BANTENRAYA.CO.ID – Bank Indonesia (BI) bersama Pengurus Besar (PB) Mathla’ul Anwar menandatangani komitmen bersama dalam rangka memperkuat ekosistem Halal Value Chain (HVC) di Provinsi Banten.
Kerja sama perkuat ekosistem HVC di Provinsi Banten bersama BI dan PB Mathla’ul Anwar dilaksanakan di Bintaro Exchange 2 Mall, Kawasan BSD, Kota Tangerang Selatan, Jumat (29/08/25).
Komitmen BI dan PB Mathla’ul Anwar ini menjadi sebuah langkah strategis dalam mendorong penguatan digitalisasi keuangan syariah yang ada di daerah Banten.
Komitmen kerja sama antara BI dan PB Mathla’ul Anwar ini akan berlangsung di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Serang, Banten.
Adapun 4 poin utama komitmen BI dan PB Mathla’ul Anwar, antara lain;
1. Peningkatan kapasitas SDM halal melalui pelatihan auditor halal, penyelia halal, dan pendamping proses produk halal.
2. Perluasan sertifikasi halal melalui aktivasi pendamping proses produk halal (agen halal).
3. Penguatan sinergi program sosialisasi dan edukasi ekonomi dan keuangan syariah.
4. Perluasan ekosistem pembayaran digital di area kampus dan pesantren melalui program edukasi dan akselerasi pembayaran QRIS serta KKN Tematik Digital.
Kerja sama ini menjadi bukti nyata komitmen PB Mathla’ul Anwar dalam mendukung agenda nasional pengembangan ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan.
Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar, KH. Embay Mulya Syarief menegaskan bahwa pihaknya siap berkolaborasi dengan berbagai pihak, khususnya BI untuk memastikan generasi muda, pelaku UMKM, serta pesantren dapat menjadi motor penggerak dalam ekosistem halal di Banten.
Sementara itu, perwakilan BI menyampaikan bahwa program ini sejalan dengan visi menjadikan Indonesia sebagai pusat halal dunia.
Provinsi Banten, sebagai daerah dengan basis pesantren dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang kuat, diharapkan menjadi salah satu lokomotif dalam pengembangan ekonomi syariah nasional.
Dengan adanya sinergi ini, diharapkan terbentuk ekosistem halal yang kokoh, terintegrasi, serta mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat, khususnya di Provinsi Banten. ***
Author: Febby Prayoga





