Bantenraya.co.id– Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar kerap bertingkah nyentrik dan di luar kebiasaan pejabat pada umumnya.
Aksi unik yang ditunjukkan Al Muktabar ini kemudian mendapatkan beragam reaksi. Ada yang menganggapnya pencitraan, tapi ada juga yang menganggapnya biasa saja.
Ada banyak momen ketika Al Muktabar bersikap di luar kebiasaan ini. Misalnya, Al Muktabar tiba-tiba ngepel lantai aula Aspirasi DPRD Banten yang dia anggap kotor, sesaat sebelum acara di lokasi itu dimulai.
Yang terbaru, Al Muktabar tiba-tiba mengambil selang air dan menyirami tanaman yang baru saja ditata oleh tukang kebun yang berada di belakang gedung DPRD Provinsi Banten.
Aksi itu dia lakukan sambil menunggu rapat paripurna DPRD Banten yang mundur dari jadwal.
Al Muktabar juga pernah memberi minum air kelapa muda kepada petani perempuan saat menghadiri acara panen raya.
Dia juga pernah menyuapi makanan kepada kawanan tukang ojek online (ojol) saat hadir di acara organisasi para driver tersebut.
Pada kesempatan lain, Al Muktabar juga ikut memainkan salah satu alat musik drum band ketika sebuah grup drum band tampil, menenteng selang dan mengisi drum-drum dengan air saat pendistribusian air bersih di Tanara, Kabupaten Serang.
BPJS Ketenagakerjaan Pandeglang Dorong Usaha Mikro Penuhi Hak Pekerja
Bahkan, Al Muktabar pernah makan bersama di atas daun pisang bersama-sama anggota Satpol PP Provinsi Banten.
Saat ditanya tentang aksi menyiram tanaman yang sebetulnya tidak biasa bagi seorang kepala daerah itu, Al Muktabar mengatakan, dia terbiasa mengurus tanaman.
Bahkan, dia setiap hari menyiram dan mengurusi tanaman talas beneng yang dia tanam di halaman rumah dinas yang dia tinggali saat ini.
“Saya terbiasa begitu. Itu lebih kepada kepedulian terhadap tanaman. Jadi, kebiasaan saja sebetulnya,” kata Al.
Kepala Kesbangpol Lebak Pernah Diminta Berpasangan dengan Hasbi Asyidiki di Pilkada 2024
Al Muktabar mengatakan, dia prihatin terhadap tanaman yang saat ini banyak mengering dan mati akibat dampak El Nino.
Karena itu, ketika melihat tanaman yang layu atau kering dia dengan spontan saja menyiraminya. “Termasuk tanaman di Jalan A Yani itu,” katanya.
Terkait aksi menyuapi ojol atau petani, Al Muktabar mengaku hal itu dia lakukan secara spontanitas saja. Dia juga tidak ingin membuat jarak atau pembeda siapa pejabat dan siapa rakyat. “Gubernur bukan sesuatu yang tinggi sekali,” ujarnya.
Al Muktabar juga mengatakan, hal-hal semacam itu tidak hanya dia lakukan ketika menjabat sebagai Pj Gubernur, melainkan juga dia lakukan saat dahulu masih menjabat sebagai Sekda Banten.
Bengkel Tambal Ban dan Rumah Warga Cilaja Pandeglang Terbakar, Satu Orang Dilarikan ke Rumah Sakit
“Seperti kebiasaan saya datang lebih dulu. Dulu juga begitu. Waktu jadi Sekda juga begitu,” katanya.
Dengan mendekati dan menyejajarkan diri dengan masyarakat biasa, menurutnya, ada informasi-informasi yang bisa didapatkan, yang mungkin tidak pernah disampaikan oleh bawahannya.
Salah satunya adalah terkait jalan rusak milik kabupaten kota yang kemudian diambil alih menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Banten.
Informasi itu didapatkan ketika Al Muktabar mengunjungi kosan mahasiswa yang sebelumnya menggelar aksi demonstrasi memprotes Pemerintah Provinsi Banten.
Terkait kritik yang disampaikan kepadanya, Al Muktabar mengatakan, dia terbuka terhadap kritik. Bahkan, dia menegaskan dia tidak antikritik.
Terpisah, pengamat politik dan kebijakan publik Adib Miftahul menilai bahwa tindakan menyiram tanaman yang dilakukan oleh Al Muktabar adalah sebagai bentuk sindiran non verbal kepada para anggota DPRD Provinsi Banten yang selalu ngaret dalam melaksanakan rapat paripurna.
“Kalau saya melihatnya itu adalah sebagai bentuk dari sindiran yang keras ya, atau bahasa lainnya adalah komunikasi politik non verbal. Itu adalah sebagai bentuk dari perwalanan Al Muktabar yang sangat epic dan berwibawa.
Dia rela nungguin rapat yang molor, sambil dia siram-siram gitu kan. Harusnya mereka (anggota DPRD) yang sudah malas-malasan itu disingkirkan aja begitu, saya melihatnya begitu,” kata Adib kepada Banten Raya.
Mengenal Profil dan Biodata Fadil Jaidi: Keluarga, Pendidikan, Umur dan Fakta Menarik
Ia menerangkan, melalui aksi siram-siram yang dilakukan Al Muktabar di halaman belakang gedung DPRD Provinsi Banten tersebut, secara tidak langsung Al Muktabar menyindir dan seharusnya para anggota DPRD Provinsi Banten menjadi malu akan sindiran tersebut.
“Sebenarnya dia bisa aja langsung pergi lagi begitu karena tahu kalau rapatnya molor, tapi dia tidak mau dan memilih untuk siram-siram.
Jadi menurut saya itu bentuk perwalanan yang epic ya. Apalagi kalau mengingat sudah dilakukan sampai dua kali berturut-turut, saya mengapresiasi apa yang dilakukan Al Muktabar,” terangnya.
Lebih lanjut Adib menjelaskan, aksi siram tanaman yang dilakukan Al Muktabar bukan sebuah pencitraan. Lain hal jika semisal ia melakukannya yang bersinggungan langsung oleh masyarakat.
Profil Kayes, Brand Ambassador Esport Indonesia Tercantik dari ONIC Esports
“Dalam konteks ini (nyiram-nyiram di gedung belakang DPRD), itu lebih kepada bentuk sindirian. Kalau di luar itu, saya juga sering mengkritik apa yang dilakukan Al Muktabar lebih banyak ke pencitraan.
Umpamanya saat bagi-bagi air bersih, dia yang nuangin sendiri dan megang selangnya, hal-hal yang seperti itu kan sebenarnya tidak harus begitu juga.
Yang terpenting adalah RPJMD dan kebijakannya berjalan dengan baik sebagai mestinya. Tapi kalau terlalu sering dilakukan seperti itu, di luar konteks nyiram-nyiram di DPRD, indikasinya malah lebih kepada bentuk pencitraan,” jelasnya.
Adib menuturkan, dari kacamatanya ia melihat bahwa apa yang dilakukan Al Muktabar sebagai seorang Pj Gubernur seperti layaknya “real” seorang Gubernur.
Yang mana, kata dia, banyak melakukan pencitraan yang bertujuan untuk lebih dikenal oleh publik.
“Saya kira itu wajar dilakukan, karena Al Muktabar ini sebagai seorang Pj dia itu seperti layaknya “real” Gubernur.
Bukan tidak mungkin jika dia bisa menjabat 2-3 tahun, sehingga jadi dikenal oleh publik, didukung mungkin dengan kinerjanya yang baik, dan bukan tidak mungkin untuk Al Muktabar jika nanti dirinya dilirik oleh kekuatan partai politik untuk diusung pada Pilgub Banten selanjutnya,” tuturnya.(tohir)






