Pengusaha Turki Bidik Rumah Sakit Banten untuk Jalin Kerja Sama

Pengusaha Turki Bidik Rumah Sakit Banten untuk Jalin Kerja Sama
Perwakilan Asosiasi Klaster Industri Medis OSTIM Turki saat audiensi dengan Gubernur Banten Andra Soni di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Rabu (21 Januari 2026).

BANTENRAYA.CO.ID – Sejumlah pengusaha industri medis dari Asosiasi Klaster Industri Medis OSTIM Turki mengaku tertarik untuk memasarkan produk medis mereka di Indonesia melalui Banten.

Letak Banten yang strategis dan dekat dengan Jakarta menjadi salah satu alasan mereka melirik Banten.

Dr Alan A Bayrak selaku ketua rombongan Asosiasi Klaster Industri Medis (OSTIM) Turki mengatakan, Banten sangat cocok dengan apa yang diinginkan para pengusaha industri medis Turki.

Para pengusaha yang dia bawa saat ini merupakan pengusaha yang memproduksi alat kesehatan yang memiliki teknologi tinggi (high technology).

BACA JUGA : KS Minta Nilai NJOP Turun

“Mereka punya market besar di Eropa sebagian di Timur Tengah dan negara eks Soviet,” kata Alan saat audiensi dengan Gubernur Banten Andra Soni, di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Rabu (21 Januari 2026).

Asosiasi Klaster Industri Medis OSTIM (OSTIM Medical Industry Cluster) sendiri adalah sebuah kelompok atau klaster perusahaan-perusahaan di Turki yang bergerak di sektor industri alat kesehatan,

bertujuan untuk mengembangkan industri domestik, meningkatkan daya saing di pasar global, serta mendorong inovasi dan integrasi teknologi untuk bersaing di pasar internasional, dengan fokus pada produk berteknologi tinggi dan area khusus (niche) dalam perangkat medis.

Alan mengungkapkan, perusahaan-perusahaan alat medis ini sudah dapat lisensi dari negara-negara di Eropa sehingga bisa ekspor ke Eropa dengan mudah.

BACA JUGA : 100 Siswa SD Calung Diedukasi Soal Keuangan oleh KKM Kelompok 93 Untirta dan OJK

Kawasan industri di Ostim Ankara saat ini sedang maju dan bersaing dengan teknologi Jerman.

Industri kesehatan di Ostim Ankara sendiri dibangun tahun 2007 dan elah capai target ekspor ke 130 negara.

Kluster kesehatan hanya satu dari sekian banyak industri lain di Ostim Ankara.

Gubernur Banten Andra Soni mengaku takjub dengan kemajuan teknologi yang dicapai Turki saat ini, terutama di bidang medis.

BACA JUGA : Dukung Petani Berdaya, Dompet Dhuafa dan UPZDK Permata Bank Syariah Jalin Kerja Sama Program Budidaya Seledri Hidroponik di Banten

Bahkan, sejumlah produk yang dihasilkan Turki merupakan satu-satunya di dunia dan cukup banyak peralatan medis yang tidak ditemukan di Indonesia. Meski demikian, sebenarnya sudah ada beberapa produk Turki yang sudah masuk dan digunakan di Indonesia.

“Banten memiliki 130 rumah sakit, didominasi ada di Tangerang Raya. Banten memiliki 12,4 juta orang penduduk dan kesadaran kesehatannya sangat tinggi,” katanya.

Andra juga menjelaskan, angka harapan hidup di Banten merupakan yang tertinggi di Indonesia. Beberapa rumah sakit Banten juga saat ini menjadi rujukan nasional.

“Ini peluang baik untuk produk Turki bisa masuk ke Indonesia. Saya sebagai Gubernur Banten siap memfasilitasi apa yang bisa sata bantu untuk teman-teman dari Turki,” katanya.

BACA JUGA : Perbaikan JLS Masih Andalkan APBN

Terkait rencana para pengusaha ini akan membangun pabrik alat kesehatan di Banten, Andra menyatakan itu baru sebatas obrolan.

Pertemuan ini juga merupakan awal dari kerja sama perdagangan khususnya di bidang alat kesehatan antara Turki dan Indonesia. (tohir)

Pos terkait