BANTENRAYA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang tengah mematangkan revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang dilakukan dalam lima tahun sekali.
Salah satu fokus utamanya adalah pengembangan Pelabuhan Paku di Kecamatan Anyar yang diproyeksikan bakal menjadi kawasan industri baru yang terintegrasi dengan PT Krakatau Sarana Infrastruktur (PT KSI).
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Serang Mochmamad Ronny Natadipraja mengatakan, Revisi RTRW dipastikan akan berubah total.
“Berubah total. Makanya bukan penambahan lagi, tapi benar-benar revisi. Penyebabnya salah satunya adalah dengan kebijakan LBS (Lahan Baku Sawah) ini,” ujarnya, Senin (21 September 2026).
BACA JUGA : Penerima Beasiswa Dilarang Hedon
Ia menjelaskan, luasan lahan LBS di kabupaten Serang mencapai hampir 85,49 persen untuk jadi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).
“Ini yang kemudian akhirnya akan beda sekali dengan Perda Tata Ruang sebelumnya. Jelas, karena terjadi perubahan signifikan,” katanya.
Ronny menuturkan, semangat utama dari kebijakan LBS adalah menjaga ketahanan pangan nasional. Meski demikian, Pemkab Serang tetap berupaya menjaga keseimbangan antara ketahanan pangan dan pertumbuhan investasi.
“Jadi memang harus memikirkan secara seimbang bagaimana memenuhi kebutuhan investasi, tapi juga bagaimana kita tetap harus mempertahankan swasembada pangan untuk ketahanan pangan,” jelasnya.
BACA JUGA : Banten Darurat Diabetes dan Hipertensi
Untuk target penyelesaian, dokumen RTRW ditargetkan rampung akhir tahun ini, namun penetapan Perdanya baru akan dilakukan tahun depan.
“Kalau tuntas sampai dokumen RTRW-nya akhir tahun, tapi penetapan mungkin harus tahun depan, meluncur tahun depan,” ungkapnya.
Kepala Bidang Tata Ruang DPUPR Kabupaten Serang Fardianto mengatakan, kawasan Anyar yang selama ini dikenal sebagai destinasi wisata, kini diproyeksikan memiliki kawasan industri pendukung milik PT Krakatau Sarana Infrastruktur (KSI).
“Kalau di Anyer itu ada pendukung PT KSI. PT KSI itu rencana dia akan membuat kawasan industri. Mungkin ada daerah-daerah yang akan dilakukan perubahan tata ruang untuk pendukung kawasan PT KSI-nya sendiri,” ujarnya.
BACA JUGA : Unsera Tawarkan Kuliah Kilat Lulus Sarjana Hanya 1,5 Tahun
Ia menjelaskan, konsep pengembangan di Pelabhan Paku adalah pelabuhan sebagai sarana infrastruktur bongkar muat yang terintegrasi dengan kawasan industri milik PT KSI yang ada di sebelahnya.
“Kalau di Paku itu rencananya KSI untuk daerah pelabuhan. Karena pelabuhan tadi, kawasan dia di sebelah kiri. Jadi bongkar muatnya mungkin di pelabuhan di Paku tadi,”katanya.
Menurutnya, pengembangan tersebut bukan hanya industri, tetapi juga akan dilengkapi dengan penataan permukiman dan wisata. “Kalau sudah ada industri pasti ada tampungan atau tempat pemukiman.
Pengembangan tadi pasti kita buat juga pola ruang untuk pemukiman, karena ada perusahaan pasti ada ruang tempat tinggal di sana,” jelasnya.
BACA JUGA : Anggaran Perbaikan Terbatas 1.138 Ruang Kelas SD Rusak
Fardianto menyebut, kawasan PT KSI ini sangat diminati investor karena merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). “Kalau yang membidik untuk PT KSI pasti banyak karena BUMN.
Kemarin sudah konfirmasi juga ke kantor terkait dengan rencana dia untuk buat pelabuhan fokus di Pelabuhan Paku,” paparnya.
Ia mengungkapkan, saat ini, PT KSI sudah mengajukan permohonan izin lokasi dan mendapat dukungan penuh dari Pemkab Serang dan Provinsi Banten.
Meski demikian, prosesnya masih menunggu kajian mendalam dan moratorium perizinan dari Kementerian ATR/BPN.
BACA JUGA : Unsera Tawarkan Kuliah Kilat Lulus Sarjana Hanya 1,5 Tahun
“Semua butuh kajian dulu, memungkinkan apa tidak. Nanti butuh masukan dari kawan-kawan OPD, terkait kesiagaan bencana alam, terus untuk tempat industrinya di mana, tempat pariwisata, perekonomian yang tumbuh di mana,” ujarnya.
Menjawab kekhawatiran dampak terhadap nelayan, pihaknya memastikan aktivitas nelayan tradisional tidak akan terganggu.
“Kalau untuk aktivitas nelayan kayaknya enggak terganggu karena semua kan dikaji dulu, yang tempat nelayan di mana, ini di mana,” katanya. (andika)





