Satu Jemaah Haji Cilegon Meninggal Sesak Nafas

Satu Jemaah Haji Cilegon Meninggal Sesak Nafas
HAJI MABRUR: Suasana jemaah haji Cilegon saat berkumpul dan melaksanakan rangkaian ibadah haji.

BANTENRAYA.CO.ID – Satu jemaah haji asal Kota Cilegon dinyatakan meninggal dunia setelah mengalami sesak nafas, Rabu (10 Juni 2026) pukul 01.19 waktu setempat.

Satu orang jemaah yang meninggal dunia tersebut atas nama Saluri berusia 77 tahun kloter 21 JKB.

Berdasakan keterangan yang dihimpun, Saluri meninggal dulia akibat keluhan sesak nafas sejak 2 Juni.

“Almarhum sudah sesak nafas dari 2 Juni, dan sempat dirawat medis dulu. Lalu dikabarkan hari ini Rabu 10 Juni dinyatakan meninggal dunia,” ujar Kepala Kemenhaj Kota Cilegon Zarkoni.

BACA JUGA : Dewan Usul PT ABM Dibubarkan

Menurutnya, jemaah haji yang meninggal dunia telah dikebumikan di Maqbarah Sharrya Blok 19 Qubhr Nomor 36, Mekkah, Arab Saudi.

“Mohon doakan beliau khusnul khotimah, serta keluarga yang ditinggalkan diberi keikhlasan dan kesabaran,” ucapnya.

Selain jemaah meninggal, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Cilegon juga mencatat, ada 3 orang jemaah haji lainnya yang dinyatakan sakit dan tak dapat mengikuti program haji sampai menjelang kepulangan nanti. Satu jemaah diketahui mengalami TBC dan harus menjalani karantina.

Berdasarkan data Kemenhaj Kota Cilegon, gelombang pertama kloter 11 JKB pada 4 Mei 2026 telah diberangkatkan sebanyak 385 orang jemaah.

BACA JUGA : Lolos Seleksi Paskibraka, Siswa MAN 1 Kabupaten Serang Diberi Beasiswa

Lalu untuk gelombang kedua kloter 21 JKB telah diberangkatkan pada 16 Mei 2026 sebanyak 235 orang jemaah.

Kepala Kemenhaj Kota Cilegon Zarkoni mengungkapkan, selain tiga jemaah yang mengalami sakit, ada satu jemaah lainnya yang meninggal dunia.

Dari pihak kloter dan medis yang menangani para jemaah haji yang sakit, mendeteksi tiga jemaah itu mengalami sakit yang berbeda.

Satu orang dikarantina karena mengalami penyakit TBC atau tuberkulosis dan diharuskan melakukan karantina.

BACA JUGA : Kafe Sakeca Horison TC UPI Serang Pas Buat WFA

“Di karantina minimal 14 hari, informasinya kena penyakit TBC dan baru tau ada penyakit itu setelah selesai rangkaian haji sekitar akhir Mei,” ungkapnya.

Pihaknya melakukan karantina untuk satu orang haji untuk meminimalisir jemaah haji yang lainnya supaya tak tertular.

“Karena TBC itu menular, jadi masih dikarantina dan diobservasi dulu dengan tim medis di sana,” katanya.

Dua orang yang lainnya akan diurus kepulangannya secara cepat sebelum jadwal kepulangan yang telah ditentukan. “Satu orang masih dirawat sakit paru, dan satu orang akan dipulangkan cepat karena dimensia,” tuturnya.

BACA JUGA : Anthon Gunawan, Touring Nambah Wawasan

Selain 4 jemaah itu, Zarkoni memastikan jemaah haji kloter 11 JKB dan kloter 21 JKB dipastikan sehat.

“Alhamdulillah jemaah yang lainnya sehat walafiat, InsyaAllah sehat sampai kembali ke Cilegon,” pungkasnya. (tia)

Pos terkait