya deviden, kita punya kemampuan untuk mensubsidi barang-barang pokok yang ditugaskan. Misalnya ketika bawang merah dan cabai naik, kalau kita deviden atau keuntungan dari perusahaan yang sehat, kan kita bisa mensubsidi barang itu ketika ada penugasan. Tidak harus subsidi APBD misalnya itu,” pungkasnya. *** (raffi)

Pos terkait