BANTENRAYA.CO.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah di Kota Serang disetop sementara.
Penghentian sementara ini berimbas pada keberlangsungan penerima manfaat MBG di Kecamatan Cipocok Jaya, sehingga sebaran MBG di Kota Serang jadi berkurang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Banten Raya, program MBG disetop sementara karena masih dalam proses penyelesaian administrasi.
Penghentian sementara layanan MBG dimulai pada Senin (14 Juli 2025) dan akan berlangsung hingga proses pembaruan data di sistem Badan Gizi Nasional (BGN) selesai.
Kepala SD Negeri Banjarsari 5, Kota Serang, Anton Setiabudi membenarkan layanan MBG di sekolahnya dihentikan sementara waktu.
Ribuan Warga Diantara Ratusan PKL Yang Berjualan di Masjid Raya Albantani KP3B
“MBG lagi off ini dari pas awal masuk sekolah (tahun ajaran baru 2025-20260, belum mulai lagi,” ujar Anton.
Ia menuturkan, pihaknya belum bisa memastikan layanan MBG akan beroperasi kembali di SD Negeri Banjarsari 5.
Namun, lanjut dia, pihaknya sudah diminta oleh pihak terkait untuk mengirim data siswa terbaru penerima manfaat MBG.
“Tapi udah ada WA meminta data terbaru. Tapi belum kasih tanggal kapan mulainya lagi,” tutur Anton.
4500 Siswa di Kota Serang Menerima PIP Sebesar Rp4,5 Miliar
Anton mengungkapkan, SD Negeri Banjarsari 5 menerima layanan MBG pagi dan siang hari.
“MBG diterima untuk yang sekolah pagi jam 9, dan untuk yang sekolah siang dikirim jam 11-12,” ungkap dia.
Ia menyebutkan, jumlah layanan MBG yang diterima SD Negeri Banjarsari 5 sebelum dan sesudah tahun ajaran baru mengalami perubahan.
Pada tahun ajaran 2024-2025 ada 694 orang penerima, sedangkan pada tahun ajaran baru 2025-2026 menjadi 737 orang.
Ribuan Warga Padati KP3B Untuk Berolahraga
Menurut Anton, penundaan layanan MBG tidak terjadi di semua wilayah kecamatan di Kota Serang.
“Setau saya cuma dapur Puri Kartika aja,” kata Anton.
Ia membeberkan, penundaan layanan MBG tidak terjadi di dua kelurahan di Kecamatan Cipocok Jaya.
“Kalau setau saya untuk SD Negeri di Kelurahan Banjarsari dan Banjar Agung. SDN Banjarsari 1 sampai 5 dan SDN Banjaragung 1 sampai 4,” bebernya.
Ribuan Warga Diantara Ratusan PKL Yang Berjualan di Masjid Raya Albantani KP3B
Selain dihentikan sementara, layanan MBG di SD Negeri dan SMP Negeri di Kota Serang masih belum merata.
Kondisi tersebut dipertanyakan oleh sejumlah wali murid. Salah seorang wali murid yang mempertanyakan adalah Eem.
Ia mempertanyakan MBG langsung kepada Walikota Serang Budi Rustandi saat berkunjung ke SD Negeri Pabuaran Unyur, Senin 28 Juli 2025.
Salah seorang wali murid SD Negeri Pabuaran Unyur, RT 04, Eem mengatakan, anak-anak SD Negeri Pabuaran Unyur kerap menanyakan layanan MBG yang hingga kini belum mendapatkan program pemerintah pusat tersebut.
Pedagang KP3B Ngeluh Dipungut Biaya
“Jadi di sini sama sekali belum dapat. Namanya anak-anak nanya mulu kapan sih dapat, sedangkan di SD yang lain sudah dapat, sementara di sini belum dapat,” ujar Eem, kepada Banten Raya.
Ia menjelaskan, kehadiran MBG sangat dinantikan oleh anak-anak, terlebih kebanyakan wali murid SD Negeri Pabuaran Unyur menengah ke bawah dan tidak mampu.
“Jadi bagi kita sangat membutuhkan buat pertumbuhan gizi anak. Terus antusias anak tentang imbauan Pak Presiden. Jadi anak-anak antusias pengen juga kebagian,” jelas dia
Serupa dikatakan Kepala SD Negeri Gowok, Encun Sunardi. Encun Sunardi mengatakan, layanan program MBG di Kecamatan Curug hingga kini belum beroperasi.
Ribuan Warga Diantara Ratusan PKL Yang Berjualan di Masjid Raya Albantani KP3B
“Jadi untuk SD Negeri Gowok dan se-Kecamatan Curug belum ada yang mulai,” ujar Encun.
Ia menjelaskan, awal Juli 2025 ada dua vendor yang melakukan pendataan terhadap tujuh sekolah, dan pertengahan Juli juga dilakukan pendataan terhadap 10 sekolah.
“Kalau menurut yang bersangkutan yang tujuh sekolah awal Agustus, tapi nggak tau sampai sekarang belum ada komunikasi lagi dari vendor,” ujar Encun.
Ia menyebutkan, sejumlah sekolah di Kecamatan Curug yang belum menerima manfaat layanan MBG adalah SD Negeri Gowok, SD Negeri Cilaku, SD Negeri Kemanisan, SD Negeri Limpar, SD Negeri Curug, SMP Negeri 11 Kota Serang.
“Tujuh sekolah itu jumlahnya 3.500 siswa,” sebut dia.
Dewan Soroti Pengelolaan Masjid Raya Al-Bantani
Untuk pendataan tahap kedua, lanjut Encun, terdapat 10 sekolah yakni SD Negeri Cisangku, SD Negeri Gadaraha, SD Negeri Cipete 2,
SD Negeri Curug Manis, SD Negeri Cipete 1, SD Negeri Ciemas, SD Negeri Purut, SD Negeri Kubang, SMK Negeri 4 Kota Serang, dan MTsN 2 Kota Serang. “Kalau 10 sekolah itu jumlah muridnya yang belum mendapat MBG ada 3800-an,” tuturnya.
Ia mengaku pihaknya juga belum mengetahui Kecamatan Curug akan menerima manfaat layanan MBG. Encun berharap program MBG secepatnya merambah ke Kecamatan Curug, karena wali murid dan murid sering menanyakan.
“Kami belum tahu kami hanya penerima manfaat aja. Jadi tidak tahu kapan mulainya.
Ribuan Warga Diantara Ratusan PKL Yang Berjualan di Masjid Raya Albantani KP3B
Harapannya karena melihat daerah lain sudah MBG kalau sudah didata awal Agustus sudah dimulai, memang banyak wali murid yang menanyakan kenapa belum dimulai.
Apalagi untuk Kecamatan Curug belum sama sekali yang mulai MBG,” jelasnya.
Kepala Bidang SD Negeri pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang Ahmad Supi menjelaskan, dapur MBG Puri Kartika melayani lebih dari 3.500 siswa SD Negeri di dua kelurahan di Kecamatan Cipocok Jaya.
“Itu total semuanya 3.500 lebih siswa. Untuk sekolahnya SD Negeri Banjarsari 1 sampai 5, dan SD Negeri Banjar Agung 1 sampai 4,” sebutnya.
Ribuan Warga Padati KP3B Untuk Berolahraga
Ia mengakui masih banyak SD Negeri di beberapa kecamatan di Kota Serang yang hingga kini belum menerima manfaat dari program pemerintah pusat tersebut.
“Kecamatan Curug baru SD Negeri Singapadu, Kelurahan Tinggar. Kalau SD Negeri di Kasemen dan Walantaka belum ada,” ungkap Supi.
Supi menerangkan, masih banyak sekolah SD Negeri yang belum menerima manfaat MBG, karena dapur SPPGnya masih sedikit.
“Belum ada dapurnya. Kan dapurnya dari yayasan, perorangan, ketika dapurnya ada yang mengajukan ya bisa. Sementara kalau belum ada yang mengajukan ya belum bisa,” terang dia.
Ribuan Warga Diantara Ratusan PKL Yang Berjualan di Masjid Raya Albantani KP3B
Kepala Seksi (Kasi) Kesiswaan Dindikbud Kota Serang Ade Rochmawati menjelaskan, jumlah SD Negeri yang sudah menerima manfaat MBG baru 40 sekolah lebih yang tersebar di tiga kecamatan; Kecamatan Serang, Kecamatan Cipocok Jaya, dan Kecamatan Taktakan.
“Sudah ada 42 SD yang mendapatkan MBG. Jumlah muridnya 11.986 siswa yang sudah menerima MBG. Jumlah murid SD Negeri keseluruhan 81.445 siswa, jumlah SD Negeri 221 sekolah,” jelas Ade saat dihubungi Banten Raya, Minggu (27 Juli 2025).
Ia mengatakan, MBG resmi beredar di Kota Serang sejak Februari 2025. Hingga saat ini baru ada tujuh dapur MBG yang sudah beroperasi di Kota Serang yang melayani siswa SD Negeri dan SMP Negeri di Kota Serang.
Tujuh dapur MBG itu yakni dapur Puri Kartika, dapur Abdul Hadi, dapur Penancangan, dapur Penancangan 2, dapur Drangong, dapur Cinanggung, dan dapur Ayip Usman.
Harga Jengkol Dua Kali Lipat Lebih Mahal Dari Pada Daging Ayam
Selain sekolah negeri, MBG juga sudah melayani sekolah swasta di Kota Serang, yakni SD Adventus, di Kecamatan Taktakan.
Ade mengakui bahwa ada satu dapur SPPG Banjarsari, Kecamatan Cipocok Jaya, yang menghentikan sementara layanan MBG di Kelurahan Banjarsari dan Kelurahan Banjar Agung.
“Iya betul hanya 1 dapur. Berhenti sementara. Dapur Puri Kartika. Kami belum bisa memastikan dapur SPPG Banjarsari akan beroperasi kembali, sampai tanggal berapa,” katanya.
Ade menjelaskan, penghentian sementara layanan MBG karena sedang dalam proses pergantian Kepala SPPG dan yayasannya. “Jadi proses dari awal lagi,” jelas Ade.
4500 Siswa di Kota Serang Menerima PIP Sebesar Rp4,5 Miliar
Ia mengakui disetop sementara layanan MBG berimbas terhadap keberlangsungan manfaat MBG. Sehingga sebaran MBG di Kota Serang jadi berkurang. “Semoga tidak lama lagi beroperasi lagi,” harap dia.
Perihal program MBG di SD dan SMP Kota Serang yang belum merata, Walikota Serang Budi Rustandi mengatakan, saat ini masih dalam upaya percepatan pembangunan dapur SPPGnya di Kota Serang.
“Ini dalam upaya percepatan. Kemarin rapat bersama Gubernur, dari TNI Polri kita bahu membahu untuk sama-sama membangun, sama-sama support. Misalkan apa yang bisa kita support.
Misalkan tanah kita kasih hibahnya. Termasuk di tempat-tempat yang lain terutama yang di swasta,” ujar Budi ditemui di SD Negeri Pabuaran Unyur.
Ribuan Warga Diantara Ratusan PKL Yang Berjualan di Masjid Raya Albantani KP3B
Terkait ada penghentian sementara layanan MBG di sejumlah SD Negeri, kata dia, itu pengawasannya dilakukan oleh BGN.
“Nah itu BGN. Karena di setiap tempat itu pasti ada pengawasan BGN nya tidak bisa sembarangan,” katanya.
Sementara itu, program MBG di Kota Cilegon masih berjalan. Hanya saja operasionalnya belum bertambah, sejak diluncurkan pada Mei 2024 lalu. Hanya ada 7 sekolah di Kecamatan Grogol yang mendapatkan program tersebut.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon Suhanda membenarkan jika sampai sekarang program MBG masih di 7 sekolah, rinciannya yakni 4 SD, 2 SMP dan 1 Pendidikan Anak Usia Dini atau PAUD di wilayah Kecamatan Grogol.
SMAIT RJ Berkontribusi Dominasi Raih Juara
“Masih (berjalan), tapi cuma di tujuh sekolah. Belum ada koordinasi tambahan sekolah ke kita,” katanya, Senin (28 Juli 2025).
Sebelumnya, dalam berbagai kesempatan Kepala Dindikbud Kota Cilegon Heni Anita Susila menyatakan, untuk program MBG langsung di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional, sehingga soal teknis dan program semuanya diatur pemerintah pusat.
Sebab, Dindikbud Kota Cilegon hanya menyiapkan siswa dan sekolah saja.
“Dindikbud hanya menyiapkan sekolah, tempat dilaksanakannya MBG. Pelaksanaannya di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional.
Untuk di daerah dikoordinatori oleh institusi lain, bukan Dindikbud. Jadi tanya langsung ke institusinya,” jelas Heni, seraya mengatakan, jumlah siswa yang ada di bawah naungan Dindikbud Kota Cilegon ada 74.040 orang.
Harga Jengkol Dua Kali Lipat Lebih Mahal Dari Pada Daging Ayam
Sementara itu, Kepala SDN Bujanggadung, Kelurahan Rawa Arum, Kecamatan Grogol Ruhyadi menyatakan, program MBG di SDN Bujanggadung sudah dilakukan sejak 14 Mei 2025. Ada sebanyak 464 siswa yang mendapatkan MBG dari Senin hingga Jumat.
“Hampir semuanya dimakan dan ada satu dua yang ingin dibawa pulang, mereka membawa wadah sendiri. Dipindah dari tempat yang sudah disediakan ke wadah sendiri dan tidak banyak jumlahnya,” ujarnya. (harir)





