Jutaan Warga Buka Rekening Massal

Jutaan Warga Buka Rekening Massal
LITERASI KEUANGAN: Kepala OJK Provinsi Banten Adi Dharma saat menyampaikan kondisi inklusi dan literasi keuangan kepada masyarakat, Senin (21 September 2026).

BANTENRAYA.CO.ID – Jutaan warga Banten dipasikan akan membuka rekening massal, dari program yang digagas pemerintah pusat.

Langkah strategis ini dinilai menjadi momentum besar dalam memperluas inklusi keuangan serta menekan populasi unbanked di wilayah Banten.

Brdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Banten pada 2025 sebanyak 12,54 juta jiwa.

Jika mengacu asumsi Inklusi Keuangan sebesar 80,51 persen di Banten pada tahun 2025, maka diperkirakan ada 2,4 juta orang di Banten belum memiliki rekening (unbanked).

BACA JUGA : Penerima Beasiswa Dilarang Hedon

Namun jika mengikuti jumlah inklusi nasional sebesar 92,74 persen berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, jumlah penduduk Banten yang tidak memiliki rekening sebanyak 910 ribu orang.

Mereka ini yang akan menjadi sasaran penerima program pembukaan rekening massal oleh pemerintah pusat..

Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Banten Adi Dharma menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh program pemerintah pusat dalam pembukaan rekening massal bernilai fantastis, yakni mencapai Rp11 triliun.

Menurut Adi, saat ini pihaknya terus berkoordinasi intensif dengan industri perbankan nasional maupun Perbankan Daerah (BPD), guna memastikan pelaksanaan program nasional ini berjalan tertib, aman, dan efisien.

BACA JUGA : Tak Penuhi Standar, 61 SPPG Disuspend

“OJK Banten pada prinsipnya mendukung program pemerintah dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.

Kami terus melakukan koordinasi dengan industri perbankan dan pemangku kepentingan agar pelaksanaannya dapat berjalan dengan lancar,” kata Adi, Senin (21 September 2026).

Terkait alokasi pasti jumlah masyarakat penerima serta mekanisme teknis penyaluran dana awal sebesar Rp50.000 per rekening, OJK Banten menyampaikan detail angka resmi dan skema penyalurannya masih menunggu keputusan serta ketentuan final dari pemerintah pusat.

Program ini dinilai memiliki potensi amat besar untuk menjangkau masyarakat yang selama ini belum tersentuh layanan perbankan resmi (unbanked population).

BACA JUGA : Unsera Tawarkan Kuliah Kilat Lulus Sarjana Hanya 1,5 Tahun

“Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks inklusi keuangan nasional telah mencapai 93,61 persen, dengan indeks literasi keuangan berada di angka 69,57 persen,” paparnya.

Kendati akses keuangan terus membaik, Adi menekankan tantangan utama bukan hanya mencetak angka kepemilikan rekening baru, melainkan bagaimana memastikan masyarakat aktif dan bijak dalam bertransaksi.

“Keberhasilan program ini tidak cukup hanya dilihat dari jumlah rekening yang berhasil dibuka, tetapi juga dari sejauh mana rekening tersebut dapat digunakan secara aktif, aman, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Untuk menjaga agar rekening yang dibentuk tidak menjadi dormant (pasif) atau dimanfaatkan oleh pihak tak bertanggung jawab dan meminimalisir risiko pinjaman online ilegal hingga judi online, OJK Banten mendorong tiga pilar utama.

BACA JUGA : Horison Altama di Pandeglang Siap Akomodasi Bisnis hingga Wisata

Pertama, mendorong masyarakat memanfaatkan rekening untuk kebutuhan harian, menabung, penerimaan bantuan/gaji, hingga akses produk keuangan yang aman.

Kedua, menjadikan momen pembukaan rekening sebagai sarana edukasi mengenai kerahasiaan data pribadi, bahaya penipuan, serta pentingnya menjaga PIN, password, dan OTP dari pihak lain.

Ketiga, menerapkan regulasi ketat sesuai POJK nomor 24 tahun 2025 tentang Pengelolaan Rekening pada Bank Umum.

Aturan ini mewajibkan perbankan memiliki sistem flagging, klasifikasi status rekening (aktif, tidak aktif, dormant), serta prosedur pengawasan yang ketat.

BACA JUGA : Kapulso Kafe Pandeglang, Tempat Nongkrong Estetik Cita Rasa Khas Jawara

“Melalui sinergi erat bersama pemangku kepentingan dan industri perbankan di Banten, OJK berkomitmen agar pembukaan rekening massal ini menjadi fondasi kokoh menuju masyarakat Banten yang makin sejahtera dan melek finansial,” kata Adi. (raden)

Pos terkait