BANTENRAYA.CO.ID – Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau UMKM katering mengeluhkan pendapatan yang berkurang sejak adanya program Makan Bergizi Gratis atau MBG.
Beberapa kecamatan di Kota Cilegon yang telah memiliki dapur MBG, dan memiliki beberapa karyawan untuk dapat membantu dalam memroduksi menu MBG.
Namun, ternyata MBG di Kota Cilegon justru tak melibatkan para UMKM katering yang telah dibina oleh DinkopUKM Kota Cilegon.
Melainkan, UMKM katering terancam tak dapat menerima orderan dari pihak sekolah.
BACA JUGA: 23 Ribu UMKM di Serang Tumbang, Permodalan dan Pemasaran Jadi Biang Kerok
Salah satu UMKM katering Nani Rahayu di Pagebangan, Kecamatan Jombang, mengatakan, usaha katering terancam tak dapat orderan di beberapa sekolah karena adanya MBG.
Sebelum adanya program MBG, Nani selalu mendapatkan banjiran orderan untuk katering dari beberapa sekolah di Kota Cilegon.
“Biasanya beberapa sekolah satu hari itu orderannya bisa sekitar 150 box katering, tapi sekarang paling banyak 60 box saja,” kata Nani kepada Banten Raya, Senin 1 September 2025.
Nani menyediakan katering ke beberapa sekolah dengan menu yang berbeda-beda dan bervariatif dengan harga Rp 15 ribu saja.
BACA JUGA: Omzet Anjlok, UMKM di Stadion Geger Cilegon Minta Pemkot Izinkan Kembali Berjualan di Dalam Gerbang
“Menunya berbeda-beda, kami sediakan juga buah-buahan atau yogurt atau puding, dan lain-lain. Kami juga sudah memiliki sertifikat halal dan higenisnya,” terangnya.
Ia mengungkapkan, mulai minggu depan kateringnya tak lagi menerima orderan pesanan dari beberapa sekolah yang sudah menjadi langganannya sejak lama.
“Minggu depan nanti sudah mulai di stop semua tidak ada pengiriman catering lagi dari kami,” ungkapnya.
Jika terus-menerus seperti ini, UMKM katering yang biasa menerima menjadi partner kerjasama sekolah di Kota Cilegon terancam bangkrut.
BACA JUGA: Kelompok 73 KKM Uniba Bantu UMKM Bikin NIB
Dirinya berharap, Pemkot Cilegon dapat mencari solusi yang lain untuk para UMKM catering supaya tetap mendapatkan orderan pesanannya.
“Kami UMKM yang jadi tulang punggung keluarga berharap mendapat rezeki tambahan tapi ternyata pupus, tolong bantu berikan solusinya untuk para UMKM,” harapnya.
Tak semua UMKM memiliki modal yang besar, kata dia, dari hasil katering ke sekolah tersebut tak hanya digunakan untuk modal saja.
Melainkan, untuk membantu menghidupi keluarganya dan membiayai anak-anaknya.
BACA JUGA: Pemkot Serang Siapkan Dana Hibah Rp100 Juta Bagi UMKM
“Dari usaha ini saya berjuang untuk membantu menyelesaikan pendidikan anak-anak saya, semoga setelah ini ada solusi atau rezeki yang lainnya,” ujarnya.(tia)***





