Proyek PSEL Seragon Diprediksi Molor

Proyek PSEL Seragon Diprediksi Molor
TPAS Cilowong di Kecamatan Taktakan, Kota Serang, menjadi kandidat kuat proyek PSEL Kementerian Lingkungan Hidup untuk mengatasi masalah sampah di Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon.

BANTENRAYA.CO.ID – Proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) Serang-Cilegon (Seragon) diprediksi bakal molor dari target yang ditetapkan sebelumnya.

Diketahui, sebelumnya proyek PSEL Seragon akan sudah dilakukan groundbreaking pada Maret-April 2026.

Namun, melihat situasi yang terjadi saat ini, proyek yang merupakan proyek strategis nasional tersebut diprediksi akan meleset dari target semula.

Demikian dikatakan Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Limbah B3 dan Pengendalian Pencemaran pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten Ruli Riatno.

BACA JUGA : 3 ASN Pemprov Promosi Eselon II

Ruli memprediksi, adanya penanganan bencana di Sumatera kemungkinan akan mengalihkan focus pemerintah pusat pada proyek PSEL Seragon.

Karena itu, dia memprediksi groundbreaking proyek tersebut akan lewat dari bulan Maret maupun April.

“Proyek ini memang lagi proses tapi sepertinya agak melambat karena ada prioritas lain, yaitu bencana Sumatera,” kata Ruli, Senin (2 Februari 2026).

PSEL adalah sebuah proses teknologi untuk mengubah sampah menjadi energi listrik, panas, atau bahan bakar.

BACA JUGA : SMAN 1 Cigemblong Sebut SPPG Kerap Bikin Kesalahan

PSEL juga dikenal dengan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang juga dikenal sebagai Waste-to-Energy (WTE).

Tujuan utama dari proyek ini adalah untuk mengatasi masalah penumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan juga menciptakan sumber energi baru yang terbarukan berupa listrik.

Ruli mengungkapkan, Kementerian Lingkungan Hidup RI sebelumnya telah melakukan survei ke TPS yang ada di tiga daerah di Seragon, yaitu Kabupaten Serang, Kota Serang, dan Kota Cilegon.

Agar dipilih menjadi lokasi PSEL, sebuah TPS atau TPAS harus memiliki minimal lahan seluas lima hektare dan memiliki pasokan sampah 1.000 hingga 1.500 ton per hari.

BACA JUGA : Ayah dan Anak Keroyok Kerabat Hingga Meninggal

Setelah survei itu, digelar juga beberapa kali rapat di Kemenko Pangan di Jakarta membahas PSEL Seragon.

Namun hingga kini tidak ada lagi rapat lanjutan maupun informasi lanjutan yang menginformasikan perkembangan proyek tersebut. Diketahui, PSEL Seragon merupakan pengajuan proyek PSEL yang masuk ke dalam gelombang kedua.

Sebelumnya pada gelombang pertama PSEL Tangerang Raya sudah lebih dulu mendapatkan persetujuan dari pemerintah pusat.

Pembangunan PSEL sendiri akan dilakukan oleh Danantara. Adapun daerah yang sama mengajukan di gelombang pertama yaitu Bogor, Bandung, dan lain-lain.

BACA JUGA : 3 ASN Pemprov Promosi Eselon II

Menindaklanjuti pengajuan PSEL ini, baik Kabupaten Serang, Kota Serang, maupun Kota Cilegon saat ini sedang Menyusun perjanjian kerja sama untuk mendapatkan proyek ini.

Namun, pemilihan daerah mana yang akan mendapatkan proyek ini akan menggunakan system lelang.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Serang Farach Richi mengklaim, secara infrastruktur Cilowong sudah siap untuk menjadi diterapkannya program PSEL.

Namun untuk jumlah sampah yang dibutuhkan minimal 1.000 ton, Kota Serang Kota Serang masih kekurangan karena hanya menghasilkan 400 ton lebih sampah per hari.

Karena itu, dilakukan aglomerasi antara Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon untuk memenuhi jumlah sampah 1.000-1.500 ton per hari tersebut.

“Tapi pada dasarnya kami sudah siap secara infrastruktur (untuk menjadi lokasi proyek PSEL-red),” katanya. (tohir)

 

Pos terkait