Tol Serpan Seksi II Dibuka Fungsional untuk Mudik Lebaran 2026

Tol Serpan Seksi II Dibuka Fungsional untuk Mudik Lebaran 2026
Susaana di gerbang Tol Rangkasbitung tampak lengang, Minggu (8 Februari 2026).

BANTENRAYA.CO.ID  – Tol Serang-Panimbang (Serpan) seksi II ruas Rangkasbitung-Cileles bakal dibuka fungsional untuk arus mudik lebaran tahun 2026 secara gratis.

Kendati begitu, Manajer Bidang Pengembangan Sistem dan Usaha PT Wika Serang-Panimbang, Muhammad Albagir menyampaikan rencana itu masih harus menunggu keputusan dan verifikasi dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

“Dalam satu hingga dua minggu ke depan, kementerian dijadwalkan melakukan visit untuk memverifikasi kesiapan Seksi 2 Tol Serpan menjelang arus mudik lebaran 2026,” kata Albagir diwawancara pada Minggu (8 Februari 2026).

Di sisi lain, Albagir menyebut progres pembangunan seksi II tol Serpan sendiri telah mencapai 96,7 persen.

BACA JUGA : Walikota Targetkan 2.100 Rutilahu Terbangun

Progres itu yang dijadikan pihaknya merencanakan hal tersebut. Adapun, total panjang Tol Serpan Seksi II ruas Rangkasbitung-Cileles sendiri ialah mencapai 24,17 kilometer.

“Untuk Seksi 2 progresnya sudah mencapai 96,78 persen. Capaia itu yang kemudian kita ingin agar seksi II dibuka fungsional untuk lebaran nanti,” imbuhnya.

Albagir menuturkan, pembukaan fungsional ruas Rangkasbitung-Cileles saat mudik Lebaran 2026 diharapkan dapat memperlancar arus kendaraan sekaligus meningkatkan aksesibilitas wilayah Banten Selatan yang selama ini bergantung pada jalur arteri.

“Sejauh ini tentu masyarakat Banten Selatan masih memanfaatkan jalur arteri. Keberadaan Tol Serpan nantinya dapat memangkas waktu perjalanan para pengendara yang melintas,” tuturnya.

BACA JUGA : Skor Integritas Banten Rendah

Dari sisi operasional, pengelola tol telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif guna menjaga kelancaran layanan selama Ramadan dan Idulfitri.

Peningkatan kualitas jalan di beberapa titik serta penyiapan posko keamanan dan keselamatan menjadi fokus utama. “Kami sudah melakukan perbaikan di titik-titik jalan yang bergelombang atau kurang optimal.

Selain itu, kami menyiapkan posko keamanan dan keselamatan serta menambah personel untuk pelayanan 24 jam selama tujuh hari penuh,” tuturnya.

Menanggapi persepsi masyarakat terkait tarif Tol Serang–Panimbang yang dinilai relatif tinggi, Albagir menegaskan bahwa penetapan tarif tol merupakan hasil kajian komprehensif yang mempertimbangkan berbagai aspek ekonomi.

BACA JUGA : Bayar Pajak Lebih Awal, Warga Banten Langsung Dapat Hadiah

“Ada tiga komponen utama pembentuk tarif, yaitu biaya konstruksi atau investasi, biaya operasional kendaraan (BOK), serta kemampuan dan kemauan membayar pengguna (ability to pay dan willingness to pay).

Tarif ditetapkan melalui kajian dan menjadi kewenangan Kementerian PU,” kata Albagir.

Ia juga menilai perbandingan dengan tol-tol lama seperti Jagorawi perlu dilihat secara proporsional.

“Tol Jagorawi dibangun pada era 1980-an, sementara Tol Serang–Panimbang mulai dibangun pada 2017. Perbedaan biaya konstruksi dan dampak inflasi tentu signifikan. Ini yang perlu dipahami masyarakat,” ujarnya.

BACA JUGA : bank bjb dan Universitas Indonesia Perluas Kolaborasi untuk Dukung Transformasi Layanan Pendidikan Tinggi

Dari sisi trafik, volume kendaraan harian yang melintas di Tol Serang–Panimbang saat ini berkisar antara 5 ribu hingga 6 ribu kendaraan.

Namun, pada periode tertentu seperti libur Lebaran, libur sekolah, Natal dan Tahun Baru, serta long weekend, trafik mengalami lonjakan tajam. “Mayoritas pengguna tol ini untuk keperluan wisata.

Saat libur panjang, volume kendaraan bisa meningkat hingga belasan ribu per hari,” tandasnya. (aldi/muhaemin)

Pos terkait