Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura, Keinginan Rasulullah SAW Hingga Diyakini Jadi Penghapus Dosa Kecil dalam Setahun

Bacaan niat puasa Maulid Nabi dan hukum menjalankannya.(Freepik/Skectpedia)
Bacaan niat puasa Maulid Nabi dan hukum menjalankannya.(Freepik/Skectpedia)

BANTENRAYA.CO.ID – Ada 2 puasa yang dianjurkan Rasulullah SAW di bulan Muharram yaitu, Tasua dan Asyura. Lalu, apa keutamaan puasa Tasua dan Asyura?

Bulan Muharram adalah bulan di mana Rasulullah bersama para sahabatnya pergi hijrah dari Mekkah menuju Madinah.

Beberapa amalan yang dianjurkan dikerjakan pada bulan yang disebut dengan bulan Allah ini salah satunya berpuasa.

Bacaan Lainnya

Dalam hadist disebutkan bahwa puasa di bulan Muharram adalah puasa yang utama setelah puasa Ramadhan. Sebagaimana riwayat dalam hadits berikut ini:

BACA JUGA: 10 Muharram Lebaran Anak Yatim, Begini Cara Merayakan dan Keutamaannya, Nomor 4 Jaminan Kamu Masuk Surga! 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ، وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعدَ الفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ. (رواه مسلم)

Artinya: “Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, ia berkata: ‘Rasulullah saw bersabda: “Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.” (HR Muslim).

Namun, pada awal-awal bulan Muharram ada beberapa puasa yang juga istimewa dan sunnah dilakukan yaitu puasa Tasua dan Asyura.

Kedua puasa tersebut hukumnya sunnah dilakukan yang berarti dianjurkan dikerjakan namun tidak mendapat dosa apabila tidak dikerjakan.

BACA JUGA: 10 Muharram Berapa Hari Lagi? Cek Penjelasan Lebaran Anak Yatim, Puasa Asyura Hingga Niat Bacaanya Disini!

Dikutip dari laman Nu Online, puasa Tasua dilaksanakan pada 9 Muharram sedangkan puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram.

Pelaksanaan puasa Tasua 1445 H/2023 jatuh pada tanggal Kamis, 27 Juli 2023, dilanjut dengan puasa Asyura pada Jumat, 28 Juli 2023.

Keutamaan puasa Asyura disebutkan dalam hadist bahwa dapat melebur dosa setahun yang lalu. Dari Abu Qotadah Al Anshoriy, berkata:

“Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah? Beliau menjawab, ” Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.”

Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa ’Asyura? Beliau menjawab, ”Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162).

Saat Rasulullah melaksanakan puasa Asyura pada 10 Muharram, Ibnu Abbas r.a berkata dan bertanya kepada nabi,

“Wahai Rasulullah, hari ini adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nashrani.” Lantas beliau mengatakan,

“Apabila tiba tahun depan –insya Allah (jika Allah menghendaki)– kita akan berpuasa pula pada hari kesembilan.” Ibnu Abbas mengatakan,

“Belum sampai tahun depan, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam sudah keburu meninggal dunia.” (HR. Muslim no. 1134).

Puasa Tasua adalah puasa yang diinginkan oleh Rasulullah SAW dan belum sempat beliau kerjakan. Puasa pada tanggal 9 Muharram dilakukan sebagai pembeda dengan puasa yang dikerjakan umat Yahudi pada hari kesepuluh.

Untuk menjalani kedua puasa tersebut sama dengan puasa pada umumnya yakni dengan niat dan menjauhkan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa dari terbit matahari hingga terbenamnya matahari.

Berikut niat puasa Tasua:

نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُعَاءْ سُنَّةَ ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma tasu’a sunnatan lillahi ta’ala

Artinya: “Saya berniat berpuasa sunnah Tasu’a, sunnah karena Allah Ta’ala.”

Berikut niat puasa Asyura:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ ِعَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnati ‘Asyura lillahi ta’ala

Artinya: “Saya berniat berpuasa sunnah Asyura karena Allah Ta’ala.”

Itulah informasi terkait keutamaan puasa Tasua dan Asyura serta niat dan tata cara pelaksanaanya pada 2023 ini.***

 

Pos terkait