BANTENRAYA.CO.ID – Hari Raya Idul Fitri sebagai momen kemenangan kini semakin dekat. Umat Islam menyambutnya dengan penuh kebahagiaan setelah menunaikan ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadan.
Lebaran tidak hanya identik dengan pakaian baru atau hidangan lezat yang tersaji di meja. Lebih dari itu, terdapat sejumlah amalan sunah yang dianjurkan untuk dilakukan agar hari kemenangan semakin bermakna.
Sayangnya, beberapa amalan tersebut kerap diabaikan, padahal memiliki nilai ibadah yang besar.
BACA JUGA: Ribuan Pemudik Bersiap Berangkat, Mudik Bareng Pertamina Dorong Perjalanan Aman dan Hemat BBM
Berikut ini deretan amalan sunah Idul Fitri yang bisa diamalkan, sebagaimana dikutip dari X @rumayshocom:
1. Mandi Sebelum Salat Id
Diriwayatkan dari Nafi’, bahwa Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma biasa mandi pada hari Idul Fitri sebelum berangkat menuju tempat salat. (HR. Malik dalam Al-Muwatha, dinilai sahih oleh Imam Nawawi).
2. Berhias dan Mengenakan Pakaian Terbaik
Memakai pakaian terbaik saat Idul Fitri merupakan sunah, namun tidak harus selalu baru. Yang terpenting adalah bersih, rapi, dan pantas. Rasulullah SAW diketahui memiliki pakaian khusus yang dikenakan saat hari raya dan hari Jumat.
3. Makan Sebelum Salat Id
Rasulullah SAW menganjurkan untuk makan terlebih dahulu sebelum melaksanakan salat Idul Fitri. Hal ini menjadi pembeda dengan Idul Adha. (HR. Ahmad, hasan).
BACA JUGA: Pengelola Wisata Dilarang Naikkan Tarif Libur Lebaran
4. Mengumandangkan Takbir
Takbir dianjurkan mulai dari malam Id hingga menjelang pelaksanaan salat Id. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an, Surah Al-Baqarah ayat 185.
5. Melewati Jalan Berbeda Saat Berangkat dan Pulang
Rasulullah SAW mencontohkan untuk melalui rute yang berbeda saat pergi dan pulang dari tempat salat Id. (HR. Bukhari No. 986).
6. Saling Mengucapkan Selamat
Mengucapkan selamat di hari raya termasuk amalan yang baik. Ucapan seperti “Taqabbalallahu minna wa minkum” yang berarti “semoga Allah menerima amalan kami dan kalian” telah menjadi tradisi sejak masa salaf.
Dengan mengamalkan sunah-sunah tersebut, perayaan Idul Fitri tidak hanya menjadi momen kebahagiaan, tetapi juga semakin bernilai ibadah.







