BANTENRAYA.CO.ID – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Banten mengirimkan tiga orang Tenaga Kesehatan (Nakes) ke Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk membantu masyarakat terdampak bencana. Sambil membawa obat 130 kilogram, mereka akan bertugas selama dua pakan.
Ketua PMI Provinsi Banten Ratu Tatu Chasanah mengatakan, tim kesehatan tersebut diberangkatkan pada Kamis 29 September 2026 dan bertugas selama kurang lebih dua pekan.
“Besok (hari ini-red) dari tim kesehatan PMI Provinsi Banten akan diberangkatkan ke NTT, yaitu ke Kabupaten Ngada. Ini di bawah koordinasi PMI Pusat,” ujar Tatu di Markas PMI Banten, Kalodran, Kota Serang, Rabu (2 September 2026).
Tatu menuturkan, PMI Pusat menugaskan Nakes dari delapan PMI provinsi untuk membantu penanganan masyarakat terdampak bencana gempa di wilayah tersebut.
BACA JUGA : Gagal Ginjal Didominasi Usia Muda
Ke delapan provinsi itu yakni, Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Bali.
Khusus dari Banten, PMI mengirimkan tiga Nakes yang terdiri dari satu orang dokter dan dua orang perawat. “Mereka akan bertugas dua minggu ke depan,” katanya.
Selain mengirimkan tenaga medis, PMI Banten juga membekali Nakes dengan obat-obatan untuk menunjang pelayanan kesehatan selama berada di lokasi bencana.
Menurut Tatu, jumlah obat yang dibawa mencapai sekitar 130 kilogram. “Nanti tim kesehatan ini fokus ke pengobatan masyarakat dan membantu masyarakat yang terdampak,” paparnya.
BACA JUGA : bank bjb Raih Dua Penghargaan OJK di Puncak Hari Indonesia Menabung 2026
Masyarakat di Kabupaten Ngada kata Tatu, membutuhkan dukungan tenaga kesehatan tambahan lantaran jumlah pengungsi mencapai sekitar 5.000 orang.
Banyaknya pengungsi tersebut dinilai menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kesehatan. Terlebih, tenaga kesehatan setempat juga berpotensi menjadi bagian dari masyarakat yang terdampak bencana.
“Kalau sudah 5.000, biasanya tenaga kesehatan setempat juga terdampak. Mereka atau keluarganya terdampak, sehingga tidak fokus untuk mengobati masyarakat. Biasanya dari luar yang didatangkan ke lokasi,” tuturnya.
Ia mengungkapkan, dalam penanganan bencana, PMI biasanya terlibat dalam berbagai kebutuhan kemanusiaan, mulai dari pelayanan kesehatan hingga penyediaan air bersih.
BACA JUGA : Kangen Kampoeng, Surganya Masakan Sunda
Namun, untuk penugasan kali ini, PMI Banten secara khusus diminta mengirimkan tenaga kesehatan.
“Biasanya kalau bencana alam, untuk pengobatan yang terdampak, terus air bersih. Pemerintah pusat biasanya sudah membagi-bagi tugas,” katanya.
Terkait dukungan pembiayaan untuk misi kemanusiaan tersebut, Tatu menyampaikan, PMI Banten memiliki dana cadangan dari program Sahabat PMI.
Dana tersebut untuk sementara dipakai guna mendukung kebutuhan pengiriman tim kesehatan ke NTT. Selanjutnya, biaya tersebut akan diganti atau direimburse oleh PMI Pusat.
“Informasi dari PMI Pusat nanti ganti. Nanti akan kami kembalikan ke dana kas Sahabat PMI,” ucapnya. (*/tanjung)





