BANTENRAYA.CO.ID – Dalam rangka mengembangkan Geopark Bayah Dome menjadi daya tarik wisata unggulan di Kabupaten Lebak, DPD Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) Lebak mengadakan diskusi dengan tema “Kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Banten dan Media Massa dalam Pengembangan Geopark Bayah Dome.”
Diskusi tersebut dihadiri oleh H Edi Murpik, Ketua DPD KWRI Provinsi Banten, perwakilan Kantor Gubernur sementara, Usep Suparno, Kepala Bidang Destinasi Wisata Dinas Pariwisata Lebak, dan Eri Sujatnika, dari Bagian Destinasi Kawasan Strategis Dinas Pariwisata Provinsi Banten.
Acara tersebut diresmikan oleh Beni Ismail, Kepala Biro Adpim di Sekretariat Daerah Kabupaten Lebak, di ruang rapat terbatas lantai 3 Gedung Sekretariat Kabupaten Lebak di Rangkasbitung pada Jumat 11 Agustus 2023.
Proses ekonomi dan promosi erat kaitannya dan melibatkan unsur pentahelix: pemerintah, pelaku bisnis, pendidikan, akademisi, dan media.
Usep menekankan bahwa pemerintah daerah Banten sedang fokus untuk meningkatkan pengembangan pariwisata di Kabupaten Lebak.
Ia menyatakan, “Bahkan anggaran dinas hampir separuhnya dikonsentrasikan untuk destinasi kabupaten Lebak.”
Lebih lanjut, ia melanjutkan dengan menyoroti pentingnya pengembangan pariwisata di wilayah perbatasan, termasuk Kabupaten Lebak, karena wilayah perbatasan mewakili wajah Banten.
Oleh karena itu, Geopark Bayah Dome mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah daerah Banten. Geopark Bayah Dome menjadi harta alam yang unik bagi Banten dan berbeda dari daerah lain.
BACA JUGA: Dampak Puncak Hujan Meteor Perseid yang Jatuh 13 Agustus 2023, Ternyata Akan Sebabkan Ini
Geopark Bayah Dome, dengan kekayaan alamnya yang luar biasa, merupakan potensi aset pariwisata bagi Kabupaten Lebak. Wilayah ini tersebar di 15 kecamatan dengan 32 titik geosite, menunjukkan kekayaan alam yang jarang ditemukan di daerah lain.
Namun demikian, Eri Sujatnika menyatakan bahwa meskipun Bayah Geopark Dome masih dalam tahap rekomendasi dan belum beroperasi, persiapan sedang dilakukan.
“Secara resmi belum. Masih menunggu hasil verifikasi dari komite nasional geopark Indonesia (KNGI). Namun kita siapkan sebagai senjata baru mendorong perekonomian daerah,” ujarnya.
H Edi Murpik, Ketua DPD KWRI Provinsi Banten, mengingatkan pemerintah daerah untuk serius menyiapkan fasilitas pendukung untuk kemajuan destinasi pariwisata.
BACA JUGA: Sejarah Singkat Hari Pramuka, Mudah Dipahami dan Menambah Wawasan Tentang Kepramukaan
“Misalnya akses jalan menuju ke kawasan wisata yang saat ini terhalang banyaknya truk pasir yang melintas membuat kemacetan. Mobilitas warga jadi terhambat. Pemerintah juga harus tegas menindak pelaku tambang ilegal di sekitar kawasan wisata,” tegasnya.
Masalah pengelolaan sampah juga ditekankan karena pendapatan di kawasan pariwisata cukup tinggi namun tidak diimbangi dengan pengelolaan sampah yang memadai.
“Geopark akan membantu perekonomian masyarakat sehingga perlu kerja bareng untuk pengembangannya. DPD KWRI siap bersinergi bersama pemerintah daerah dalam promosinya,” pungkasnya.***