BANTENRAYA.CO.ID – Tersaji naskah Khutbah Idul Fitri 2023 singkat dan padat tentang ‘Jadilah Hamba Allah’. Naskah Khutbah Idul Fitri 2023 banyak dicari masyarakat Indonesia, apalagi menjelang hari lebaran seperti saat ini.
Karena memang naskah Khutbah Idul Fitri 2023 akan dibacakan usai melaksanakan Shalat Ied.
Seperti yang diketahui Khutbah Idul Fitri merupakan rangkaian dari Shalat Ied yang tidak boleh terlewatkan.
BACA JUGA: Teks Khutbah Idul Fitri 2023, Singkat dan Padat Tentang Lima Hal Penting dalam Ibadah
Dengan adanya Khutbah Idul Fitri menandakan bahwa shalat sunah tersebut memang istimewa.
Biasanya seseorang seperti tokoh masyarakat akan bertugas memberikan Khutbah Idul Fitri usai pelaksanaan shalat Ied.
Hukum khutbah Idul Fitri atau Idul Adha itu adalah sunah menurut Imam Nawawi seorang ulama fikih dari kalangan Mazhab Syafi’i.
BACA JUGA: Serial Bidadari Bermata Bening Episode 7 dan 8 Kapan Tayang? Cek Jadwal Rilis hingga Tamat
Begitupun mendengarkan Khutbah Idul Fitri juga hukumnya sunah, artinya melakukannya akan mendapatkan pahala.
Bagi anda yang bertugas untuk membacakan naskah Khutbah Idul Fitri 2023, tentu harus menyiapkannya dari sekarang.
Anda bisa menggunakan naskah Khutbah Idul Fitri 2023 yang tersedia pada artikel ini sebagai referensi.
Dikutip Bantenraya.co.id dari Ngaji Online, berikut naskah Khutbah Idul Fitri 2023 singkat dan padat tentang ‘Jadi Hamba Allah’.
BACA JUGA: Yuk Takbiran! Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 2023 Jatuh Pada 22 April 2023
Ma’asyiral muslimin,
Hari ini adalah hari yang mulia, hari kemenangan, in syaa Allah. Setelah satu bulan penuh kita beribadah, berpuasa, qiyam, membaca Al-Qur’an Al Kariim.
Kemudian kita pertahankan hal itu dari hari pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya dalam rangka mengikuti firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,
وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ
“Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya..” (QS. Al-Baqarah[2]: 185).
BACA JUGA: Teks Takbiran Idul Fitri Lengkap Bahasa Arab, Latin, dan Terjemahan Bahasa Indonesia
Dan sempurnakan satu bulan penuh. Bukan hanya di hari pertama, di malam pertama, dan kedua.
Lalu pada hari ini kita merasakan kegembiraan yang dibalut oleh rasa syukur karena Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
“dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas hidayah-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al-Baqarah[2]: 185).
BACA JUGA: Resep Es Lumut Nutrijel Coklat, Minuman Menyegarkan Bisa Hilangkan Dahaga Saat Lebaran
Pagi ini, pekikan takbir dan tahlil menggema di tengah-tengah angkasa dalam rangka bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Bersyukur atas apa? Bukan bersyukur karena kita pakai baju yang baru, ataupun karena sebatas menu-menu yang akan kita santap pada pagi ini.
Allah Subhanahu wa Ta’ala mengatakan,
وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
“dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas hidayah-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al-Baqarah[2]: 185).
Khususnya di bulan Ramadan, hidayah, yang membuat kita berpuasa sebulan penuh, kecuali karena ada udzur.
Hidayah yang membuat kita mengkhatamkan Al-Qur’an, dan banyak di antara kita yang ini merupakan pengalaman pertamanya mengkhatamkan Al-Qur’an.
Apakah ini bukan hidayah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala? Hidayah yang membuat kita bisa tarawih dan tahajud.
Tidak pernah terbayang bagaimana misalnya kita bisa tahajjud 1 atau 1,5 juz. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan hidayah kepada kita pada tahun ini.
BACA JUGA: Sakinah di Bidadari Surgamu Bakalan Punya Anak, Peran Salshabilla Adriani Tak Jadi Digantikan?
وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
“dan hendaklah kamu (bertakbir) mengagungkan Allah atas hidayah-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al-Baqarah[2]: 185).
Dan bersyukurlah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah memberikan kita hidayah, sehingga kita kuat, bisa berpuasa, berdzikir, dan bisa mencari lailatul qadr.
Tidak pernah terpikirkan pada tahun-tahun yang lalu bahwa kita bisa mencari lailatul qadr semaksimal tahun ini.
Apakah itu bukan hidayah? Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala meminta kita untuk pekikkan takbir, atas hidayah yang telah Dia berikan selama bulan Ramadhan.
BACA JUGA: 5 Ide Hampers Lebaran Murah di Bawah Rp 50 Ribu, Unik dan Sangat Berkesan
Ma’asyiral muslimin yang Allah muliakan,
Tapi anugerah itu sudah berlalu. Ramadhan telah usai bersamaan dengan terbenamnya matahari tadi malam.
Maka tidak ada lagi puasa sebulan penuh Ramadhan mulai hari ini. Tidak ada lagi tarawih dan tahajjud pada hari ini, sebagaimana suasana di bulan Ramadhan.
Tidak ada pencarian lailatul qadr, tidak ada lagi suasana sahur dan berbuka yang begitu menyenangkan.
Semua sudah berakhir. Tapi yang membuat kita bernafas lega, Rabb kita tidak berakhir. Rabb kita, Allah Subhanahu wa Ta’ala, tidak pernah berakhir.
BACA JUGA: Link CCTV Tol Jakarta-Cikampek, untuk Tahu Titik Kemacetan Saat Arus Mudik Lebaran 2023
هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
“Dialah Yang Awal dan Yang Akhir Yang Zhahir dan Yang Bathin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al-Hadid[57]: 3).
Benar, Ramadhan telah berakhir. Tapi bukankah Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ
“dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).” (QS. Al-Hijr[15]: 99).
Benar, bulan Ramadhan telah berakhir. Tapi bukankah Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ ۖ هُوَ الرَّحْمَٰنُ الرَّحِيمُ
“Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dialah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hasyr[59]: 22).
BACA JUGA: Resep Silky Pudding Manggo, Kudapan Buah Lembut dan Segar Cocok jadi Menu Saat Lebaran
Ramadhan telah berakhir, tapi Yang Maha Pengasih dan Penyayang tidak berakhir. Maka kata para ulama,
كونوا ربانيين ولا تكونوا رمضانيين
“Jadilah kalian hamba-hamba Allah dan jangan menjadi hamba Ramadhan.”
Jangan sampai kita gagal paham selama satu bulan kemarin. Sehingga begitu bulan Ramadhan berakhir, berakhir juga shalat-shalat tahajjud kita, infaq-infaq kita, maupun sahur-sahur kita.
Padahal di depan kita ada qadha puasa misalnya dan ada puasa-puasa sunnah. Tapi Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak berakhir.
Allah Subhanahu wa Ta’ala yang kita ibadahi di bulan Ramadhan adalah Allah yang di bulan Syawwal, Dzulqo’dah, Dzulhijjah, dan sampai Ramadhan tahun depan.
Kalau kita benar-benar menjadi hamba Allah Subhanahu wa Ta’ala, mengapa kita semangat beribadah hanya di bulan Ramadhan saja? Maka ulama mengatakan,
ﺑﺌﺲ ﺍﻟﻘﻮﻡ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻻ ﻳﻌﺮﻓﻮﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺇﻻ ﻓﻲ ﺭﻣﻀﺎﻥ
“Seburuk-buruk kaum adalah mereka yang tidak mengenal Allah kecuali hanya di bulan Ramadhan saja.”
BACA JUGA: 21 Ucapan Idul Fitri 2023 dalam Bahasa Inggris, Berkelas dan Kekinian
Mereka tidak sujud kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, tidak rukuk kepada-Nya, dan tidak membaca firman-firman-Nya, kecuali di bulan Ramadhan.
Dan bukankah tujuan kita berpuasa bulan Ramadhan itu untuk mewujudkan keindahan yang Allah sampaikan di dalam surat Al Baqarah ayat 183?
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,” (QS. Al-Baqarah[2]: 183)
Allah Subhanahu wa Ta’ala mengatakan tujuannya, “Agar kalian bertakwa.”
Agar kita bertakwa, agar kita mengerjakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Dan ini menjadi konsep kita, pola hidup yang tidak bisa dipisahkan dengan kita.
Bukankah Nabi kita Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,
اتق الله حيثما كنت
“Bertakwalah kepada Allah di manapun dan kapanpun Anda berada.” (HR. At Tirmidzi)
Termasuk di dalam dan di luar Ramadhan.
Dan bukankah perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak berhenti sampai bulan Ramadhan? Bukankah larangan-Nya tidak berakhir dengan berakhirnya bulan Ramadhan? Ibadah kepada-Nya hanya berakhir dengan kematian.
BACA JUGA: Daftar Tarif Tol Trans Jawa Mudik Lebaran 2023, Pemudik Harus Siapkan Saldo E-Tol Segini
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ
“dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).” (QS. Al-Hijr[15]: 99)
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۖ
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.” (QS. Al-‘Ankabut[29]: 57)
Cepat atau lambat, kita akan menghadapi makhluk yang satu itu, akan ada pengumuman yang diawali dengan; “Innalillahi wa inna ilaihi raaji’un, telah berpulang fulan bin fulan.”
Dan ternyata nama kita yang disebut di pengumuman tersebut. Kita yang dimandikan, dikafankan, diusung, dan kita yang dimasukkan ke dalam kubur. Maka sudah siapkah bekal kita?
Salah satu tujuan Ramadhan adalah agar kita punya bekal bertahan selama 11 bulan ke depan sampai -insya Allah- kita bertemu dengan bulan Ramadhan tahun depan.
Demi Allah, ini tidak mudah. Hari-hari ini tidaklah mudah, kecuali yang Allah Subhanahu wa Ta’ala mudahkan. Hari-hari ke depan tidak mudah, kecuali jika Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan taufik kepada kita.
Bukankah dengan matahari terbenam tadi malam, maka gembong-gembong setan Allah Subhanahu wa Ta’ala lepas kembali? Pintu-pintu neraka yang Allah Subhanahu wa Ta’ala tutup, maka berlaku pula sebaliknya, sekarang kembali Allah Subhanahu wa Ta’ala buka.
Mulai hari ini, gembong-gembong setan mulai kembali beroperasi. Maka bertakwallah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Demikian naskah Khutbah Idul Fitri 2023 singkat dan padat tentang Jadi Hamba Allah. Semoga bermanfaat.***







