RK Atok Sebut Panggilan Sayang kepada Cowok Wajar, Dr. Richard Lee: Menjijikkan

RK Atok dan Melisa Zaara
RK Atok Sebut Panggilan Sayang kepada Cowok Wajar, Dr. Richard Lee: Menjijikkan. (Instagram @melisazaara)

BANTENRAYA.CO.ID – RK Atok, suami dari Meylisa Zaara, yang diduga penyuka sesama pria membantah semua tuduhan yang dialamatkan kepadanya.

RK Atok menyampaikan bantahan itu lewat YouTube channel dr. Richard Lee.

RK Atok bilang, tuduhan bahwa dia penyuka sesama jenis adalah salah.

Bacaan Lainnya

Namun, dia beberapa kali terjebak dalam pertanyaan yang dilontarkan dr. Richard Lee kepadanya.

Salah satunya soal panggilan sayang kepada sesama cowok menurutnya adalah hal biasa.

Bukan sesuatu yang aneh apalagi menunjukkan bahwa itu adalah pertanda gay.

RK Atok mengaku biasa memanggil dengan sebutan sayang kepada sesama teman lelakinya.

Hal itu juga yang kemudian menjadi pemicu perpecahan rumah tangganya dengan Meylisa Zaara.

Awalnya, dr. Richard Lee mengapresiasi kedatangan RK Atok ke podcast miliknya karena tidak semua orang berani datang.

Sebelum RK Atok, dr. Richard Lee sudah terlebih dulu mewawancarai Meylisa Zaara, istrinya.

Sejak awal, RK Atok mencoba meyakinkan dr. Richard Lee bahwa dia bukan gay.

Dia mencintai perempuan, istrinya, hingga saat ini.

Namun, dr. Richard Lee sudah memperingatkan RK Atok bahwa dia akan mengkroscek setiap ucapan dengan bukti.

Sang dokter pun menyinggung soal isi chat RK Atok dengan seorang pria yang diduga selingkuhannya, yang menggunakan panggilan sayang.

Dr. Richard Lee mempertanyakan apakah wajar seorang pria memanggil dengan panggilan sayang kepada sesama teman prianya.

RK Atok pun mengatakan itu biasa dia lakukan kepada teman-teman dekatnya, termasuk teman lelaki.

Dr Richard Lee tidak sepakat dengan pendapat RK Atok.

Dia mengatakan, memanggil sayang kepada sesama pria adalah tidak wajar.

“Bukannya itu sesuatu yang menjijikkan, Mas?” tanya dr. Richard Lee memancing.

RK Atok pun kukuh pada pendirian bahwa memanggil teman pria dengan sebutan sayang adalah wajar dan biasa.

Mendengar ini, dr. Richard Lee tertawa meledek. ***

Pos terkait