BANTENRAYA.CO.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten melaporkan tingkat inflasi sepanjang tahun 2025 tercatat sebesar 2,74 persen, atau lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2024 yang tercatat 1,88 persen.
Adapun komoditas pangan yang menjadi pemicu terhadap inflasi di Banten adalah cabai rawit, sedangkan emas perhiasan juga menyumbang andil yang cukup tinggi.
Ketua Tim Statistik Distribusi BPS Provinsi Banten Saeful Hidayat mengatakan, tingkat inflasi di Banten masih tergolong normal dengan batas yang sudah ditetapkan 2,5 plus minus 1 persen.
“Tingkat inflasi di Banten lebih tinggi dibandingkan tahun 2024, namun masih dalam batas aman,” kata Saeful dalam konferensi pers, Senin (5 Januari 2025).
BACA JUGA : Pendopo Kabupaten Serang Tidak Masuk List KPK Untuk Diserahkan ke Pemkot Serang
Berdasarkan Indeks Harga Konsumen (IHK) di lima kabupaten dan kota Banten, tercatat sebesar sebesar 109,53 pada Desember 2025.
Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Pandeglang sebesar 3,18 persen dengan IHK sebesar 109,68 poin, dan inflasi terendah di Kota Tangerang sebesar 2,55 persen.
“Jika dirinci, kelompok makanan menjadi penyumbang tertinggi inflasi, dengan sub Komoditas cabai rawit 0,23 persen daging ayam ras 0,08 persen, emas perhiasan 0,06 perden, telur ayam 0,05 perden dan air dalam kemasan 0,04 persen,” ujarnya.
Sementara, komoditas pangan yang mengalami deflasi pada periode Desember 2025 meliputi cabai merah, daging sapi, bawang merah, wortel, bawang merah dan salak.
BACA JUGA : Zakiyah Angkat 6.057 Honorer Jadi PPPK Paruh Waktu
Kelompok makan dan minum ini pada Desember 2025 Provinsi Banten mengalami inflasi secara tahunan sebesar 4,54 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 108,69 pada Desember 2024 menjadi 113,62 pada
Desember 2025.
Subkelompok yang mengalami inflasi tahunan tertinggi, yaitu subkelompok rokok dan tembakau sebesar 4,85 persen, subkelompok makanan mengalami inflasi sebesar 4,53 persen, dan subkelompok minuman yang tidak beralkohol sebesar 4,07 persen.
“Kelompok ini pada Desember 2025 memberikan andil atau sumbangan inflasi tahunan sebesar 1,45 persen,” kata Saeful. (raden)






