Double Track Kereta Api Batal

Double Track Kereta Api Batal
Ketua Satgas Percepatan Pembangunan dan Investasi Kota Serang Wahyu Nurjamil ikut merekam suara Walikota Budi Rustandi usai acara di Hotel Aston Kota Serang, Rabu 25 Juni 2025.

BANTENRAYA.CO.ID – Rencana pemerintah membangun double track kereta api (KA) di Kota Serang sulit terwujud, lantaran menyedot anggaran yang cukup besar.

Untuk menyajikan moda transportasi massal tersebut, Pemkot Serang akhirnya berencana mengalihkan ke kereta rel listrik (KRL), namun harus menempuh feasibility study (FS) nya terlebih dahulu.

Informasi tersebut disampaikan Walikota Serang Budi Rustandi usai rapat koordinasi rencana elektrifikasi kereta api jalur Serang-Rangkasbitung yang digelar di Hotel Aston, Kota Serang, Rabu (25 Juni 2025).

Rapat koordinasi ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Serang Nanang Saefudin, Eksekutif Vice President PT KAI Daop 1 Jakarta Yuskal Setiawan, perwakilan BTP Jakarta BG Kunto, perwakilan Dishub Provinsi Banten, dan sejumlah pejabat terkait di Pemkot Serang.

Dana Desa di Kibin Dipakai Judi Online

Walikota Serang Budi Rustandi mengatakan, rapat teknis bersama pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kota Serang ini membahas tahapan kereta rel listrik (KRL).

“Mudah-mudahan KRL di tahun 2026, tapi harus melakukan FS dulu. Karena yang ada sekarang itu FS double track,” ujar Budi.

Namun, kata dia, kereta double track sulit terwujud lantaran menyedot anggaran yang cukup besar.

“Double track yang makan biaya besar ini kayaknya sulit terlaksana. Makanya kita pakai elektrifikasi, dimana ini efisiensinya luar biasa,” ujar Budi, kepada Banten Raya.

Jadi Langganan Banjir, Pemkot Serang Klaim Kali Jalan Raya Serang Cilegon Sudah Normal

Budi menjelaskan, dalam mewujudkan KRL tentunya ada tahapan yang harus dilalui, salah satunya adalah pembuatan feasibility study (FS).

“Insya Allah nanti dari Provinsi Banten, Pak Kadishubnya menghadap Gubernur untuk melaporkan hasil rapat hari ini.

Tentunya akan menganggarkan di 2026 untuk melakukan FSnya. Setelah FS jadi 2027 dari DJKA melakukan detail engineering design (DED),” ujarnya.

Setelah FS KRL jadi 2027, lanjut Budi, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) melakukan detail engineering design (DED) atau detail gambar kerja dan lain-lain.

Tidur di Ranjang Sederhana, Jadi Ajang Memperluas Jaringan

“Mudah-mudahan tahun depannya sudah mulai ada pelaksanaan,” harapnya.

Ia menegaskan, FS KRL pun harus masuk dalam rancangan pembangunan jangka menengah (RPJM) terlebih dahulu, karena ini bagian dari proses yang harus ditempuh.

“Harus masuk kepada RPJM dulu. Nah ini proses ini ditempuh semua agar kita tidak menyalahi aturan,” tandas Budi.

Eksekutive Vice President PT KAI Daop 1 Jakarta Yuskal Setiawan mengatakan, pihaknya mendukung penuh langkah Pemkot Serang untuk memaksimalkan pelayanan transportasi publik.

Bantu Buang Jenazah Aqila, Dua Warga Lebak Dituntut 9 Bulan Penjara

“Jadi sesuai dengan programnya Pak Walikota untuk membantu memaksimalkan transportasi publik di wilayah Serang, tentu kami sebagai operator mendukung itu,” ujar Yuskal, kepada Banten Raya.

Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur dan elektrifikasi sepenuhnya merupakan kewenangan regulator.

“Dari sisi operator tentu tidak bisa mendahului dari sisi regulator. Nanti dari DJKA akan mensupport pembangunan infrastrukturnya, terkait elektrifikasi dan double track,” ucap dia.

Yuskal menuturkan, rapat koordinasi ini menjadi langkah awal untuk merancang tahapan teknis elektrifikasi, sekaligus memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan yang berlaku.

Perkembangan AI Pada Dunia Pendidikan, Solusi Apa Masalah?

“Untuk ini kemungkinan rapat teknis awalan untuk bagaimana merencanakan tahapan-tahapan yang sudah ditentukan sesuai dengan aturan.

Nanti skema biaya tentu akan disampaikan oleh pemerintah nanti ya, bukan dari kami,” jelasnya.

Kasi Prasarana Balai Teknis Perkeretapian (BTP) Jakarta BG Kunto mengatakan, pemerintah sudah memprogramkan double track dan elektrifikasi dari Rangkasbitung-Merak.

“Jadi sebenarnya ada program pemerintah untuk jalur ganda dan elektrifikasi Rangkasbitung-Merak. Cuma yang sudah siap desainnya itu baru double tracknya. Rangkasbitung-Merak secara desain dokumen kajian sudah lengkap,” ujar Kunto.

Jadi Langganan Banjir, Pemkot Serang Klaim Kali Jalan Raya Serang Cilegon Sudah Normal

Jika Pemkot Serang ingin mengejar kereta rel listrik (KRL), kata dia, Pemkot Serang pun bisa mengejarnya, namun harus dilengkapi kajian teknisnya.

“Tapi ya perlu dilengkapi dulu kajian teknisnya ya. Terkait FS, kelaikannya setelah itu baru desain teknisnya.

Nah ini tadi dengan Pemprov Banten sudah kolaborasi bahwa yang melakukan FS Dishub Provinsi Banten. Nanti yang melanjutkan kajian teknisnya DED (detail engeneering desain) DJKA setelah itu baru lanjut pembangunan,” jelas dia.

Kunto memperkirakan proses pembangunan KRL diprediksi hingga mencapai bertahun-tahun.

Tidur di Ranjang Sederhana, Jadi Ajang Memperluas Jaringan

“Kalau untuk konstruksinya butuh waktu dua tahun. Kalau FS setahun, DED setahun berarti empat tahun kira-kira. Mungkin dibangun di tahun 2029 atau 2028 kan mau mulai dibangun, jika lancar semuanya,” terangnya.

Ia menjelaskan, kajian teknis perlu dilakukan untuk kelaikan proyek dan perhitungan jumlah penumpang, dan nilai investasi.

“Kalau kami setelah ribnas pasti ya, cuma kan FS ini tingkat kelayaknnya berapa. Kan ada minimal kelayakan. Bisa juga melebihi ekspektasi bisa terjadi,” jelas Kunto. (harir)

Pos terkait