Pemkab Serang Bakal Pasang Portal

Pemkab Serang Bakal Pasang Portal
LAKUKAN PEMBAHASAN : Pemerintah Kabupaten Serang menggelar rapat Forkopimda di Pendopo Bupati Serang untuk membahas beberapa permasalahan daerah, Selasa (4 Agustus 2026).

BANTENRAYA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Serang akan memperkuat penindakan terhadap truk Over Dimension Over Loading (ODOL) salah satunya truk tambang yang masih banyak melintas di wilayah Bojonegara dan Pulompel.

Hal itu disampaikan Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah usai Rapat Forkopimda di Pendopo Bupati Serang.

Zakiyah mengatakan, Pemkab Serang masih mengalami kesulitan untuk mengatasi truk Odol yang membandel dan beroperasi tidak sesuai ketentuan. “Penanganan ODOL ini kita tidak bisa sendiri.

Kami hanya memiliki Dinas Perhubungan dan Satpol PP. Tentu yang kami butuhkan adalah kerja sama lintas sektoral,” ujarnya, Selasa (4 Agustus 2026).

BACA JUGA : Liga Jasa Keuangan bank bjb 2026, Dukung Kolaborasi Industri Jasa Keuangan

Ia menjelaskan, dalam rapat Forkopimda yang dihadiri TNI-Polri hingga Kejaksaan itu muncul sejumlah masukan untuk menekan pelanggaran ODOL. “Pertama kita akan terus memperkuat pengawasan.

Tadi ada masukan kalau bisa nanti kita gunakan portal sehingga para ODOL tidak bisa menerjang sebelum jam operasional itu kemungkinan bisa kita atasi,” katanya.

Zakiyah menuturkan, selain portal, Pemkab Serang juga berencana untuk duduk bersama dengan perusahaan di kawasan industri dalam menekan pelanggaran.

“Kemungkinan kami juga akan duduk bersama dengan perusahaan yang ada di wilayah Bojonegara dan Pulo Ampel lagi untuk memastikan bahwa setiap kendaraan besar terutama ODOL itu tidak melintasi di jam operasional,” jelasnya.

BACA JUGA : Data Penerima MBG Tak Sinkron

Bupati menegaskan semua perusahaan wajib patuh terhadap Keptusan Gubernur (Kepgub) Banten nomor 567 terkait jam operasional truk besar.

“Dan semuanya harus patuh terhadap keputusan gubernur yang sudah beredar saat ini,” tegasnya.

Ia mengakui hingga saat ini masih banyak truk ODOL yang melanggar. Keluhan warga juga banyak beredar di media sosial.

“Menurut informasi masih banyak dan kita juga tahu di media banyak yang masih menyampaikan kekecewaannya terutama dari warga kami di Bojonegara dan Pulo Ampel,” paparnya.

BACA JUGA : Tingkatkan Mutu Pendidikan, Bupati Dewi Dorong Guru Berinovasi

Untuk rencana pelebaran jalan nasional di Bojonegara-Pulo Ampel, Bupati menyebut masih menunggu hasil dari Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU).

“Kami meyakini semoga ke depan itu bisa kita terus antisipasi, kita terus bisa mengawasi secara lebih ketat lagi sehingga kita bisa minimalisir segala kemungkinan yang terjadi terutama kemacetan dan laka lantas yang ada di wilayah Bojonegara dan Pulo Ampel,” tuturnya. (andika/tanjung)

Pos terkait