BANTENRAYA.CO.ID – Pemerintah memastikan sektor penerbangan siap memberikan pelayanan transportasi udara yang optimal kepada para jamaah haji tahun 2023.
Pesawat yang digunakan jamaah haji adalah Garuda Indonesia sebanyak 14 armada, dan Saudi Arabian Airlines sebanyak 10 armada.
Pesawat terbang yang digunakan jamaah haji dinyatakan laik terbang. Untuk embarkasi maskapai Garuda Indonesia berada di Aceh, Medan, Padang, Pondok Gede Jakarta, Solo, Balikpapan, Banjarmasin, Makassar, dan Lombok.
BACA JUGA : 384 Jemaah Haji Pandeglang Kloter 16 Diberangkatkan, Tangis Keluarga Jemaah Tak Terbendung
Sementara embarkasi Saudi Arabian Airlines berada di Batam, Palembang, Pondok Gede Jakarta, Bekasi Jakarta, Kertajati, dan Surabaya.
“Kami siap memberikan dukungan kepada Kementerian Agama selaku leading sektor penyelenggaraan ibadah haji. Melalui pelayanan transportasi udara yang selamat, aman, dan nyaman bagi para jamaah haji,” kata Direktur Angkutan Udara Kementerian Perhubungan, Eka Putu Cahyadi.
Dikutip Bantenraya.co.id dari laman dephub.go.id, Selasa 30 Mei 2023, dikatakannya, Kemenhub telah melakukan berbagai upaya untuk kelancaran penyelenggaraan haji tahun 2023 melalui pelayanan transportasi udara.
Mulai dari menyiapkan sarana dan prasarana transportasi udara, hingga menyiapkan personel yang bertugas untuk menjaga keselamatan, keamanan dan pelayanan transportasi udara bagi para jamaah.
Dikatakannya, pada tahun ini telah disiapkan sebanyak 13 Bandara Embarkasi, Debarkasi Haji dan 6 Bandara Embarkasi Antara.
“Tahun ini tentu ada penambahan bandara embarkasi yakni Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati. Ini yang menjadi hal baru dan persiapannya sudah kita lakukan sejak jauh hari,” ujar Eka Putu.
Ia menambahkan, pada tahun ini sebanyak 30 persen jamaah haji adalah lanjut usia (lansia). Untuk itu, Kemenhub telah berkoordinasi dengan operator bandara dan maskapai untuk memberikan pelayanan yang ramah lansia. “Para jamaah Haji lansia menjadi salah satu fokus utama pelayanan kami,” katanya.
BACA JUGA : Menjadi Salah Satu Oleh-Oleh Jemaah Haji, Ini 4 Fakta Air Zamzam
Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Capt. M. Mauludin menjelaskan, untuk memastikan keselamatan penerbangan, Kemenhub melalui para inspektur DKPPU dan Kantor Otoritas Bandara telah melakukan pengawasan transportasi udara melalui ramp check di 13 bandara embarkasi haji yang telah dilakukan sejak 27 Februari 2023.
Pengawasan meliputi dokumen yang wajib onboard di pesawat udara, memonitor masalah yang terjadi serta perbaikannya, memonitor pelaksanaan perawatan rutin atau berkala yang wajib dikerjakan dan memeriksa kondisi umum pesawat setiap kedatangan dan keberangkatan.
“Sampai dengan tanggal 25 Mei sudah dilakukan 17 inspeksi ramp check, 14 pesawat yang diperiksa dengan nol temuan. Artinya seluruh pesawat yang telah dilakukan ramp check telah dinyatakan laik terbang,” ucapnya.
Pada tahun ini maskapai penerbangan yang ditetapkan pemerintah melalui Kemenag untuk melayani angkutan haji yaitu Garuda Indonesia, dan Saudi Arabian Airlines.
BACA JUGA : Lunas, Tiga Orang Warga Pandeglang Batalkan Berangkat Haji Tahun 2023, Akibat Hal Ini
Kedua maskapai tersebut akan melayani sebanyak total 221.000 jemaah haji yang merupakan total kuota jamaah haji tahun ini. Sebanyak 537 kloter jamaah haji akan diberangkatkan dari Indonesia. Garuda Indonesia akan melayani 287 kloter dan Saudi Arabian Airlines melayani 250 kloter.
Terkait adanya rencana penambahan kuota haji pada tahun ini, Kemenhub melalui Ditjen Perhubungan Udara juga telah memberikan izin penerbangan bagi kloter kuota tambahan.
Adapun waktu pelaksanaan penerbangan jemaah Haji yakni dibagi dalam empat gelombang yang terdiri dari dua gelombang keberangkatan dan dua gelombang kedatangan.
Gelombang I Pemberangkatan menuju Madinah (24 Mei-7 Juni 2023) dan Gelombang II Pemberangkatan ke Jeddah (8 Juni – 22 Juni 2023). Sedangkan untuk pemulangan, Gelombang I Pemulangan dari Jeddah (4 Juli – 18 Juli 2023) dan Gelombang II Pemulangan dari Madinah (19 Juli – 3 Agustus 2023). ***




