BANTENRAYA.COM – Yuk mari kenali 7 fakta dari rumah adat Tongkonan Toraja yang berada di Sulawesi Selatan dan dikenal di Indonesia sebagai salah satu daerah yang memiliki gaya bangunan yang unik.
Selain memiliki keberagaman wisata dan kaya akan alamnya, Indonesia juga memiliki beberapa bangunan unik dari berbagai macam daerah.
Salah satu daerah di Indonesia yang memiliki bangunan unik yaitu berada di Toraja, Sulawesi Selatan.
Jika mengunjungi Toraja, maka akan mendapatkan pengalaman seru dan pengetahuan baru untuk para wisatawan mengenai budaya dan adat istiadat di Indonesia.
Dikutip Bantenraya.co.id dari akun Instagram Pesona Indonesia @pesona.indonesia yang dikelola oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia, terdapat beberapa fakta unik yang perlu diketahui oleh masyarakat Indonesiaa maupun para wisatawan mengenai rumah adat di Toraja, Sulawesi Selatan.
Berikut 7 fakta dari rumah adat Tongkonan Toraja yaitu:
1. Rumah tongkonan bukan hanya sekedar tempat tinggal saja, tetapo sebagai ikon budaya masyarakat Toraja. Memiliki struktur bangunan yang mewanawan merefleksikan kepercayaan spriritual dan hierarki sosial masyarakat Toraja.
2. Di dataran tinggi Sulawesi Selatan, rumah adat tersebut berdiri dengan kokoh dan menjadi saksi dari peradaban yang kaya.
3. Selain menjadi rumah adat, rumah tongkonan mencerminkan aspek spiritual Toraja. Bentuk atapnya yang unik mempresentasikan perjalanan jiwa menuju puya atau tanah arwah.
4. Area tengah rumah tongkonan tersebut dikenal sebagai rante jantungnya rumah, tempat berkumpul dengan keluarga dan merayakan acara penting. Ornamen indah rumah tersebut menghiasi bagian dinding luar dan lantai bambunya yang menambah keanggunan seluruh interior.
5. Arti 4 pilar rumah tongkonan Toraja yaitu bukan hanya sekedar penyangga biasa, tetapi sebagai tanda kehidupan masyarakat Toraja tentang keluarga, komunitas, alam, dan spiritual. Kepala kerbau yang berada di rumah tersebut sebagai simbol kekayaan dan status sosial yang tinggi.
6. Rumah tongkonan Toraja juga menjadi tempat upacara masyarakat adat seperti rambu solo yaitu upacara kematian sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada orang yang telah meninggal dunia.
7. Jenazah yang telah melalui prosesi adat akan dibawa ke kompleks pemakaman yang disebut Lakkian, dan bangunan rumah sementara akan dihiasi oleh tanduk kerbau sebagai simbol status sosial, sampai tubuh jenazah dibawa ke tempat peristirahatan terakhir dengan tongkonan kecil yang bisa diangkat.
Author: Tia Fatimah




