BANTENRAYA.CO.ID – Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Serang Ahmad Muhibbin menyampaika, bahwa kesehatan merupakan modal utama sebuah bangsa.
Untuk itu, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang saat ini tengah digencarkan merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjaga kesehatan rakyat.
Ia menilai, Indonesia tidak bisa maju dan produktif jika masyarakatnya tidak punya akses kesehatan yang layak.
Karena itu, program CKG yang yang dijalankan Pemerintah Presiden Prabowo Subianto merupakan kebijakan yang langsung menyentuh kebutuhan rakyat.
BACA JUGA : Luvena Studio, Pelopor Sulam Alis Natural Korean Style
“CKG bukan sekadar pemeriksaan gratis. CKG adalah bentuk nyata kehadiran negara.
Program ini mendorong masyarakat mengenali kondisi kesehatannya sejak dini, sebelum penyakit berkembang menjadi berat,” ujar Muhibbin saat mendampingi Gubernur Banten Andra Soni meninjau kegiatan CKG di Universitas Faletehan, Sabtu (5 September 2026).
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Serang ini menjelaskan, banyak masyarakat baru datang ke Fasilitas Kesehatan (Faskes) saat yang bersangkutan sudah sakit.
Padahal banyak penyakit berkembang tanpa gejala jelas pada tahap awal, sehingga pemeriksaan rutin pelu dilakukan.
BACA JUGA : Pemkot Kaji Rencana Relokasi SMP Negeri 4
“Melalui pemeriksaan rutin, potensi gangguan kesehatan bisa diketahui lebih awal sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat.
Pemerintah tidak hanya hadir saat masyarakat sakit. Pemerintah mendorong masyarakat untuk menjaga kesehatan sebelum penyakit menjadi berat,” katanya.
Pemeriksaan kesehatan melalui CKG kata Muhibbin, sangat efektif untuk mengetahui berbagai penyakit berisiko seperti hipertensi, diabetes dan berbagai penyakit lainnya.
“Di Banten, termasuk di Kabupaten Serang pelaksanaan CKG ini menemukan banyak kasus hipertensi dan diabetes,” ungkapnya.
BACA JUGA : bank bjb Raih Dua Penghargaan OJK di Puncak Hari Indonesia Menabung 2026
Program CKG juga dinilai mempunyai manfaat ganda yakni, masyarakat mendapat akses pemeriksaan tanpa biaya, dan masyarakat mendapat pengetahuan tentang kondisi tubuhnya sendiri, sehingga bisa mengambil langkah pencegahan dan mengubah pola hidup.
“Bagi negara, pendekatan preventif ini penting. Semakin banyak penyakit ditemukan dan ditangani sejak dini, semakin besar peluang masyarakat tetap produktif,” papaparnya.
Muhibbin mengapresiasi CKG sebagai program nasional yang masif dilaksanakan di Provinsi Banten, dan mendapat dukungan kuar dari Gubernur Banten Andra Soni.
“Saya mengapresiasi langkah beliau (Andra-red) mendorong pelaksanaan CKG secara masif ke seluruh kabupaten dan kota di Banten,” ucapnya.
BACA JUGA : Aston Anyer Beach Hotel, Jagonya Sajian Seafood Segar
Menurutnya, Gubernur Banten konsisten mengajak masyarakat memanfaatkan CKG sebagai bagian dari membangun Banten yang sehat dan produktif.
Selain itu, pemerintah tidak menunggu warga datang ke Faskes namun memperluas layanan dengan cara melakukan jemput bola.
“Capaian CKG di Banten patut diapresiasi. Hingga 3 September 2026, sekitar 6,6 juta warga Banten telah mengikuti CKG, dari total penduduk sekitar 12,9 juta jiwa.
Angka ini setara 51 persen penduduk dan melampaui target nasional sebesar 46 persen, atau sekitar 5,93 juta orang,” ungkapnya.
BACA JUGA : Luvena Studio, Pelopor Sulam Alis Natural Korean Style
Capaian tersebut lanjut Muhibbin, terus bergerak naik dan pada 1 September 2026, Andra Soni menyebut angka partisipasi Banten sudah mencapai sekitar 6,4 juta jiwa dan dua hari kemudian naik menjadi 6,6 juta jiwa.
Angka jutaan warga tersebut bukan sekadar statistik, dibaliknya ada warga yang baru mengetahui tekanan darahnya, seperti yang dialami warga Kabupaten Tangerang Fajar Nurhuda, yang kembali memeriksakan kesehatannya melalui CKG setelah tiga tahun absen sejak dirawat karena sakit ginjal pada 2023.
“Kasus semacam ini menunjukkan CKG membuka jalan kembali ke layanan kesehatan bagi warga yang selama ini jauh dari fasilitas kesehatan. Keberhasilan CKG tidak boleh berhenti pada jumlah warga yang diperiksa.
Namun yang lebih penting memastikan warga yang ditemukan kesehatan bermasalah mendapat tindak lanjut,” tuturnya.
BACA JUGA : Dewan Desak Pemprov Segera Bahas APBD Perubahan 2026
Ia menegaskan, CKG harus menjadi pintu masuk ke layanan kesehatan berkelanjutan, dimana warga yang membutuhkan pengobatan harus diberi akses pengobatan, begitu juga dengan warga yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan harus mendapat rujukan.
“Warga yang sehat juga harus terus mendapat edukasi agar mempertahankan pola hidup sehat. Dengan prinsip ini, CKG bukan sekadar program pemeriksaan massal.
CKG menjadi bagian dari sistem kesehatan nasional yang berorientasi pada pencegahan, deteksi dini, dan penanganan,” katanya.
Agar keberhasilan program pemerintah pusat tersebut semakin meningkat, Muhibbin menyampaikan, perlu penguatan di tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa, dan kelurahan.
BACA JUGA : Hari Pelanggan Nasional 2026, bank bjb Hadir untuk Layanan yang Setara dan Berkelanjutan
“Saya melihat semangat ini sudah terlihat lewat upaya Pak Gubernur Banten yang terus memperluas pelaksanaan CKG dan mendekatkan layanan kepada masyarakat, termasuk melalui kunjungan rutin ke lapangan setiap Senin dan Kamis,” ujarnya.
Pembangunan kata Muhibbin, bukan hanya soal jalan, gedung, infrastruktur, dan pertumbuhan ekonomi.
Pembangunan juga harus berbicara tentang manusia, karena manusia yang sehat lebih mampu bekerja, belajar, mengurus keluarga, dan berkontribusi pada pembangunan.
“CKG adalah investasi jangka panjang untuk kualitas manusia Indonesia. Program ini menunjukkan bahwa Negara hadir untuk rakyat.
BACA JUGA : Gagal Ginjal Didominasi Usia Muda
Semua elemen harus mengajak masyarakat untuk datang ke Faskes melakukan CKG. Mari kita ubah kebiasaan, jangan menunggu sakit untuk memeriksakan kesehatan kita,” ucapnya. (tanjung)





