BANTENRAYA.CO.ID – DEK META dan UNI LINA berhasil mengantarkan Nursya Aini Utami, guru SMP Islam Terpadu (IT) Raudahtul Jannah (RJ) Cilegon meraih Juara 1 Lomba Inovasi Karya Guru (LINKAR) tingkat SMP yang diselenggarakan oleh PT Astra Internasional.
Penghargaan tersebut diterima Ucha, sapaan akrab Nursya Aini, dalam acara Anugerah Harmoni Kontribusi Astra 2025 yang berlangsung di Jakarta pada 8 Agustus lalu.
Ucha berhasil menjadi yang terbaik dari ratusan peserta yang ikut bersaing dalam ajang ini.
DEK META dan UNI LINA yang merupakan akronim dari Detektif Kemiringan Tangga dan Fungsi Linear adalah sebuah aplikasi interaktif berbasis web yang dapat menyimulasikan kemiringan garis, kedudukan dua garis, titik potong garis terhadap sumbu hingga bentuk persamaan garis.
Jembatan Spelwijk Kota Serang Ditutup Karena Sedang Diperbaiki
Ucha mengatakan, aplikasi DEK META dan UNI LINA dibuat menggunakan fitur Canva Code yang baru dirilis canva pada Mei 2025.
Bagi yang ingin menggunakan aplikasinya, Ucha mempersilakan untuk mengakses link-nya di https://nursyaau.my.canva.site/dekmita-unilina.
“Fitur inilah yang saya eksplorasi dalam membuat karya inovasi untuk pembelajaran matematika dalam menjembatani konsep dasar pada materi Fungsi Linear,” katanya kepada Banten Raya, kemarin.
Ucha menjelaskan, aplikasi tersebut dapat digunakan oleh guru dan murid, baik secara mandiri maupun klasikal.
Paling Spesial Sepanjang Sejarah, Ini Rangkaian Kejutan Pesta Rakyat HUT ke-80 RI
“Pada aplikasi ini, selain menampilkan simulator garis yang dilengkapi slider gradien dan konstanta, juga terdapat Tantangan Detektif yang berisi pertanyaan untuk membimbing siswa dalam memahami konsep gradien dan fungsi linear,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Ucha, murid juga dibimbing untuk melakukan pengukuran kemiringan tangga yang ada di lingkungan sekitar sekolah sebagai objek nyata bentuk garis lurus.
Hal itu sejalan dengan konsep kurikulum khusus SIRAJA berbasis riset milik Yayasan RJ.
Ucha menceritakan proses perjalanan lomba yang menurutnya cukup menguras energinya bahkan sempat mengganggu kondisi kesehatan fisiknya.
Jembatan Spelwijk Kota Serang Ditutup Karena Sedang Diperbaiki
“Qadarullah, karena terlalu lama di depan laptop, saya sempat kena spasme otot leher yang sakitnya luar biasa, sulit menelan dan gerakan leher.
Sempat diakupuntur, bekam, minum obat, sampai ke dokter syaraf. Setelah 3 hari, Alhamdulillah membaik,” tuturnya.
Ucha melanjutkan, pada masa penyusunan proposal dan implementasi karya di Mei lalu, dirinya juga mendapat amanat menyusun modul ajar interdisipliner dan menyimulasikan kurikulum SIRAJA dipresentasikan dalam kegiatan yayasan.
“Alhamdulillah, semuanya Allah kasih kelancaran.
Asiknya Bermain Dibatang Pohon Yang Roboh
Pendaftaran ternyata diperpanjang hingga 1 Juni. Saya berusaha memperbaiki dan kirim ulang karya, menambahkan lampiran-lampiran yang menunjang karya,” ucapnya.
Ucha mengungkapkan, dalam proses pembuatan prototype di waktu yang singkat, dirinya sempat merevisi karya berkali-kali dan melakukan uji
coba hingga akhirnya dapat diimplementasikan kepada murid pada pertengahan Mei sehingga hasilnya dapat melengkapi ringkasan proposal.
“Alhamdulillah Juni itu diumumkan lolos 20 besar, kemudian lanjut kirim proposal full paper pada Juli 2025 yang akhirnya membawa saya lolos seleksi 10 besar dan harus presentasi di hadapan 4 orang juri secara daring,” katanya.
Jembatan Spelwijk Kota Serang Ditutup Karena Sedang Diperbaiki
Hingga akhirnya, Ucha mendapat undangan untuk hadir sebagai nominasi award LINKAR 2025 dalam kegiatan Anugrah Harmoni Kontribusi Astra 2025 di Jakarta yang berlangsung pada 8-10 Agustus.
“Alhamdulillah, Allahu Akbar! Saya diumumkan sebagai juara 1 kategori SMP tingkat Nasional. Ini merupakan impian saya sejak lama, berkarya dan jadi juara di tingkat nasional. Juga bisa merasakan kesempatan diundang pada acara malam penganugrahan,” ujarnya.
“Ini adalah self reward yang saya perjuangkan sejak lama sebagai hadiah terindah di usia baru saya yang memasuki kepala 4 pada Agustus tahun ini.
Saya ingin menunjukkan bahwa sebagai guru, usia bukan penghalang untuk terus belajar, berkarya, dan berinovasi,” pungkas Ucha. (danang)






