BANTENRAYA.CO.ID – Wakil Gubernur Banten A Dimyati Natakusumah mulai menunjukkan ambisinya untuk melanggengkan diri memimpin Banten di periode mendatang.
Meksi belum genap setahun menjabat, Dimyati sesumbar bahwa dirinya bersama Gubernur Andra Soni bisa dengan mudah melenggang ke periode kedua, jika kinerja pemerintahan di bawah kepemimpinannya saat ini mendapat kepercayaan publik.
Pernyataan itu ia lontarkan dalam sejumlah acara resmi, salah satunya saat Sosialisasi Antikorupsi dan pengenalan Forum PAKSI Daerah di Aula Inspektorat, beberapa waktu lalu.
Di hadapan ASN, Dimyati terang-terangan menyebut kemenangan periode kedua bisa diraih tanpa kesulitan asalkan birokrasi bekerja baik.
80 Warga Nyebur Kanal Surosowan Demi Kibarkan Bendera Merah Putih
“Ya saya sampaikan, kinerja para ASN ini bagian daripada membangun kepercayaan publik. Kalau saudara-saudara sekalian bagus (kerjanya),
kepercayaan publik bagus, terutama terhadap Andra-Dimyati, kalau mau dua periode, udah itu sambil merem aja juga menang, bisa,” kata Dimyati dalam sambutannya.
Saat dikonfirmasi ulang, Dimyati kembali menegaskan bahwa kunci utama ada pada kinerja pemerintahan. Ia menyindir bahwa dukungan masyarakat tidak harus dibeli dengan atribut kampanye atau biaya politik besar.
“Makanya ini nanti banyak efeknya kalau kerja kita baik dan berdampak pada masyarakat. Jadi nggak perlu lagi biaya mahal, nggak perlu lagi kasih jaket-jaket.
12.708 Napi Dapat Remisi, 245 Langsung Bebas
Sudah turun aja langsung ke masyarakat,” kata Dimyati, Selasa (19 Agustus 2025).
“Saya selalu katakan makanya, kita ini pejabat jangan sok merasa pejabat, kita ini pelayan. Tuannya ya masyarakat.
Jadi jangan sok merintah-merintah, tapi harus denger apa kata masyarakat. Kalau masyarakat sudah percaya, Andra Dimyati dua periode tinggal merem aja,” tambahnya.
Selain soal kepemimpinan, Dimyati juga menyinggung tata kelola anggaran. Ia menyebut bahwa APBD Banten harus benar-benar tepat sasaran dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
80 Warga Nyebur Kanal Surosowan Demi Kibarkan Bendera Merah Putih
“Seperti penyusunan anggaran, saya katakan bahwa anggaran kita harus value for money, artinya anggaran sekecil apapun harus bisa berdampak pada masyarakat,” ujarnya.
Saat ditanya mengenai potensi gesekan dengan Gubernur Andra Soni, Dimyati dengan tegas membantah dan menyebut dirinya serta gubernur adalah dwitunggal yang saling menguatkan.
“Nggak lah, dwitunggal kami ini. Karena orientasinya kan nggak buruk, seperti saya orientasinya betul-betul kerja bersama-sama.
Makanya saya bantu Pak Gubernur supaya jangan selip, jangan kepleset, pokoknya harus sukses karena beliau kan dinilai oleh bapak presiden.
Sekda Kota Serang dan Lebak Pindah ke Pemprov
Saya disuruh jaga beliau sama bapak presiden dan Pak Dasco (Wakil Ketua DPR RI),” katanya.
Dimyati menegaskan bahwa di masa kepemimpinan Andra-Dimyati tidak boleh ada praktik curang dalam proyek pemerintahan.
Ia menyebutkan, segala pengadaan harus secara terbuka dan transparan, serta tidak boleh ada istiliah proyek titipan.
“Makanya saya harus memastikan enggak boleh ada main-main, apalagi main proyek-proyek. Zaman Andra-Dimyati akan tegas, kalau ada yang main-main, kita copot.
Proyek Kabel Bawah Tanah Jalan Ahmad yani Kota Serang Mulai Digarap
Termasuk juga saya, harus bersih. Kalau saya nggak bersih, ya bagaimana. Jadi saya harap semuanya bisa ikuti aturan. Karena saya ingin Banten ini maju,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, seorang pengamat kebijakan publik dan politik Usep Saepul Ahyar menilai, keinginan tersebut adalah hal yang wajar.
Akan tetapi, cara Dimyati menyampaikannya ke publik dianggap terlalu dini. Terlebih, kata dia, dirinya dan Andra Soni belum genap setahun dalam memimpin Banten.
“Hal biasa ketika dia pengen dua periode. Tapi ya saya kira, fokus kerja dulu buat masyarakat. Ini kan baru ya, baru berapa bulan Pak Andra-Dimyati menjabat? Kan belum setahun. Kalau sekarang, ya terlalu kepagian lah,” ujar Usep.
Warga Ngeluh Lapak PKL Ditinggal Pedagang di Kanal Surosowan Kumuh dan Diduga Dijadikan Tempat Mesum
Ia mengingatkan agar Dimyati tidak terlalu menonjolkan ambisi politik secara terbuka. Menurutnya, masyarakat bisa jenuh jika terus-menerus disuguhi pernyataan politik, bukan kinerja nyata.
“Bahwa dia menginginkan itu sah saja, namanya politisi. Tapi jangan terlalu vulgar juga dibilang-bilang ke masyarakat.
Biar masyarakat nggak muak gitu ngomong politik mulu. Yang diomongin itu harusnya kinerja. Apa yang dikerjakan untuk rakyat? Apa yang bisa diberikan untuk rakyat? Kalau kerjanya bagus, ya otomatis lah rakyat juga akan memilih yang baik,” jelas Usep. (raffi)





