BANTENRAYA.CO.ID – Empat lembaga Kementerian Republik Indonesia mendatangi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas, pada Selasa (24 Februari 2026).
Dalam kegiatan tersebut terungkap pemerintah pusat bakal menyetop ekspansi toko retail modern swasta demi memajukan KDMP
Adapun pejabat yang datang ke Kabupaten Serang itu ialah Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto,
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono dan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko.
BACA JUGA : Satu Tahun Kepimpinan Andra Dimyati, Masih Gamang dan Minim Terobosan
Saifullah Yusuf mengatakan, kumpulnya keempat llembaga kementerian di Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas tersebut untuk menindaklanjuti program Kopdes Merah Purtih.
“Kita mendorong penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) menjadi anggota Kopdes Merah Putih di tempat masing-masing,” ujarnya saat konferensi pers.
Pria yang disapa Gus Ipul itu menjelaskan, terdapat 18 juta penerima manfaat PKH dari seluruh Indonesia yang bakal didorong menjadi anggota Kopdes Merah Putih. “Bisa bertambah setiap tahunnya, tapi per hari ini ada 18 juta.
Untuk di Kabupaten Serang ini ada sekitar 84.000 penerima manfaat PKH yang akan kita dorong menjadi anggota Kopdes Merah Putih,” katanya.
BACA JUGA : Kinerja 5 Pemda di Banten Disorot BPK
Mendes PDT Yandri Susanto mengatakan, anggaran yang digunakan untuk pembangunan gedung Kopdes Merah Putih sebagian besar dari dana desa yang telah digeser.
“Kami berulang-ulang sampaikan dana desa itu tidak turun jumlahnya, tapi tata kelolaan yang dirubah dalam bentuk Kopdes Merah Putih,” ujarnya.
Gedung KDMP tersebut akan menjadi aset pemerintah desa, kemudian 20 peersen pendapatan dari Kopdes Merah Putih bakal menjadi Pendapatan Asli Desa (PADes).
“Oleh karena itu kita wajib menyukseskan program strategis Bapak Presiden Prabowo Subianto,” katan Yandri.
BACA JUGA : Sukses Selesaikan Defisit APBD
Ia menjelaskan, pemerintah akan menyetop ekspansi toko retail modern khususnya Indomaret dan Alfamart supaya KDMP berjalan dengan baik.
“Bilamana koperasi Desa Merah Putih ini sudah berjalan, maka izin retail modern salah satunya Alfamart dan Indomaret sebaiknya tidak dikeluarkan lagi oleh Pemda atau pihak terkait,” jelasnya.
Penyetopan ekspansi toko retail tersebut merupakan cara pemerintah untuk memberikan kepastian keuntungan itu kembali lagi ke rakyat. “Kami tidak pernah mengatakan menutup, tapi Alfamart atau Indomaret yang sudah ada silakan jalan.
Tapi karena sekarang retail modern ini sudah masuk ke desa-desa, jadi mohon para pemangku kepentingan untuk tidak lagi mengeluarkan izin baru,” paparnya.
BACA JUGA : BPOM Temukan Pangan Berformalin di Pasar Badak
Sementara Menkop Ferry Juliantono mengatakan, di Kabupaten Seerang ini sudah ada delapan gerai KDMP yang sudah 100 persen jadi.”Di seluruh Indonesia ini sudah 1000-an gerai jumlahnya.
Dalam waktu 2 sampai 3 bulan yang akan datang, Insya Allah akan ada puluhan ribu bangunan gerai KDMP yang sudah selesai,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Kopdes Merah Putih Desa Ranjeng juga menjadii salah satu Kopdes terbaik di Indonesia dan sudah menghasilkan omset Rp150 juta perbulan.
“Keuntungan iitu dari 1.000 anggota. Ke depan dengan tambahan penerima manfaat PKH yang akan menjadi anggota koperasi itu yentu akan menambah partisipasi masyarakat,” katanya. (andika)







