Bacaan Niat dan Tata Cara Sholat Gerhana Bulan Total Hari Ini 7 September 2025

Tata cara Sholat Gerhana. (Pixabay/Hammarby Studios)
Tata cara Sholat Gerhana. (Pixabay/Hammarby Studios)

BANTENRAYA.CO.ID – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG telah mengumumkan bahwa alam terjadi Gerhana Bulan Total pada tanggal 7 September 2025.

Gerhana Bulan Total diperkirakan akan terjadi pada tanggal 7 September 2025 hingga dini hari, tepatnya pukul 23.27 WIB sampai dengan pukul 02.56 WIB.

Peristiwa Gerhana Bulan Total ini akan tampak terlihat dari seluruh wilayah Indonesia, maka masyarakat Muslim di Indonesia disunnahkan untuk menjalankan Sholat Gerhana Bulan.

Bacaan Lainnya

Secara umum, Sholat Gerhana Bulan dan Sholat Gerhana Matahari diawali dengan sholat sunnah 2 rakaat kemudian disusul dengan 2 khutbah seperti Sholat Idul Fitri atau Idul Adha di Masjid.

Hanya saja terdapat perbedaan, Sholat Gerhana setiap rakaat dilakukan 2 kali rukuk, sedangkan 2 khutbah setelah sholat gerhana tidak dianjurkan untuk takbir sebagaimana Sholat Idul Fitri/Adha.

Umat Muslim dapat menjalankan Sholat Gerhana secara berjamaah, adapun imam dari sholatnya dianjurkan dari pemerintah atau naib dari pemerintah setempat.

Tata Cara Sholat Gerhana Bulan Total

Dikutip Bantenraya.co.id dari Instagram @nuonline_id, berikut tata cara sholat Gerhana Bulan Total.

Bacaan Niat:

Sebelum shalat imam atau jamaah harus niat terlebih dahulu sebagai berikut:

أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا/مَأمُومًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushallî sunnatal khusûfi rak‘ataini imâman/makmûman lillâhi ta‘âlâ

Artinya:
“Saya shalat sunah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah SWT.”

Rakaat Pertama:
Adapun urutan tertib shalat sunnah gerhana bulan adalah sebagai berikut:

1. Niat di dalam hati ketika takbiratul ihram sebagaimana di atas;

2. Mengucap takbir ketika takbiratul ihram sambil niat di dalam hati;

3. Baca taawudz dan Surat Al-Fatihah. Setelah itu baca Surat Al-Baqarah atau selama surat itu atau surat pendek dibaca dengan jahar (lantang);

4. Rukuk dengan membaca tasbih dengan durasi sebaiknya selama membaca 100 ayat Surat Al-Baqarah;

5. I’tidal, bukan baca doa i’tidal, tetapi baca Surat Al-Fatihah kembali. Setelah itu dianjurkan baca Surat Ali Imran atau selama surat itu.

6. Rukuk dengan membaca tasbih dianjurkan selama membaca 80 ayat Surat Al-Baqarah;

7. Itidal. Baca doa i’tidal;

8. Sujud dengan membaca tasbih selama rukuk pertama;

9. Duduk di antara dua sujud;

10. Sujud kedua dengan membaca tasbih selama rukuk kedua;

11. Duduk istirahat atau duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua

Rakaat Kedua:

12. Bangkit dari duduk, lalu mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama dengan rakaat pertama. Hanya saja bedanya, pada rakaat kedua pada berdiri pertama dianjurkan membaca surat An-Nisa, sedangkan pada berdiri kedua dianjurkan membaca Surat Al-Maidah.

13. Salam.

14. Imam atau orang yang diberi wewenang menyampaikan dua khutbah shalat gerhana dengan taushiyah agar jamaah beristighfar, semakin takwa kepada Allah, taubat, sedekah, memerdekakan budak (pembelaan terhadap kelompok masyarakat marjinal), dan lain sebagainya. ***

Pos terkait