Siswa SMA di Rangkasbitung Belajar di Rumah, Guru Diminta Awasi Stasiun

WhatsApp Image 2025 09 01 at 18.11.34
Suasana di ruang kelas SMA 3 Rangkasbitung yang kosong, Senin (1/9/2025).(Aldi Setiawan/Banten Raya)

BANTENRAYA.CO.ID – Dua sekolah di Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak memutuskan untuk meniadakan pembelajaran secara tatap muka dan menggantinya dengan pembelajaran jarak jauh atau PJJ menyusul adanya rencana aksi demonstrasi di Alun-alun Rangkasbitung pada Senin, 1 September 2025.

Kedua sekolah tersebut ialah SMA Negeri 3 Rangkasbitung dan Saint Alfa School.

Keputusan itu diambil setelah pihak sekolah mendapat informasi bahwa titik aksi hanya berjarak sekitar 350 meter dari lingkungan sekolah.

Bacaan Lainnya

Dekatnya lokasi memicu kekhawatiran, baik dari guru maupun orang tua murid.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi. Karena lokasi sekolah terlalu dekat dengan titik aksi, kami diberi izin untuk melaksanakan PJJ sehari penuh. Beberapa orang tua juga mendesak agar anak-anak belajar dari rumah demi keamanan,” kata Kepala SMA Negeri 3 Rangkasbitung, Reri Yoseline saat ditemui.

BACA JUGA: Stasiun Kereta Api di Kota Cilegon, Saksi Bisu Perjalanan Sejarah Kota Baja

Reri menyampaikan, meski sempat beredar kabar bahwa aksi dibatalkan, aparat keamanan tetap mengimbau agar kegiatan belajar tidak dilakukan di sekolah.

Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi jika adanya masa yang datang secara tiba-tiba.

“Intel dari kepolisian juga menyarankan agar lebih baik siswa belajar dari rumah. Kita tidak bisa memprediksi situasi di lapangan. Kalau sewaktu-waktu massa tiba-tiba datang, tentu berbahaya,” ujarnya.

Selain faktor kedekatan dengan lokasi aksi, kata Reri, pihak sekolah juga mempertimbangkan rutinitas siswa yang kerap melaksanakan salat Zuhur berjamaah di Masjid Agung, yang letaknya juga sangat berdekatan dengan titik unjuk rasa.

BACA JUGA: Antisipasi Dampak Aksi Massa, Sekolah di Banten Lakukan Pembelajaran Daring

“Takutnya pas anak-anak lagi salat Zuhur di Masjid Agung. Karena SMA 3 tidak punya Musala yang besar, biasanya anak-anak berjamaah di sana,” katanya.

Reri menyebut, meski keputusan itu mendadak, para guru langsung menyiapkan modul pembelajaran daring melalui Zoom Meeting.

Para siswa tetap diwajibkan mengikuti kegiatan belajar sesuai jadwal, termasuk mengirimkan share location kepada guru setiap pergantian jam pelajaran untuk memastikan kehadiran mereka.

“Mereka harus absen dengan mengirim share lock ke guru bidang studi setiap pergantian jam, agar bisa terpantau,” jelas Reri.

BACA JUGA: Pelajar Jakarta Dilarang Ikut Demo, Pramono Minta Kepala Sekolah Lebih Sigap

Ia menegaskan, PJJ ini hanya berlaku sehari sambil menunggu kondisi kembali kondusif.

Artinya masih ada kesempatan pihak sekolah memperpanjang PJJ, tergantung dengan kondisi yang tengah terjadi di lapangan.

“Kami tidak ingin mengambil risiko. Lebih baik anak-anak belajar di rumah ketimbang memaksakan tatap muka di tengah situasi yang tidak menentu,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas atau KCD Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah Lebak, Gugun Nugraha, melalui edaran resmi meminta satuan pendidikan untuk menyesuaikan kebijakan pembelajaran selama 1-2 September 2025.

BACA JUGA: Pembentukan Lembaga Anti Kekerasan di Sekolah di Banten Disebut Hanya Formalitas

“Kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap berlangsung untuk SMA/SMK/SKh, dengan guru diminta memastikan kehadiran siswa dan segera melaporkan absensi kepada KCD serta pihak keamanan,” ujarnya dari keterangan resmi yang diterima.

Ia juga menyebut, bagi Siswa SMK yang sedang melaksanakan praktik kerja lapangan (PKL) belajar dari rumah, dengan guru tetap melakukan pemantauan dan koordinasi dengan orang tua.

“Kepala sekolah dan wali kelas wajib mengabsen serta berkoordinasi dengan orang tua dalam memantau siswa,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan, bahwa, pengawas sekolah diminta melakukan pemantauan langsung dan melaporkan hasilnya ke KCD.

BACA JUGA: Chandra Asri Group Gandeng DLH Kota Cilegon Kampanyekan Pemilahan Sampah di Lingkungan Sekolah

Selain itu, dirinya juga menginstruksikan kepada sekolah yang berada di Maja, Curugbitung, dan Citeras menugaskan satu guru untuk piket di Stasiun Citeras.

Sedangkan sekolah wilayah di Rangkasbitung dan sekitarnya diminta untuk menugaskan satu guru untuk piket di Stasiun Rangkasbitung.

“Guru, staf, dan siswa diminta menjaga kondusivitas, tidak terprovokasi oleh isu yang beredar, serta tetap menggunakan seragam seperti biasa dengan membawa pakaian cadangan,” tandasnya.(aldi)**

Pos terkait