Bank Banten Bidik Laba Rp75 Miliar di 2026, Percaya Diri Berkat RKUD

Bank Banten Bidik Laba Rp75 Miliar di 2026 , Percaya Diri Berkat RKUD
BIDIK PERTUMBUHAN: Jajaran direksi Bank Banten usai melaksanakan agenda RUPST dan Public Expose di Pendopo Provinsi Banten, Selasa (28 April 2016).

BANTENRAYA.CO.ID – PT Bank Pembangunan Daerah Banten (Bank Banten) menargetkan perolehan laba sebesar Rp75 miliar pada tahun 2026.

Kepercayaan diri tersebut menyusul adanya peralihan Rekening Kas Umun Daerah (RKUD) dua kabupaten dan kota di Banten.

Direktur Utama Bank Banten Muhammad Busthami mengungkapkan, peningkatan kinerja tahun 2025 dengan laba mencapai Rp52,52 miliar, mencakup seluruh lini keuangan dengan pertumbuhan rata-rata di atas 30 persen dibandingkan tahun 2024.

“Keikutsertaan kabupaten dan kota dalam mempercayakan pengelolaan RKUD kepada Bank Banten memberikan implikasi langsung terhadap peningkatan kinerja, terutama pada penyaluran kredit ASN dan PPPK,” kata Bustami saat Public Expose dan RUPST di Pendopo Provinsi Banten, Selasa (28 April 2026).

BACA JUGA : 1 Meninggal, 14 Orang Jadi Tersangka

Berdasarkan laporan kinerja tahun 2025, Bank Banten mencatatkan total aset menembus angka di atas Rp10 triliun, kredit yang diberikan mencapai Rp5,07 triliun, Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp6,42 triliun,

serta kualitas kredit perbaikan signifikan pada rasio Gross Non-Performing Loan (NPL) yang kini berada di level 4,67 persen.

Memasuki tahun 2026, Busthami optimistis kinerja Bank Banten meningkat seiring bertambahnya jumlah kabupaten dan kota yang bekerja sama dalam pengelolaan RKUD.

Pihaknya memproyeksikan tambahan potensi pengelolaan kredit mencapai Rp3 triliun.

BACA JUGA : Budi Rustandi, Kenang Jasa Guru

“Sesuai rencana bisnis bank tahun 2026, proyeksi laba bersih kami di akhir tahun adalah Rp75 miliar. Namun, kami berupaya serius untuk mencapai di atas target tersebut,” tegasnya.

Untuk mencapai target tersebut, Bank Banten telah menyiapkan sejumlah strategi utama, di antaranya yakni melakukan akselerasi digital pengembangan produk dan layanan digital sebagai suatu keniscayaan perbankan modern.

“Dengan penguatan sinergi daerah dan transformasi digital, Bank Banten berkomitmen untuk terus berbenah guna memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Banten,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Kepatuhan Bank Banten Eko Virgianto menyoroti soal kualitas pemberian kredit yang terkendali dengan baik, meskipun agresivitas penyaluran tetap tinggi. Terutama, kredit ASN dan PPPK yang memiliki payroll di Bank Banten.

BACA JUGA : Perkuat Ketahanan Energi Nasional, PHE Dorong KSOT Struktur dan Area Migas dengan standar HSSE Ketat

“Walaupun ini kan kita agresif ya naik 32 persen, tapi kita tekankan bahwa yang ekspansi itu benar-benar punya kualitas yang bagus, oleh sebab itu low risk ya, kita targetkan di tahun 2026 NPL bisa 3,5 persen,” cakapnya.

Kendati demikian, Bank Banten masih belum fokus untuk melakukan pendanaan terhadap program pemerintah seperti MBG atau Koperasi Desa, yang sudah menjadi arahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk terus didorong.

“Kita masih terus melakukan perbaikan internal termasuk empat kabupaten dan kota di Tangerang dan Cilegon untuk bisa bekerja sama terkait pengelolaan RKUD nya,” kata Eko. (raden)

Pos terkait