BANTENRAYA.CO.ID – Dalam peringatan Hari Santri Nasional, Said Aqil Sidodj menyerukan dukungannya terhadap pasangan bakal capres dan cawapres Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar.
Bahkan di acara yang berlangsung pada malam hari tersebut, Said Aqil sempat mengajak para santri yang hadir untuk menyerukan kalau menang itu wajib, kalah itu dosa.
Acara Hari Santri Nasional yang dihadiri oleh paslon AMIN dan mantan ketua umum PBNU Said Aqil Sirodj berlangsung di lapangan Pondok Pesantren API Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah.
BACA JUGA: Bermula Dari Putus Kuliah, Mad Romli Jadi Bos Limbah dan Kini Punya Harta Rp108 Miliar
Dan informasi ini dilansir bantenraya.co.id dari rekaman yang diunggah di akun Instagram @cakimin.id.
Video tersebut menampilkan rekaman acara Hari Santri Nasional yang berlangsung pada Minggu (22/10/2023).
Para tamu undangan diketahui hadir di acara tersebut pada pukul 20.00 WIB.
BACA JUGA: Kenalan dengan Unaa, Brand Ambassador Esport Berhijab yang Chubby dari EVOS Esports
Dalam video tersebut menampilkan antusias Said Aqil mendukung kesuksesan paslon AMIN.
Mantan ketua PBNU itu menjelaskan kalau leluhur Anies Baswedan adalah seorang pahlawan nasional.
“Termasuk kakeknya Pak Anies Baswedan itu adalah pahlawan nasional. Pergi ke timur tengah mencari dukungan kemerdekaan Indonesia,” jelasnya.
BACA JUGA: Mengenal tentang Blighted Ovum, Kondisi yang Bisa Menyebabkan Janin Hilang
Kemudian dari alasan tersebut, dia mengajak seluruh hadirin untuk mendukung kemenangan paslon AMIN.
“Oleh karena itu, mari kita berjuang, mari kita semangat, mari kita menangkan!” lanjutnya.
Kemudian Said Aqil menyerukan, “Menang itu wajib! Ayo!”
BACA JUGA: Kebiasaan Ini Ternyata Mampu Memicu Panjang Umur Jika Rutin Dilakukan
Lalu seluruh hadirin mengulang seruan tersebut.
“Kalah itu dosa!” tambahnya.
Dan kalimat tersebut juga langsung diulang oleh para hadirin.
Tentunya mencetuskan kekalahan sebagai dosa adalah penyataan yang cukup konstroversial.
BACA JUGA: 5 Tujuan Kuliah untuk Motivasi Kamu Lebih Siap Kuliah, Disertai Tips Bertahan Sampai Wisuda
Terlebih lagi jika kalimat tersebut datang dari seorang tokoh pemuka agama yang terkenal di Indonesia.
Dalam peringatan Hari Santri Nasional yang ke-9 itu, paslon AMIN tampak kompak memakai baju koko putih dan peci hitam di hadapan ribuan santri dan warga Magelang.***







