BANTENRAYA.CO.ID – Inilah informasi seputar khutbah Idul Fitri 1444 H terbaru yang bertemakan 10 tanda orang yang merugi setelah Ramadhan.
Materi khutbah Idul Fitri 1444 H terbaru bisa menjadi referensi bagi anda menjadi khatib yang bertugas saat sholat fitri.
Idul Fitri 1444 H adalah hari kemenangan bagi umat Islam yang telah menjalankan ibadah puasa Ramadhan dengan penuh kesabaran dan ketakwaan.
Namun, tidak semua orang dapat merasakan kebahagiaan dan keberkahan di hari yang fitri ini.
Penasaran dengan khutbah Idul Fitri 1444 H terbaru yang bertemakan 10 tanda orang yang merugi setelah Ramadhan? Simak artikel ini sampai selesai.
Dikutip Bantenraya.co.id dari berbagai sumber, Beriku ini adalah khutbah Idul Fitri 1444 H terbaru yang bertemakan 10 tanda orang yang merugi setelah Ramadhan:
1. Masih meninggalkan sholat fardhu
Jika seseorang masih belum juga sadar akan kewajiban sholat fardhu dan masih sering meninggalkannya usai Ramadhan, artinya dia merugi.
Hadits Rasulullah SAW:
إِنَّ بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالكُفْرِ ، تَرْكَ الصَّلاَةِ
“Sesungguhnya batas antara seseorang dengan syirik dan kufur itu adalah meninggalkan sholat.” (HR. Muslim, no. 82)
2. Belum pernah ke masjid hingga Ramadhan berakhir
Seseorang yang sehat dan tidak berhalangan diwajibkan untuk sholat berjamaah di masjid, maka rugilah orang yang tidak pernah ke masjid.
3. Memikirkan ibadah hanya pada saat Ramadhan
Padahal, seorang hamba diperintahkan untuk beribadah bukan di bulan Ramadhan saja, melainkan hingga ajal menjemput.
Firman Allah SWT:
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ
“Dan sembahlah Rabbmu sampai datang kepadamu kematian.” (QS. Al-Hijr: 99)
4. Tidak mendapat lailatul qadar dan hanya sibuk memikirkan persiapan Lebaran
Contohnya, banyak orang di malam-malam lailatul qadar malah jalan-jalan dan belanja di mall. Ini tentu sangat rugi.
Hadits Rasulullah:
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari, no. 1901)
5. Memeriahkan Idul Fitri dengan perkara maksiat demi menuruti anak
Contohnya yaitu membelikan petasan, alat musik, dan hal-hal mudarat lainnya. Petasan sendiri bisa membahayakan diri sendiri dan mengganggu orang lain.
Hadits Rasulullah SAW:
الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ
“Seorang muslim adalah seseorang yang lisan dan tangannya tidak mengganggu orang lain.” (HR. Bukhari, no. 10 dan Muslim, no. 41)
Membeli petasan juga termasuk dalam hal boros dan menghambur-hamburkan uang. Padahal, dalam QS. Al Isro’ ayat 26-27 jelas disebutkan pemboros itu saudara setan.
6. Mampu dan memenuhi syarat zakat tapi masih pelit berzakat
Seorang mulsim seharusnya tidak perlu takut hartanya berkurang karena digunakan untuk berzakat serta bersedekah.
7. Sibuk saling meminta maaf pada sesama manusia tapi tidak kepada Allah SWT
Heboh meminta maaf kepada manusia, namun dosa kepada Allah dilupakan tanpa meminta ampunan. Dirinya masih meninggalkan sholat dan tak segera bertobat.
8. Tak kunjung menikah atau menikahkan putrinya padahal sudah waktunya
Hadits Rasulullah SAW:
إِذَا خَطَبَ إِلَيْكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِينَهُ وَخُلُقَهُ فَزَوِّجُوهُ إِلاَّ تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِى الأَرْضِ وَفَسَادٌ عَرِيضٌ
“Jika ada yang engkau ridhai agama dan akhlaknya datang untuk melamar, maka nikahkanlah dia. Jika tidak, maka akan terjadi musibah di muka bumi dan mafsadat yang besar.” (HR. Tirmidzi no. 1084 dan Ibnu Majah no. 1967)
9. Membahagiakan teman tapi dengan maksiat
Contohnya yaitu mengajak mabuk-mabukan atau berbuat maksiat lainnya.
10. Hanya bersenang-senang saat muda tanpa memikirkan ibadah dan durhaka pada orang tua
Hadits Rasulullah SAW:
لاَ تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَا فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلاَهُ
“Kedua kaki seorang hamba tidaklah beranjak pada hari kiamat hingga ia ditanya mengenai: (1) umurnya di manakah ia habiskan, (2) ilmunya di manakah ia amalkan, (3) hartanya bagaimana ia peroleh dan (4) di mana ia infakkan dan (5) mengenai tubuhnya di manakah usangnya.” (HR. Tirmidzi no. 2417)
Demikian khutbah Idul Fitri 1444 H terbaru yang bertemakan 10 tanda orang yang merugi setelah Ramadhan.***







