247 Ribu Pemudik Menyeberang ke Sumatera

247 Ribu Pemudik Menyeberang ke Sumatera
CEK POSKO: Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo mengecek kelengkapan pelayanan di Posko Mudik di Rest Area KM 43, Minggu (15 Maret 2026).

BANTENRAYA.CO.ID – Sebanyak 247 ribu pemudik dari sejumlah daerah di Pulau Jawa telah menyeberang ke Sumatera melalui tiga pelabuhan penyeberangan yang ada di Banten, Minggu (15 Maret 2026).

Berdasarkan data posko mudik Lebaran, para pemudik tersebut mulai menyeberang pada H-10 hingga H-6 lebaran, dari Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara.

Tercatat bahwa angka 247.297 orang yang menyeberang ini mengalami penurunan sebesar 6,4 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yang mencapai 264.174 orang.

Berbeda dengan jumlah kendaraan yang menyeberang, yang mengalami peningkatan sebesar 1,9 persen dibandingkan 2025, yaitu dari 60.452 menjadi 61.602 unit.

BACA JUGA : Ribuan Pemudik Bersiap Berangkat, Mudik Bareng Pertamina Dorong Perjalanan Aman dan Hemat BBM

Sedangkan total penumpang yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu pada H-10 hingga H-6 tercatat 160.207 orang, atau turun 13,9 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yaitu 186.134 orang.

Untuk total kendaraan yang telah menyeberang tercatat 36.246 unit, atau turun 7,2 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yang tercatat 39.077 unit.

Direktur Utama (Dirut) PT ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo menjelaskan, secara trafik harian, jumlah pemudik terus mengalami peningkatan, terutama pada kendaraan yang melintas.

“Mulai H-10 hingga H-6 sudah ada kenaikan, meskipun belum signifikan dan masih aman. Kenaikan sekitar 5 persen,” katanya saat mengecek kondisi posko di rest area KM 43, pada Minggu (15 Maret 2026).

BACA JUGA : Hiromi Glamping Bergaya Jepang

Heru menegaskan bahwa pihaknya akan menyiapkan sejumlah upaya menghadapi puncak mudik yang akan terjadi pada 18 dan 19 Maret.

Salah satunya adalah menyiapkan sistem penundaan (delaying system) atau perlambatan arus di tol dan jalan arteri.

Misalnya, di Merak, ada di ASDP, rest area KM 43, rest area KM 68, dan buffer zone di Jalan Lingkar Selatan (JLS) sebagai lokasi penampungan sementara kendaraan sebelum masuk Pelabuhan di Cikuasa Atas.

“Kami telah berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk menerapkan delaying system melalui sejumlah titik buffer zone guna mengatur arus kendaraan menuju pelabuhan,” ujarnya.

BACA JUGA : Terduga Pelaku Pungli Dinsos Lebak Terancam Dipecat

Termasuk di Bakauheni menuju Merak, papar Heru, juga disiapkan area delaying system.

Misalnya, di rest area KM 87B, KM 67B, KM 49B, KM 33B, KM 20B, serta area penyangga tambahan di Terminal Gayam dan RM Gunung Jati. “Ini juga untuk mengantisipasi kendala dari Pelabuhan Bakauheni,” tambahnya.

Heru mengingatkan agar warga menyiapkan kondisi kendaraan yang baik dan fisik yang sehat.

Jika merasa kelelahan, pemudik dipersilakan beristirahat di posko yang sudah disediakan ASDP di sejumlah lokasi, termasuk rest area.

BACA JUGA : Gubernur Tagih Komitmen Pengelola Tol Soal Perbaikan Jalan

“Para pemudik diharapkan menyiapkan kendaraan yang sehat dan fisik yang baik.

Kami juga sudah memastikan posko untuk bisa memberikan pelayanan yang baik, yang berkaitan dengan kebutuhan tiket warga dan juga tempat istirahat selama perjalanan,” ujarnya.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak Umar Imran menyatakan bahwa pihaknya juga menyiapkan kontingensi plan jika terjadi keadaan darurat saat pelayanan.

“Kami menyiapkan kesiapan tugboat, teknisi siaga 24 jam, serta dukungan pelabuhan alternatif jika terjadi gangguan operasional.

BACA JUGA : Kereta Rangkasbitung-Merak Hanya Sampai Stasiun Cilegon

Koordinasi operasional dipantau melalui Port Operation Control Center yang melakukan monitoring dan koordinasi secara real-time dengan seluruh pemangku kepentingan,” jelasnya.

Di sisi lain, jelas Umar, pihaknya juga berharap warga terus memantau kondisi cuaca dari BMKG. Hal ini untuk meningkatkan kewaspadaan saat mudik.

“Pemudik juga diimbau untuk memantau informasi cuaca dan mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan perjalanan,” katanya.

Sementara itu diketahui, sebanyak 16 ribu unit kendaraan roda dua (motor) telah menyeberang Pelabuhan Ciwandan untuk menyeberang ke Pulau Sumatera.

BACA JUGA : Warmindo NYC Warjok Serang Tawarkan Paket Bukber Rp25 Ribu

Pelabuhan Ciwandan yang berada di lingkungan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Banten semakin banyak dipadati oleh para pemudik sepeda motor.

Terpantau di lapangan, pelayanan angkutan Lebaran, arus penyeberangan menuju Sumatera terpantau berjalan lancar, tertib, dan terkendali dengan dukungan koordinasi antar pihak terkait. Berdasarkan data operasional sampai Minggu (15 Maret 2026).

pukul 15.00, Pelindo Regional 2 Banten mencatat sebanyak 11 unit kapal beroperasi melayani penyeberangan melalui Pelabuhan Ciwandan dengan 22 kali perjalanan kapal (vessel call).

General Manager Pelindo Regional 2 Banten Benny Ariadi mengatakan, bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap dinamika arus kendaraan dan penumpang.

BACA JUGA : Gebyar Ramadan Pramuka UIN SMH Banten Menyatukan Spiritualitas, Kepedulian Sosial, dan Kebersamaan Generasi Muda

“Pemantauan ini untuk dapat memastikan seluruh proses layanan berjalan aman, tertib, serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan,” katanya kepada Banten Raya.

Pihaknya rutin melakukan pendataan pemudik yang datang di Pelabuhan Ciwandan sampai hari ke 5 ini Minggu 15 Maret 2026 hingga dapat berjalan dengan baik dan kondusif.

“Kami terus melakukan pemantauan pergerakan trafik secara real time dan memperkuat koordinasi dengan seluruh stakeholder agar pelayanan tetap optimal,” terangnya.

Berikut ini data pemudik di Pelabuhan Ciwandan sampai pukul 15.00. Total penumpang tercatat mencapai 8.899 orang, yang terdiri dari pengendara sepeda motor serta pengemudi kendaraan logistik.

BACA JUGA : Utamakan Keselamatan Perwira di tengah Eskalasi Geopolitik, PIEP Relokasi Pekerja

Untuk kendaraan roda dua sebanyak 4.890 unit sepeda motor telah dilayani untuk menyeberang menuju Sumatera.

Kendaraan logistik (truk) arus distribusi barang tetap berjalan dengan baik dengan 1.634 unit truk logistik yang diseberangkan.

Total kendaraan secara keseluruhan mencapai 6.524 unit yang merupakan gabungan kendaraan roda dua dan kendaraan logistik.

Total Kapal (Vessel Call) sebanyak 115 perjalanan kapal, penumpang sebanyak 20.698 orang, kendaraan roda dua sebanyak 8.144 unit. Kendaraan logistik (truk) sebanyak 7.869 unit, dan kendaraan (keseluruhan) sebanyak 16.013 unit. (uri/tia)

Pos terkait