BANTENRAYA.CO.ID – Gerakan Pemuda atau GP Ansor Banten mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat agar tetap menghadirkan suasana damai dalam menjalankan aksinya atau menyampaikan pendapat di muka umum.
Bagi GP Ansor Banten, aspirasi yang disampaikan dengan cara santun dan tanpa ada kekerasan justru akan jauh lebih bermakna serta mudah diterima.
Ketua PW GP Ansor Banten, TB Adam Ma’rifat menegaskan bahwa demontrasi merupakan hak warga negara yang dijamin oleh konstitusi.
BACA JUGA: Digeruduk Dini Hari, Rumah Menkeu Sri Mulyani Dijarah Massa
Akan tetapi, hak tersebut perlu diiringi dengan tanggung jawab agar tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat secara luas.
“Kita boleh menyampaikan pendapat, karena itu hak kita bersama. Tetapi mari kita lakukan dengan cara yang elegan dan damai, tanpa merusak fasilitas umum yang justru menjadi kebutuhan kita sehari-hari,” ujarnya dengan penuh keteduhan pada Sabtu 30 Agustus 2025.
Dirinya menjelaskan, fasilitas publik seperti jalan, jembatan, lampu penerangan hingga kantor pemerintah adalah hasil jerih payah bersama.
Apabila sampai dirusak oleh masyarakat, maka masyarakat sendiri yang paling merasakan dampaknya.
BACA JUGA: Di Tengah Aksi Massa, Ahmad Sahroni Jadi Sorotan karena Diduga Kabur ke Singapura
“Kalau kita jaga bersama, maka manfaatnya akan terus dirasakan. Tetapi kalau dirusak, justru kita yang rugi. Karena itu, marilah kita beraksi dengan penuh tanggung jawab,” tambahnya.
Ia menjelaskan, aksi damai bukan hanya menjaga ketertiban, melainkan juga memperkuat substansi dari aspirasi yang ingin disampaikan.
“Suara yang datang dengan ketenangan dan akhlak yang baik, insya Allah lebih mudah diterima oleh para pemangku kebijakan. Sebaliknya, jika dilakukan dengan amarah, bisa saja pesan utamanya justru hilang,” jelasnya.
GP Ansor Banten juga berpesan kepada aparat keamanan agar senantiasa mengedepankan pendekatan humanis dalam mengawal jalannya aksi.
Hubungan baik antara masyarakat dan aparat, menurutnya, akan menjadi fondasi terciptanya suasana kondusif.
“Aparat harus Humanis, Demonstran juga jangan anarkis,” ungkapnya.
Lebih jauh, Adam juga mengingatkan bahwa generasi muda perlu menjadi teladan dalam menjaga ruang demokrasi. Aspirasi harus disuarakan dengan bijak, tanpa merusak nilai persaudaraan sesama anak bangsa.
“Kita ingin demokrasi tumbuh sehat di negeri ini. Bukan demokrasi yang diwarnai dengan kekerasan, melainkan demokrasi yang memberi ruang bagi semua untuk didengar,” katanya.
GP Ansor Banten pun mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari mahasiswa, organisasi masyarakat, hingga aktivis, untuk menjadikan demonstrasi sebagai sarana pendidikan politik yang santun dan beradab.
“Marilah kita bersama-sama menjaga negeri ini dengan hati yang tenang. Sampaikan pendapat dengan cara yang baik, agar perjuangan yang kita lakukan benar-benar memberi manfaat dan membawa keberkahan,” tutupnya. (Febby Prayoga) ***





