BANTENRAYA.CO.ID – Program sekolah gratis yang sudah mulai diterapkan pada tahun ajaran baru 2025/2026 oleh Gubernur Banten Andra Soni dinilai banyak menyelamatkan sekolah swasta dari keterpurukan.
Akibat adanya program sekolah gratis itu, banyak sekolah swasta yang sebelumnya hidup segan mati tak mau, kini kembali bergairah lagi. Kebijakan Andra-Dimyati ini dinilai menyelamatkan sekolah swasta dari keterpurukan.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikud) Provinsi Banten terdapat 813 sekolah swasta SMA/ SMK/ dan SKh yang terdaftar sebagai Program Sekolah Gratis, dari total jumlah sekolah di Banten mencapai 1.243 sekolah.
Adapun siswa yang ikut program ini mencapai 71.174 siswa. Hanya sekitar 5 persen sekolah swasta yang tidak ikut dalam program ini.
Sampah Numpuk Dibawah Jembatan Pelangi Banten Lama
Penasihat Asosiasi Kepala SMA Swasta (AKSeS) Provinsi Banten Darmanto mengatakan, Program Sekolah Gratis sangat menolong sekolah swasta,
khususnya yang selama ini sulit mendapatkan siswa baru, lantaran kebijakan sekolah gratis selama ini hanya untuk sekolah negeri.
Namun secara umum, sekolah menengah ke bawah ikut dalam Program Sekolah Gratis karena menguntungkan mereka.
“Hanya sekitar 5 persen saja yang tidak ikut Program Sekolah Gratis. Mereka ini sekolah yang sudah besar dan biayanya mahal,” kata Darmanto, Senin (21 Juli 2025).
Sampah Numpuk Dibawah Jembatan Pelangi Banten Lama
Adapun 813 sekolah swasta yang mengikuti Program Sekolah Gratis tersebar di delapan kabupaten dan kota terdiri dari SMA, SMK, dan SKh.
Di Kabupaten Tangerang, sebanyak 156 SMK swasta dengan jumlah murid mencapai 19.980 orang ikut program ini. Di Kota Tangerang,
ada 77 SMK dengan total murid 9.936 siswa, di Kota Tangerang Selatan dengan 44 SMK dengan total murid mencapai 5.760 siswa, dan di Kabupaten Serang dengan 74 SMK dengan jumlah murid 6.588.
Di Kota Serang terdapat 30 SMK dengan 2.628 murid, di Kota Cilegon ada 19 SMK dengan 2.304 murid, di Kabupaten Lebak ada 43 SMK dengan 3.816 murid, dan di Kabupaten Pandeglang ada 79 SMK dengan total 5.868 murid.
220 KK Terdampak Normalisasi Kali Padek di Kasemen Kota Serang
Untuk SMA swasta, di Kabupaten Tangerang ada 86 SMA dengan 4.200 siswa, di Kota Tangerang dengan 22 SMA dengan total murid 1250, di Kota Tangerang Selatan dengan 17 SMA dengan total murid mencapai 986.
Untuk di Kabupaten Serang ada 41 SMA dengan jumlah murid 1680 siswa, di Kota Serang ada 16 SMA dengan 896 murid.
Di Kota Cilegon 11 SMA dengan 560 murid, Kabupaten Lebak dengan 20 SMA dengan 1.120 murid, dan di Kabupaten Pandeglang ada 19 SMA dengan 1.020 siswa.
Untuk SKh, yang mengikuti Program Sekolah Gratis adalah sekolah dari mulai jenjang TK hingga SMA.
Pemkot Serang Pasang Plang Tanah Negara Diatas Bekas Lahan Warga Sukadana
Tersebar di Kabupaten Tangerang sebanyak 3 SKh dengan total murid 184 siswa, di Kota Tangerang ada 6 SKh dengan jumlah siswa 364 orang, di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ada 3 SKh dengan jumlah siswa 118 orang.
Di Kabupaten Serang ada 8 SKh dengan jumlah murid 377 siswa, di Kota Serang ada 4 SKh dengan 177 siswa,
di Kota Cilegon ada 2 SKh dengan 117 siswa, Kabupaten Lebak ada 9 SKh dengan 333 siswa, dan di Kabupaten Pandeglang dengan 24 SKh dengan 912 siswa.
Darmanto mengatakan, sebelumnya ada sekolah yang hidup segan mati tak mau.
Sharp Luncurkan Aquos QLED 4K: Tampilkan 1 Miliar Warna dan Teknologi Canggih Google TV
Mereka adalah sekolah-sekolah yang kesulitan mendapatkan siswa bahkan nyaris gulung tikar.
Dengan adanya Program Sekolah Gratis, sekolah-sekolah ini terbantu karena mereka mendapatkan bantuan biaya dari Pemerintah Provinsi Banten.
Dia menyatakan, bagi sekolah swasta level menengah sebenarnya Program Sekolah Gratis tidak terlalu menguntungkan sekolah.
Sebab dalam aturan, sekolah yang ikut dalam program ini dilarang memungut uang bangunan, termasuk seragam sekolah. Sementara anggaran dari Program Sekolah Gratis tidak mencukup, termasuk untuk menyediakan seragam bagi para siswa.
Bayi dan Ibunya Akhirnya Bebas
“Sementara orang tua kan taunya sekolah gratis jadi kami juga nggak mungkin memungut bayaran dari orang tua,” katanya.
Darmanto mengungkapkan, masing-masing sekolah swasta memiliki perbedaan peningkatan jumlah siswa setelah ikut Program Sekolah Gratis.
Ada yang bertambah belasan juga ada yang puluhan siswa. “Tetapi ada juga yang jumlah siswanya turun,” katanya.
Namun bagi sekolah-sekolah prestisius yang tidak mau ikut dalam Program Sekolah Gratis, biasanya karena biaya yang dipungut di sekolah-sekolah itu dari murid selama ini lebih besar daripada bantuan yang akan diberikan oleh Pemerintah Provinsi Banten dari Program Sekolah Gratis ini.
Bupati Serang Ratu Zakiyah Raih Penghargaan Pimred Award 2025
Karena itu, sekolah-sekolah ini akan rugi apabila ikut dalam Program Sekolah Gratis karena biaya operasional dan lainnya yang biasanya lebih besar secara nilai daripada apa yang akan diberikan oleh Pemerintah Provinsi Banten.
Karena itu, sekolah-sekolah itu memutuskan tidak ikut dalam program ini.
Sekolah-sekolah semacam ini biasa memungut biaya pendaftaran bisa mencapai Rp10 juta bahkan lebih. Bila sekolah-sekolah ini ikut program,
mereka akan kehilangan pendapatan yang besar ini. Bahkan, uang bulanannya saja biasa mencapai Rp1 juta bahkan lebih.
Sampah Numpuk Dibawah Jembatan Pelangi Banten Lama
Diketahui, anggaran Program Sekolah Gratis dibagi menjadi dua klaster, yaitu cluster Tangerang Raya dan kluster non Tangerang Raya.
Untuk cluster Tangerang Raya per siswa akan mendapatkan bantuan Rp250.000 per bulan.
Sedangkan untuk non Tangerang Raya seperti Serang, Cilegon, Pandeglang, dan Lebak setiap siswa mendapatkan Rp150.000 per bulan. Dana itu digunakan untuk SPP, uang gedung, dan LKS.
“Maka dari itu, hampir semuanya sekolah yang bonafit tidak mengambil program tersebut,” ujarnya.
Pemkot Serang Pasang Plang Tanah Negara Diatas Bekas Lahan Warga Sukadana
Sementara itu, Pengamat Pendidikan dari Universitas Bina Bangsa Hilman mengatakan, Program Sekolah Gratis yang dicanangkan Andra-Dimyati memang baik karena akan membantu sekolah swasta bisa terus hidup.
Apalagi, bila sekolah tersebut memang selama ini kesulitan dalam mendapatkan siswa. “Ini memang memberikan dampak positif bagi sekolah,” katanya.
Meski demikian, kata Hilman, ke depan perlu juga dipikirkan bagaimana dampak dari kebijakan ini terhadap sekolah-sekolah swasta yang ada di bawah naungan Kementerian Agama RI, seperti madrasah aliyah.
Dia khawatir, sekolah-sekolah swasta di bawah naungan Kementerian Agama RI akan juga tutup seperti fenomena tutupnya sekolah swasta di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI saat itu,
karena kebijakan sekolah gratis yang dibuat Pemerintah Provinsi Banten menyasar hanya pada SMA, SMK, dan SKh negeri.
“Kita tidak menyalahkan, tapi masyarakat akan menilai seperti itu. Maka harus ada duduk bersama antara Pemerintah Provinsi Banten dengan Kemenag Banten,” katanya. (tohir)





