Penerima Beasiswa Dilarang Hedon

Penerima Beasiswa Dilarang Hedon
BERSAING : Para siswa belajar di kelas. Pemkot Cileon menerima 1.435 orang pendaftar beasiswa S1 tahun 2026 ini untuk masyarakat.

BANTENRAYA.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon mengancam akan mencabut kuota program Beasiswa Cilegon Juare kepada mahasiswa jika terbukti memakai anggaran beasiswa tersebut untuk hidup hedon atau foya-foya.

Berdasarkan data Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Cilegon, ada 3.304 mahasiswa yang ikut dalam program beasiswa S1 tersebut.

Rinciannya, pada Desember 2025 tersisa 2.797 beasiswa full sarjana, 507 beasiswa Cilegon Juare, 702 sudah lulus, dan 447 yang gugur atau dicabut.

Saat ini, Pemkot Cilegon kembali membuka pendaftaran Beasiswa Cilegon Juare sebanyak 763 orang.

BACA JUGA : Kadisdikpora Ajak Guru Pesisir Pantai Lestarikan Mangrove

Hingga sampai 20 September 2026 pukul 17.00, terdapat 1.435 orang pendaftar yang akan mengikuti seleksi administrasi sejak 11 September 2026 lalu.

Wakil Walikota Cilegon Fajar Hadi Prabowo menegaskan, dirinya tak segan untuk mencabut beasiswa bagi siapa pun penerima yang menyalahgunakan anggaran beasiswa untuk kepentingan di luar pendidikan.

Ia percaya warga Cilegon tak akan menyalahgunakan anggaran beasiswa tersebut untuk kepentingan pribadi, termasuk untuk kehidupan foya-foya.

“Saya yakin gak ada warga Cilegon seperti itu, kalau memang ada langsung dicabut beasiswanya, mending orang lain yang dapat beasiswanya,” tegasnya, Minggu (20 September 2026).

BACA JUGA : Dorong Kemudahan Transaksi, bank bjb dan KAI Commuter Integrasikan Ekosistem Pembayaran

Fajar menekankan, anggaran beasiswa yang diterima itu bukanlah uang pribadi milik Walikota maupun Wakil Walikota.

Tetapi, kata Fajar, anggaran beasiswa yakni bersumber dari uang pajak rakyat yang diamanahkan melalui Pemkot Cilegon untuk dapat dimanfaatkan untuk kemajuan Kota Cilegon.

Terutama untuk peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui jenjang pendidikan tinggi tersebut.

“Itu bukan uang Walikota atau Wakil Walikota, tapi uang masyarakat yang dipercaya untuk pelajar yang berprestasi akademik, non akademik, atau jalur lainnya untuk dapat beasiswa,” jelasnya.

BACA JUGA : Walikota Jenguk Korban Tawuran Suporter Bola

Menurut Fajar, jangan mempergunakan anggaran beasiswa tersebut untuk kehidupan foya-foya atau perilaku yang tidak sesuai peruntukannya. “Jangan mencari sesuatu kenikmatan dunia saja, itu uang masyarakat.

Mungkin kalian gatau jerih payahnya gimana masyarakat bayar pajak, kerja potong pajak buat bangun ini itu termasuk beasiswa,” tuturnya.

Fajar meminta, para penerima Beasiswa Cilegon Juare untuk dapat menggunakan beasiswa itu untuk kepentingan kuliahnya.

“Tolong lah bagi penerima beasiswa gunakan secara amanah dengan baik. Kalau untuk SPP atau UKT, dibayarkan sesuai peruntukannya,” pintanya.

BACA JUGA : Pemahaman Literasi Digital Warga Banten Baru 10 Persen

Ia menyampaikan, seluruh penerima Beasiswa Cilegon Juare untuk dapat menjaga kepercayaan tersebut dan menggunakan bantuan sesuai tepat sasaran.

“Manfaatkan dengan baik, gunakan sesuai peruntukannya. Tolong dijaga dan digunakan dengan baik,“ ujarnya.

Kepala Bagian (Kabag) Kesra Setda Kota Cilegon Rahmatullah menjelaskan, pihaknya terus melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) terkait dengan pelaporan beasiswa. Dimana, itu harus sesuai aturan dan waktu yang sudah ditentukan.

“Beasiswa full sarjana untuk pelaporan dilakukan kampus, sementera untuk Beasisa Cilegon Juare itu langsung mahasiswa. Nah karena ada pelaporan maka kami monev untuk memastikan itu tidak terkendala,” katanya.

BACA JUGA : PTM di Sekolah, Siswa Diminta Pakai Masker

Haya panggilan akrab Rahmatullah menyatakan, jika pelaporan terkanda maka pencairan untuk program beasiswa akan terganggu, terutama yang Beasiswa Full Sarjana yang itu diberikan melalui kampus atau perguruan tinggi.

Atas dasar itu pada 2026 sekarang pelaporan juga bisa dilakukan dengan online, sehingga semuanya bisa berjalan dengan cepat lewat aplikasi SICERDAS.

“Kalau pelaporan terkendala maka pencairan beasiswa tidak bisa dilakukan. Kami ingin memastikan semuanya bisa berjalan dengan baik, jangan sampai ada keterlambatan pencairan,” ujarnya.

Haya menyatakan, berdasarkan data ada sebanyak 447 mahasiswa yang gugur, dimana itu tentu saja banyak alasan dan penyebabnya. Namun, pihaknya memastikan dalam hal administrasi semuanya ditempuh secara maksimal.

BACA JUGA : PTM di Sekolah, Siswa Diminta Pakai Masker

“3.304 mahasiswa yang ikut dalam program beasiswa S1 rinciannya hingga Desember 2025 tersisa 2.797 beasiswa full sarjana, 507 beasiswa Cilegon Juare. Dari jumlah tersebut sebanyak 702 sudah lulus dan 447 yang gugur atau dicabut,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pendidikan Cilegon Syaiful Bahri turut memberikan peringatan bagi penerima Beasiswa Cilegon Juare untuk tidak foya-foya dengan menggunakan uang beasiswa.

“Sebagai mahasiswa harus menjunjung tinggi sopan santun, kritis, menghindari hidup hedon atau foya-foya, apalagi penerima beasiswa,” pintanya.

Menurutnya, mahasiswa yang menerima beasiswa perlu menghindari kehidupan foya-foya, dikarenakan kuliahnya dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cilegon.

BACA JUGA : Tidak Tinggal Diam, Wali Kota Cilegon Robinsar Ajak PWI dan SMSI Ikut Cari Keberadaan 5 Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda

“Apalagi kalau ada sisa uang beasiswa digunakan untuk hal yang tidak benar, itu menodai mengkhianati masyarakat. di luar sana banyak anak-anak yang mau beasiswa ini, kalian itu dibiayai oleh uang rakyat,” tegasnya.

Ia menyampaikan, anak muda saat ini merupakan aset bagi Kota Cilegon untuk dapat memberikan kontribusi dan perkembangan yang lebih baik lagi kedepannya.

“Mereka (mahasiswa) itu kan kedepannya menjadi aset Cilegon, gak hanya sekedar menerima uang APBD saja, tetapi adanya kontribusi untuk Kota Cilegon. Nanti kami akan bekerjasama dengan Kesra untuk pembinaannya,” pungkasnya. (tia/uri)

Pos terkait