BANTENRAYA.CO.ID – Sejak Senin, 8 Mei sampai Kamis, 10 Mei 2023 layanan mobile banking BSI error atau belum dapat digunakan sama sekali.
Tentang layanan mobile banking BSI error ini menjadi perbincangan yang hangat di media sosial terutama di Twitter.
Bahkan akibat layanan mobile banking BSI error selama empat hari berturut-turut, banyak para nasabah yang membanjiri kolom komentar akun Instagram resmi Bank Syariah Indonesia dengan berbagai keluhan.
BACA JUGA: Pasca Layanan Mobile Banking BSI Error Selama 4 Hari, Saham BSI Merosot Jauh, Turun 1,67 Persen
Tidak sedikit dari mereka yang memberikan ultimatum untuk migrasi massal apabila sampai hari ini BSI masih eror atau belum dapat digunakan.
Dari sekian banyakanya keluhan tersebut, salah satu netizen Twitter bernama M Harisman @mharisman memberikan analisisnya terkait mengapa BSI bisa mengalami gangguan selama 4 hari berturut-turut.
Sebelumnya, BSI pada kemari, Rabu 10 Mei 2023 sempat beroperasional secara normal.
BACA JUGA: ATM BSI Kena Serangan Hingga Error Mau Sampai Kapan Begini Penjelasan Resmi BSI
Namun, hal tersebut ternyata hanya berjalan sebentar dan kembali mengalami gangguan.
“Kalau BSI sempat bisa recovery kemarin, kenapa bisa down lagi? Apa kemungkinan backup data yg dimiliki BSI bukan yg terupdate, karena sesuatu hal (kelemahan sistem)?” tulis cuitan akun Twitter M Harisman, pada hari ini Kamis 11 Mei 2023.
Pertanyaan yang diajukan M Harisman itu dijawabnya sendiri bahwa permasalahan BSI eror itu sangat dilematis.
BACA JUGA: Aksi Pembunuhan Sadis Husen Memutilasi Hingga Mengecor Bosnya, Begini Kronologi Lengkapnya
Ia menyayangkan bahwa pihak BSI tidak mau terbuka dan mengumumkan secara jujur terkait persoalaan BSI eror.
“Dilematis, karena mereka tidak bisa mengumumkan jujur apa yg terjadi, menahan/delay supaya tidak terjadi rush nasabah yg mau cek saldo terakhir,” ujar M. Harisman.
Rilis resmi dari BSI hanya menyatakan bahwa sedang melakukan proses normalisasi.
Tetapi, Harisman menjelaskan bahwa proses maintenance hanya memerlukan waktu sekitar kurang lebi 4 jam.
“Jadinya rilis resmi hanya menyatakan sebagai ‘Maintenance’, meskipun sudah lazim diketahui maintenance itu standarnya hanya <<4 jam. Lebih dari itu pasti problem/gangguan berat,” ungkapnya.
Kemudian, Harisman menyatakan apabila gangguan tersebut terjadi berhari-hari kemungkinan ada problem validitas data nasabah.
BACA JUGA: Mobile Banking BSI Error, Nasabah Beri Ultimatum Bakal Migrasi Massal
“Kalau berhari-hari gangguan, maka hampir pasti problemnya integritas/validitas data nasabah,” terangnya.
Ia menambahkan bahwa per hari ini nasabah bisa melakukan tarik tunai di ATM dengan dibatasi Rp1 juta per satu kali tarikan dengan maksimal 5 hari.
“Info per hari ini, bisa tarik tunai di ATM, tapi hanya Rp 1jt per kali tarikan, maksimal 5x sehari (total Rp 5jt),” jelasnya.
BACA JUGA: PKS Partai Pertama yang Daftarkan 45 Bakal Calon Anggota DPRD ke KPU Kota Serang
“Dibatasi pastinya, karena tampaknya saldo nasabah terbaru belum berhasil recovery, dan ada peluang bobol besar kalau tidak dibatasi, misalnya yg saldo terakhir <5jt, tapi dibackup data lama masih tercatat >5jt, bisa saja tarik lebih dari saldo terakhirnya,” sambungnya.
Terakhir, ia menuturkan dengan maksimal per hari tarikan dibatasi maksimal Rp5 juta, manajemen BSI sudah menghitung potensi kerugian.
“Mungkin manajemen BSI sudah hitung ini potensi kerugian kecil jika batasan 5jt per hari ini ada yg tarik melebihi saldo terakhirnya, dgn pertimbangan bisa diabsorb nanti sewaktu data saldo recovery,” tandasnya.***







