Perbaikan JLS Masih Andalkan APBN

Perbaikan JLS Masih Andalkan APBN
JALAN RUSAK: Kondisi JLS yang rusak parah, DPUPR sendiri masih mengandalkan anggaran pusat, Senin (19 Januari 2026).

BANTENRAYA.CO.ID – Perbaikan Jalan Lingkar Selatan (JLS) mendapatkan gelontoran anggaran Rp32 miliar dari program Instruksi Presiden (Inpres) Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah untuk Mendukung Swasembada Pangan dan Energi.

Nantinya, perbaikan tersebut dimulai dari titik PCI hingga Rumah Sakit Bethsaida.

Perbaikan sendiri bukan hanya untuk betonisasi jalan saja. Namun juga perbaikan trotoar dan drainase.

Diketahui, JLS yang memiliki panjang hampir 15 kilometer, sekarang kondisinya sudah sangat rusak dan membahayakan.

BACA JUGA : Kopi Cabang Rumah Tangga Ngopi Serasa di Rumah Sendiri

Bahkan di sejumlah jembatan betonnya sudah terkelupas dan terlihat besi corannya. Titik terparah yakni arah sebelah kanan jalan yakni dari Anyer menuju PCI.

Perbaikan JLS sendiri masih mengandalkan anggatan dari pemerintah pusat atau APBN.

Dimana, sebelumnya perbaikan juga dilakukan melalui program yang sama pada 2023 sebesar Rp67 miliar.

Tidak hanya anggaran pusat, perbaikan JLS sendiri juga mengandalkan anggaran sumbangan dari industri.

BACA JUGA : Dapat Instruksi Gubernur, Budi Rustandi Langsung Normalisasi Kali Tamansari 

Hal itu karena perbaikan JLS memerlukan anggaran besar dan tidak dimungkinkan lewat APBD Kota Cilegon.

Bahkan, JLS pernah diwacanakan Pemkot Cilegon diambil alih pemerintah pusat.

Hal itu karena perbaikannya membebani APBD. Mekanisme pengambilalihan tersebut yakni melalui tukar guling dengan jalan nasional Jalan A Yani, sehingga JLS menjadi aset pemerintah pusat dan perwatan menjadi tanggungjawab APBN.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pemataan Ruang (DPUPR) Kota Cilegon Tb Dendi Rudiatna menjalaskan, anggaran sendiri nantinya digelontorkan dari pusat. Namun, itu hanya memperbaiki 2.100 meter.

BACA JUGA : Panen Perdana Melon Hidroponik di Pesantren Amalul Ummah, Hasilkan Buah Berkualitas Tinggi

“Ada 3 item pekerjaan, rencana peningkatan jalan beton, saluran dan trotoar. Titik nol dari PCI sampai RS Bethsaida,” katanya, Senin (19 Januari 2026).

Sisanya sendiri, imbuh Dendi, akan dilakukan pengajuan anggaran kembali ke pusat.

Dimana itu diupayakan terutama di sejumlah titik seperti di Rakata dan depan Honda.

“Semoga bisa diakomodir dalam waktu dekat ini. Kami ajukan kembali untuk perbaikan sisanya,” jelasnya.

BACA JUGA : Agung Ginanjar, Hilangkan Kepenatan dengan Touring

Kerusakan JLS, ujar Dendi, dipicu karena truk dengan kapasitas kelebihan tonase. Dimana yang melintas hampir truk bermuatan 30 ton.

Padahal, JLS diperuntukkan dengan spek berat muatan 25 ton saja.

Pihaknya sendiri meminta agar JLS yang sudah diperbaiki tersebut tidak lagi dilintasi truk bermuatan lebih dari 25 ton. Sebab, nantinya akan mudah kembali rusak.

“Yah itu atensi kami. Namun, kewenangan bukan di kami soal pembatasan truk bermuatan diluar kapasitas. Batasnya 25 ton tapi yang melintas lebih dari 30 ton. Jadi akan mudah rusak,” ucapnya.

BACA JUGA : Swiss Belexpress Cilegon Hotel Kelas Internasional di Pusat Kota

Soal pengawasan truk di luar kapasitas, imbuh Dendi, hal itu menjadi kewenangan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon.

“Kami minta agar jadi atensi khusus untuk pelarangan truk yang melebihi kapasitas,” ujarnya.

Sementara itu, warga yang melintas JLU Ipul mengungkapkan, kondisi rusaknya JLS sangat membahayakan bagi pengendara, terutama roda dua.

Selain tertabrak truk juga rawan terjatuh karena dalamnya lubang. “Kondisinya sangat rawan, apalagi bagi pengendara motor seperti kami,” jelasnya.

BACA JUGA : Dapat Instruksi Gubernur, Budi Rustandi Langsung Normalisasi Kali Tamansari 

Ipul menjelaskan, sejak 2023 lalu JLS rusak. Hal itu wajar karena banyak truk tambang yang hilir mudik dengan kapasitas besar.

“Apalagi sekarang banyak truk tambang melintas hampir 24 jam,” jelasnya.

Walikota Cilegon Robinsar mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan survei bersama dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Dimana, perbaikan akan diupayakan sampai titik di Perumahan Rakata.

“Insya Allah dalam waktu dekat ini akan direalisasikan. Kami sudah meninjau juga yang di Rakata,” pungkasnya. (uri)

Pos terkait