BANTENRAYA.CO.ID – Pemilih perempuan dan Gen Z rupanya lebih memilih Ganjar Pranowo sebgaai pilihan Capres pada 2024 mendatang.
Hal itu, terlihat dari survei Indokator Politik Indonesia jika kaum perempuan dan Gen Z lebih memilih ganjar..
Dimana keterpilihan suara perempuan mencapai 35,8 persen, dan Gen Z sebesar sebesar 40,4 persen untu Ganjar Pranowo.
Selanjutnya ada nama Prabowo untuk keterpilihan perempuan sebesar 28,9 persen dan Gen Z sebesar 33,9 persen.
Lalu Anies Baswedan elektabilitasnya sebesar 26,1 persen perempuan dan 21,9 persen untu Gen Z.
Untuk raihan total sendiri berdasarkan survei tersebut Ganjar Pranowo masih unggul diangka 35,2 persen.
Lalu ada prabowo Subianto 33,2 persen dan Anies Baswedan sebesar 23,9 persen.
Survei Indikator Politik Indonesia tersebut dilakukan pada periode 15-21 Juli 2023.
Dengan jumlah responden sebesar 1.811 dengan metode multistage random sampling. Survei ini memiliki margin of error ±2,35 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Dikutip BantenRaya.Co.Id dari Youtube Indikator Politik Indonesia pada Senin 21 Agustus 2023, terlihat jika suara Ganjar Prano tersebut juga unggul melalui pemilih perempuan dan Gen Z.
“Untuk perempuan Ganjar ini terbesar, lalu ada Rabowo dan Anies dibawahnya. Artinya ini apa, butuh kerja keras lagi dari Prabowo. Ini menariknya,” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi.
Untuk suara Gen Z juga mengalami hal sama, Ganjar unggul jauh dari keduanya dengan raihan mencapau 40 persen keterwakilan anak muda memilih Ganjar.
“Jadi sama juga ini keterpilihan milenial dan Gen Z masih di Ganjar Pranowo, karena dinilai lebih dekat,” ucapnya.
Selanjutnya, Lembaga Survei Indikator Politik menyebutkan, jika Anies mulai menggerus suara di basis Prabowo Subianto meski nilainya hanya berkisar antara 2 sampai 3 persen.
“Pertama, Anies Baswedan mulai menggerus kembali basis-basis Pak Prabowo terutama di Sumatera,” ungkap Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi.
“Kenaikan suara Mas Anies, diikuti tren penurunan Pak Prabowo meski kisarannya 2-3 persen,” imbuh Burhanuddin.
Selanjutnya, alasan kedua Anies menggerus suara Prabowo Subianto yakni juga karena menurunnya elektabilitas Prabowo terutama dari suara pemilih memilih atau approval rating Joko Widodo atau Jokowi.
“Pendukung Pak Jokowi yang memilih Pak Prabowo di survei bulan Juni 2023 sebanyak 28,9 persen. Namun di Juli 2023 turun menjadi 26 persen, atau turun 3 persen.” jelasnya.
“Jadi penurunannya (elektabilitas Prabowo) dari dua sisi ini,” katanya menegaskan.
Saat ini, jelas Burhanuddin, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto memiliki elektabilitas 33,2 persen atau turun 3 persen dari sebelumnya 36,8 persen.
“Pak Prabowo turun di semua simulasi antara 2-3 persen,” jelasnya.
“Kami menyimpulkan ada dua sebab mengapa ada indikasi penurunan Pak Prabowo meski tidak signifikan,” imbuhnya,
Sementara itu, Burhanuddin menegaskan, untuk survei elektabilitas Ganjar stagnan sementara Anies mengalami kenaikan dalam satu bulan terakhir.
“Saya melihat mas Ganjar sebenarnya stagnan dibanding bulan Juni. Di simulasi 3 nama, mas Ganjar ada di kisaran 35 persen sekarang 35 persen juga,” ucapnya.
“Yang ada indikasi naik adalah Anies Baswedan, di Juni 21 persen, sekarang 23,9 persen,” jelasnya.
Namun, tegas Burhanuddin, apa yang terlihat tentu masih sangat dinamis mengingat Pilpres masih 6 bulan lagi.
“Artinya semua kemungkinan masih bisa terjadi. Ini tentu masih sangat tipis dan swing voter masih di angka 7 persen. Masih belum bisa ditentukan siapa yang akan menang pada Februari 2024 nanti,” pungkasnya. ***





