BANTENRAYA.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon mewaspadai potensi bencana industri dampak dari bencana alam erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) atau tsunami.
Pemkot Cilegon was-was lantaran infrastruktur peringatan dini bencana tsunami maupun bencana lainnya di Kota Cilegon masih minim.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade Putra menyatakan, berdasarkan laporan dalam rapat koordinasi bersama para industri di Kota Cilegon, alat deteksi dini tsunami berupa buoy tsunami hanya ada di kawasan Indonesia Power atau pesisir Pulo Merak saja, sedangkan di wilayah lain tidak ada.
Padahal, alat deteksi tersebut sangat berperan penting dalam mengirimkan sinyal potensi tsunami atau gelombang tinggi yang terjadi di Selat Sunda, baik akibat dari erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) atau bencana alam lainnya.
BACA JUGA : Aston Anyer Beach Hotel, Jagonya Sajian Seafood Segar
Dengan kondisi tersebut, Pemkot Cilegon khawatir adanya potensi bencana industri akibat tsunami dan bencana alam lainnya.
Sebab, bencana alam seperti erupsi Gunung Anak Krakatau berpotensi menimbulkan gelombang tinggi atau tsunami.
Jika tsunami terjadi di pesisir Kota Cilegon, maka bisa menciptakan bencana kegagalan teknologi atau industri. Terutama kegagalan industri tersebut terjadi di pabrik kimia.
“Di Kota Cilegon itu tadi disampaikan juga Indonesia Power, jadi mereka bisa mengetahui apabila ada penyurutan (air laut),
BACA JUGA : Proyek Yayasan di Padarincang Disetop
dan itu sudah kami mohon untuk diinformasikan kepada BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Cilegon.
Supaya bisa menyampaikan informasinya ke masyarakat untuk bisa waspada (potensi tsunami),” katanya, Senin (7 September 2026).
Aziz menyampaikan, dalam rapat juga industri mengklaim sudah siap jika nanti bencana lama menjadi bencana industri. Misalnya, soal peralatan, Standar Operasional Prosedur (SOP) jika terjadi bencana kegagalan industri.
“Menyiapkan semua peralatan termasuk SOP-nya karena industri kimia berbeda dengan industri biasa, teknologi sangat canggih jika terjadi sesuatu semuanya serba otomatis.
BACA JUGA : Gagal Ginjal Didominasi Usia Muda
Jika pada saat berproduksi terjadi bencana mereka akan shutdown sendiri, itu sudah mengantisipasi agar kimia tidak menyebar kemana-mana,” ujarnya.
Potensi bencana industri akibat GAK, imbuh aziz, menjadi perhatian serius pemerintah.
Kendati begitu pihaknya belum bisa memprediksi apakah erupsi Gunung Anak Krakatau akan menimbulkan bencana industri atau hal lainnya. Namun, semuanya harus diantisipasi sejak dini.
“Justru yang dikhawatirkan adalah bencana industri yang diakibatkan oleh bencana alam.
BACA JUGA : Bupati Copot Kepala SDN 1 Rangkasbitung Timur
Jika ada kegagalan industri kan sudah disiapkan oleh masing-masing industrinya, kalau alam bukan hanya bisa satu dua dan semuanya harus menyiapkan secara keseluruhan,” ucapnya.
Sementara itu, Wakil Walikota Cilegon Fajar Hadi Prabowo menyampaikan bahwa soal minimnya infrastruktur deteksi atau peringatan dini tsunami sudah pernah menjadi pembahasan serius dari Pemkot Cilegon. Sebab, hal itu menjadi antisipasi yang sudah sangat lama dibahas.
“Tahun lalu kita sudah pernah habis meeting mengingatkan waktu itu, bahwa kita sedia payung sebelum hujan. Saya atas izin walikota ingat sekali kita review bersama.
BACA JUGA : Pemkot Kaji Rencana Relokasi SMP Negeri 4
Kita tidak pernah tahu yah, harusnya kita sudah bisa belajar yah dari peristiwa 2018, harusnya. terutama Banten khususnya di Cilegon,” ujarnya.
Fajar meminta, seluruh warga bisa saling mengingatkan kondisi sekarang. Dimana kondisi bencana tidak akan bisa diprediksi kapan bisa terjadi. “Tolong kita tetap waspada karena kita tidak pernah tahu,” ujarnya.
Perwakilan PT Pancapuri melalui Darwin S mengklaim perusahaan telah menyiapkan lokasi evakuasi dan melakukan sosialisasi kepada tim internal mengenai penggunaan alat pelindung diri, termasuk masker.
“Tempat evakuasi sudah kami sediakan. Kepada tim sudah kami sampaikan untuk memakai alat pelindung seperti masker,” ujar Darwin.
BACA JUGA : Muhibbin Sebut CKG Sebagai Bentuk Kehadiran Negara
Ia menambahkan, pihaknya juga terus menjalin komunikasi dengan perusahaan-perusahaan industri lainnya.
Koordinasi lintas industri akan dilakukan sewaktu-waktu apabila terdapat informasi atau kebutuhan yang harus segera dikomunikasikan.
“Kami menjalin komunikasi dengan teman-teman industri. Apabila ada hal yang perlu dikomunikasikan, anytime kita akan gabung,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Perwakilan PT Asahimas Chemical Tegar Sepdo Prabowo mengatakan, pihaknya telah memiliki sistem kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat melalui keberadaan Emergency Response Team (ERT) yang terdiri dari tiga level.
BACA JUGA : Luvena Studio, Pelopor Sulam Alis Natural Korean Style
Menurutnya, perusahaan juga telah dilengkapi dengan berbagai sensor yang dapat mendeteksi kondisi tertentu secara otomatis, sehingga potensi keadaan darurat dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti.
“Untuk menghadapi kondisi emergency, PT Asahimas Chemical sudah memiliki Emergency Response Team yang terdiri dari tiga level. Kami juga memiliki beberapa sensor, baik sensor air maupun sensor elektronik, sehingga kondisi tertentu dapat diketahui secara otomatis,” kata Tegar.
Ia menambahkan, kesiapsiagaan tersebut terus diperkuat melalui pelaksanaan simulasi atau drill secara berkala untuk menghadapi berbagai potensi bencana, seperti gempa bumi, tsunami, maupun kebocoran.
“Kami sudah terbiasa melakukan drill untuk menangani berbagai kondisi kebencanaan, seperti gempa dan tsunami.
BACA JUGA : Mulai Menipis, Harga Masker Melambung
Jika terjadi kebocoran, kami juga sudah memiliki prosedur tindak lanjut dan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menangani kondisi tersebut,” ujarnya. (uri)





