BANTENRAYA.CO.ID – Sejumlah guru yang ikut dalam seleksi calon kepala sekolah (kepsek) mengaku pesimis bisa terpilih.
Sebab, beredar informasi bahwa proses seleksi tersebut diwarnai dengan dugaan permainan uang.
Mereka yang tidak menyediakan uang maka sudah pasti akan tergeser.
Salah seorang guru PNS di SMA Negeri yang ada di Provinsi Banten yang enggan diungkapkan identitasnya mengungkapkan, dia mendengar dari sejumlah sumber bahwa proses seleksi calon kepala sekolah diduga ada praktik uang di dalamnya.
BACA JUGA : Kelurahan Mulai Susun RKPD 2027
Karena itu, dia pesimis proses seleksi calon kepala sekolah ini bisa berjalan dengan adil. “Sudah bukan rahasia soal uang mah,” kata sumber ini, Rabu (7 Januari 2026).
Diketahui, saat ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten tengah melakukan seleksi calon kepala sekolah setingkat SMA/ SMK/ SKh untuk tahun 2026.
Seleksi itu tertuang dalam surat bernomor 800.1/21329-Dindikbud/2025 tentang Undangan Seleksi Administrasi Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS).
Setiap guru yang sudah memenuhi syarat akan mendapatkan undangan untuk ikut dalam seleksi ini.
BACA JUGA : Apdesi Tagih Janji Bantuan Rp300 Juta Per Desa
Dia menyatakan, ada berbagai macam pola yang dimainkan saat praktik uang ini dilakukan.
Semuanya bergantung pada kepada siapa si calon kepala sekolah itu dibantu. Bila yang membantu adalah pejabat, maka pejabat itulah yang akan meminta sejumlah uang.
Meski demikian, sumber ini mengaku tetap ikut dalam proses tersebut dan berharap dewi keberuntungan bisa berpihak kepadanya. “Itung-itung iseng-iseng berhadiah aja,” katanya.
Berdasarkan catatan Banten Raya, kurang lebih ada 24 jabatan kepala sekolah yang kosong dan hanya dijabat oleh seorang pelaksana tugas (plt).
BACA JUGA : Sunset Mall Jadi Daya Tarik Baru Destinasi Wisata Baru di Cilegon
Jumlah itu belum lagi ditambah dengan kepala sekolah yang dalam waktu dekat atau tahun ini memasuki usia pensiun.
Bahkan ada sumber yang menyatakan ada kurang lebih 40 jabatan kepala sekolah yang akan kosong. Hingga saat ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten belum merilis jumlah resmi.
Sebelumnya, sumber Banten Raya yang lain juga mengungkapkan diduga ada 15 jabatan kepala sekolah yang sudah disiapkan untuk “anak emas”.
Ke-15 jabatan ini telah memiliki kandidat meski belum diketahui identitas pasti mereka.
BACA JUGA : Emas Perhiasan Pemicu Utama Inflasi Banten 2025
“Ada 15 yang sudah pasti ada jabatannya,” kata sumber Banten Raya, Selasa (6 Januari 2026).
Ke-15 jabatan kepala sekolah itu disiapkan bagi anak emas. Bahkan, diduga ada juga transaksi bagi sejumlah calon kepala sekolah.
Karena ada praktik ini, sejumlah guru yang berkeinginan mencoba untuk seleksi calon kepala sekolah akhirnya mengurungkan diri mereka karena mereka menganggap akan percuma ikut dalam kompetisi yang tidak fair tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Jamaludin belum menanggapi permintaan konfirmasi yang dilayangkan Banten Raya terkait masalah ini. (tohir)







